Liputan6.com, Jakarta - Kabut asap lintas negara yang menyelimuti Singapura mulai memukul bisnis pariwisata, terutama operator wisata luar ruangan. Sejumlah penyedia aktivitas wisata mencatat penurunan pemesanan hingga 30 persen saat kualitas udara memburuk.
Wisatawan memilih menunda atau membatalkan perjalanan karena khawatir terhadap dampak polusi udara. Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyebut asap kebakaran dari wilayah selatan Sumatra dan Kalimantan terbawa angin tenggara menuju Negeri Singa.
Kondisi ini mengganggu aktivitas wisata yang mengharuskan pengunjung berada di luar ruangan dalam waktu lama, seperti tur berjalan kaki dan olahraga intensif, melansir VN Express International, Kamis, 15Â Oktober 2026.
Advertisement
Yeo Yen Ping, pendiri On A Roll Tour, mengungkap pemesanan tur skuter listrik dan berjalan kaki turun 10–20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut dia, kenaikan harga tiket pesawat dan hotel juga berpotensi memengaruhi minat wisatawan.
Tur skuter listrik yang ditawarkan On A Roll Tour menempuh jarak 8–10 kilometer. Durasi aktivitas di luar ruangan membuat kondisi udara menjadi pertimbangan penting bagi calon peserta sebelum memesan perjalanan.
Yeo menyarankan wisatawan memilih tur berjalan kaki atau aktivitas dalam ruangan ketika kualitas udara memburuk. Operator tersebut juga memasukkan sejumlah destinasi berpendingin udara ke dalam rute perjalanan, termasuk National Gallery, Victoria Theatre and Concert Hall, museum, serta Singapore City Gallery.
Pilihan ini memungkinkan wisatawan menyesuaikan agenda liburan tanpa sepenuhnya meninggalkan kegiatan wisata selama kabut asap menyelimuti Singapura.
Pemesanan Sewa Yacht Turun hingga 30 Persen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1553962/original/019771000_1540541277-singa.jpg)
Bisnis wisata bahari di Singapura turut terpukul oleh kabut asap lintas negara. Wanderlust Adventures, perusahaan penyewaan yacht, mencatat penurunan bisnis sebesar 30 persen sejak September 2026.
Direktur Wanderlust Adventures, Quek Wee Teck, mengatakan wisatawan menyumbang lebih dari separuh pelanggan perusahaan. Mereka berasal dari China, India, Eropa, Australia, dan Amerika Serikat.
Penyewaan yacht berlangsung minimal empat jam, sehingga pelanggan harus menghadapi kondisi udara luar dalam waktu cukup lama. Berbeda dengan tur kota yang dapat mengubah rute untuk menghindari paparan polusi, aktivitas di perairan terbuka memiliki pilihan penyesuaian yang lebih terbatas.
Quek juga mengungkapkan penurunan pemesanan terjadi saat perusahaan biasanya menerima banyak pelanggan asal China untuk liburan National Day yang dimulai pada 1 Oktober. Tahun ini, kabut asap berkepanjangan bertepatan dengan periode tersebut dan diikuti penurunan jumlah pemesanan secara tajam.
Advertisement
Kabut Asap Bertepatan dengan Formula 1 Singapura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2917547/original/032542300_1568986690-IMG20190920204737.jpg)
Kabut asap menyelimuti Singapura saat negara tersebut menggelar Grand Prix Formula 1 pada 9–11 Oktober 2026. Sekitar 40 konferensi, acara bisnis, dan hiburan turut berlangsung, menarik puluhan ribu wisatawan internasional, investor, serta pelaku bisnis.
Balapan tetap berjalan sesuai jadwal. Restoran dan bar di sekitar pusat kota juga ramai, bahkan sejumlah tempat usaha mencatat tingkat keterisian tinggi meski kualitas udara memburuk.
Kabut yang menutupi cakrawala dan sejumlah landmark terkenal mengurangi pengalaman wisatawan selama berada di Singapura. Udara yang lebih panas, lembap, dan pengap turut mengganggu kenyamanan pengunjung saat beraktivitas di luar ruangan.
NEA mencatat indeks pencemaran udara 24 jam atau Pollutant Standards Index (PSI) mencapai 134–192 pada 9–10 Oktober, masuk kategori tidak sehat. Sebelumnya, PSI di wilayah pusat mencapai 101 pada 4 September, pertama kali menyentuh tingkat tidak sehat akibat kabut asap sejak Oktober 2023.
Dampak Jangka Panjang Mengancam Daya Tarik Wisata
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370019/original/097624000_1791544375-asap.jpg)
Kabut asap berulang berpotensi memengaruhi posisi Singapura sebagai tuan rumah acara internasional. Penyelenggara dapat mempertimbangkan lokasi alternatif atau menambah anggaran untuk asuransi, fasilitas dalam ruangan, dan rencana darurat jika polusi udara terus menjadi masalah musiman.
Pemerintah Singapura juga memperkuat penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap. Pada 12 Oktober 2026, pemerintah mengaktifkan program Haze Benefit untuk pertama kalinya sejak 2015.
Program ini mendukung perawatan penyakit terkait polusi udara, seperti asma, bronkitis, konjungtivitis, dan infeksi saluran pernapasan, di klinik yang berpartisipasi. Penyesuaian aktivitas wisata juga dilakukan di Malaysia.
Presiden Malaysian Inbound Tourism Association, Mint Leong, mengatakan penyedia tur mempersingkat kegiatan luar ruangan dan mengalihkan agenda ke destinasi dalam ruangan, termasuk pusat perbelanjaan dan museum, menurut laporan TTG Asia.
Langkah tersebut menjadi salah satu cara operator menjaga kenyamanan wisatawan saat kualitas udara memburuk.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374732/original/043919300_1792061733-Screenshot_2026-10-15_173215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374621/original/047021200_1792057036-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T163623.276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370018/original/092217100_1791544258-asap_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412025/original/093491300_1479719891-Singapura.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1553962/original/019771000_1540541277-singa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373069/original/016611100_1791949081-Screenshot_2026-10-14_103418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/676274/original/Maskapai%20Firefly%20Malaysia.jpg)