Bukan Sekadar Ikut Tren, Ini Cara Gen Z Mengelola Uang dengan Cerdas

Dari membatasi pengeluaran hingga konsisten menabung, Gen Z mulai mencari keseimbangan antara menikmati hidup dan mempersiapkan masa depan.

Liputan6.com, Jakarta - Gen Z kerap dikaitkan dengan gaya hidup yang dekat dengan tren, pengalaman baru, dan keinginan menikmati masa muda. Istilah You Only Live Once (YOLO) dan Fear of Missing Out (FOMO) menggambarkan dorongan untuk mencoba berbagai hal, mulai dari bepergian hingga mengikuti aktivitas yang sedang populer.

Keinginan menikmati hidup tidak selalu membuat anak muda mengabaikan kondisi keuangan. Sebagian Gen Z mulai mempertimbangkan prioritas pengeluaran agar tetap bisa memenuhi kebutuhan, menabung, dan merencanakan tujuan jangka panjang.

Mengatur keuangan bukan hanya tentang mengurangi belanja, tetapi juga menentukan pengeluaran yang perlu didahulukan. Kebiasaan ini membantu anak muda menyisihkan uang untuk tujuan tertentu, seperti membeli kendaraan, merencanakan perjalanan, atau hidup mandiri tanpa bergantung pada orang tua.

Melansir Acumen Strategy Consultants, Rabu, 14 Oktober 2026, Gen Z di Filipina menerapkan pendekatan praktis dalam mengelola keuangan. Mereka berupaya menyeimbangkan kebutuhan sehari-hari dengan keinginan menikmati hidup dan mempersiapkan masa depan.

Kebiasaan menabung juga terlihat pada Gen Z di Australia. ABC News melaporkan, survei pada kuartal pertama 2026 menemukan 94 persen perempuan dan 93 persen laki-laki Gen Z berusia 18–29 tahun berusaha menabung. Angka tersebut melampaui rata-rata nasional Australia yang mencapai 81 persen.

Bagi Gen Z, kebiasaan mengelola uang dapat dimulai dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menetapkan anggaran belanja, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan sebelum membelanjakannya. Langkah ini memberi ruang untuk menikmati pengalaman baru tanpa mengabaikan kebutuhan finansial sehari-hari.

Tak Semua Keinginan Harus Dituruti

Mengelola keuangan dapat dimulai dengan membedakan kebutuhan dan keinginan. Sebelum membeli sesuatu, Gen Z bisa mempertimbangkan manfaat barang atau pengalaman tersebut serta dampaknya terhadap anggaran. Cara ini membantu mereka mengendalikan pengeluaran tanpa harus selalu menghindari tren atau aktivitas yang disukai.

Dalam laporan mengenai Gen Z di Filipina, sejumlah anak muda menceritakan cara mereka mengatur pengeluaran untuk kegiatan sosial sambil menyiapkan tabungan masa depan. Sebagian memilih bepergian sesekali daripada menghabiskan uang setiap akhir pekan.

Ada pula yang lebih sering menghabiskan waktu di rumah untuk mengurangi pengeluaran. Pilihan tersebut memperlihatkan beragam cara Gen Z menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial.

Mereka tetap dapat menikmati waktu bersama teman atau mencoba pengalaman baru dengan menentukan frekuensi kegiatan dan batas pengeluaran. Kebiasaan menetapkan prioritas juga membantu mereka mengalokasikan uang untuk kebutuhan sehari-hari, hiburan, dan tabungan sesuai anggaran yang tersedia.

Menabung untuk Kebebasan Finansial di Masa Depan

Bagi Gen Z, menabung dapat menjadi cara untuk membangun kemandirian finansial. Simpanan membantu mereka mempersiapkan kebutuhan besar, menghadapi pengeluaran tak terduga, hingga mewujudkan rencana membeli kendaraan atau tinggal terpisah dari orangtua.

Kebiasaan tersebut tercermin dari pengalaman Liam, salah satu responden yang diwawancarai ABC News di Australia. Setelah menyadari pendapatannya cepat habis, ia mulai menyisihkan sebagian besar uang, memasak makanan dengan biaya lebih murah, dan memperbaiki barang yang rusak daripada langsung membeli pengganti.

Perubahan itu menunjukkan bagaimana tujuan finansial dapat mendorong seseorang menyesuaikan kebiasaan belanja. Gen Z bisa memulainya dengan menetapkan target tabungan, menentukan jumlah uang yang disisihkan secara rutin, serta mengevaluasi pengeluaran harian.

Pengaturan anggaran tersebut memberi batas yang jelas antara uang untuk kebutuhan saat ini dan dana yang disiapkan untuk rencana mendatang.

Bijak Mengelola Uang

Kemudahan transaksi digital menjadi tantangan bagi Gen Z dalam mengatur keuangan. Pembayaran nontunai, layanan buy now, pay later (BNPL), iklan daring, dan rekomendasi produk di media sosial dapat memicu belanja impulsif tanpa disadari.

Salah satu cara mengendalikan pengeluaran adalah menggunakan uang tunai untuk kategori belanja tertentu. Metode ini membantu seseorang melihat langsung jumlah uang yang tersisa dan membatasi pengeluaran sesuai anggaran.

Tantangan lain berkaitan dengan pemilihan sumber informasi finansial. Laporan ASIC Moneysmart Gen Z Financial Behaviours Report 2026 mencatat 63 persen responden Gen Z menggunakan media sosial untuk mencari informasi keuangan.

Sebanyak 52 persen memercayai influencer, sedangkan 64 persen memercayai platform kecerdasan buatan (AI). Gen Z juga mencari panduan melalui sumber profesional serta berdiskusi dengan keluarga atau teman.

Saat menerima saran finansial dari internet, mereka perlu memeriksa kredibilitas sumber dan membandingkan informasi sebelum mengambil keputusan terkait uang.