Liputan6.com, Jakarta - Layanan kereta api nasional Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Rail, akhirnya siap mengangkut penumpang pada 2026. Layanan itu direncanakan dan dibangun selama hampir dua dekade.
Proyek itu diyakini akan mengubah cara orang berpindah antardaerah dan menetapkan tolok ukur baru untuk perjalanan antar-kota di negara tersebut. Selama ini, pergerakan masyarakat bergantung pada mobil.
Dengan kereta api, pergerakan diyakini akan lebih dapat diprediksi waktunya, koneksi transportasi umum terintegrasi, dan lebih bersih daripada jalan raya yang padat. Mengutip Gulf News, Selasa (30/12/2025), Etihad Rail membentang sepanjang 900 kilometer, dari Al Sila di wilayah barat Abu Dhabi hingga Fujairah di pantai timur.
Advertisement
Jaringan itu akan menghubungkan 11 kota dan wilayah di ketujuh emirat, termasuk Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Al Ruwais, Al Mirfa, Al Dhaid, dan Ras Al Khaimah. Jalur kereta api ini dikembangkan secara bertahap.
Operasi angkutan barang dimulai pada 2016 dengan pengangkutan belerang antara Shah, Habshan, dan Ruwais. Pada 2023, jaringan nasional lengkap yang menghubungkan semua emirat telah selesai, memungkinkan pergerakan barang lintas negara.
Layanan penumpang adalah bagian domestik terakhir dari rencana tersebut, dengan fase selanjutnya yang membayangkan jalur kereta api di seluruh wilayah GCC yang lebih luas. Etihad Rail memperkirakan waktu perjalanan antara Abu Dhabi dan Dubai hanya 57 menit, 70 menit antara Abu Dhabi dan Ruwais, dan 105 menit antara Abu Dhabi dan Fujairah.
Kereta akan beroperasi dengan kecepatan hingga 200 km per jam, memangkas waktu perjalanan sekitar sepertiga dibandingkan dengan mengemudi.
Etihad Rail Gunakan Gerbong Kereta Buatan China dan Spanyol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458303/original/013131100_1767076380-000_97C78K.jpg)
Layanan penumpang akan menggunakan dua model kereta. Gerbong CRC buatan Tiongkok akan mengangkut sekitar 365 penumpang, sementara gerbong CAF buatan Spanyol akan menampung sekitar 369 penumpang. Terlepas dari perbedaan desain kecil, kedua model tersebut memiliki tata letak tiga kelas yang sama.
Kelas Ekonomi memiliki tempat duduk berhadapan berwarna abu-abu gelap, dirancang untuk perjalanan jarak pendek dan menengah. Kelas Keluarga menawarkan tempat duduk berhadapan dengan meja bersama yang lebih besar, ditujukan untuk perjalanan kelompok.
Kelas Pertama menyediakan tempat duduk yang lebih lebar dan dapat disesuaikan yang berfokus pada kenyamanan. Semua kabin dilengkapi dengan penyimpanan bagasi di atas kepala, meja lipat di belakang kursi, dan ruang khusus untuk bagasi yang lebih besar.
Setiap kereta dapat mengangkut hingga 400 penumpang, dengan beberapa layanan dijadwalkan setiap hari setelah operasi ditingkatkan. Volume penumpang diproyeksikan mencapai 36,5 juta per tahun pada 2030.
Advertisement
Titik-titik Stasiun Etihad Rail
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5212291/original/025676700_1746608442-izzat-sofian-1Yd1URmvQ2E-unsplash.jpg)
Stasiun penumpang utama direncanakan berada di Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, dan Fujairah, dengan desain yang terinspirasi oleh warisan Emirat dan fasilitas yang mencakup ruang tunggu, gerai ritel, dan fasilitas ramah keluarga. Di Abu Dhabi, stasiun-stasiun direncanakan berada di Pulau Reem, Pulau Saadiyat, Pulau Yas, dan dekat koridor Mussafah dan Mohammed bin Zayed City.
Stasiun utama Dubai sedang dibangun di dekat Stasiun Metro Jumeirah Golf Estates, dengan stasiun lain yang direncanakan di dekat Al Jaddaf dan Bandara Internasional Al Maktoum. Stasiun Sharjah akan berada di dekat University City, sementara stasiun penumpang pertama Fujairah berada di Sakamkam.
Seluruh stasiun-stasiun Etihad Rail diintegrasikan dengan jaringan metro dan bus, bersama dengan pilihan mobilitas bersama seperti skuter listrik dan sepeda. Tujuannya adalah untuk mengurangi hambatan di awal dan akhir perjalanan, salah satu kelemahan umum kereta antar kota di tempat lain.
Â
Berapa Harga Tiket Kereta Etihad Rail?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552222/original/029136100_1629976669-1.jpg)
Penumpang akan memasuki stasiun melalui gerbang elektronik pintar dengan memindai tiket. Pemesanan dirancang agar diprioritaskan secara online, didukung oleh mesin penjual tiket di stasiun.
Pilihan pembayaran akan mencakup uang tunai, kartu debit dan kredit, serta Apple Pay. Kartu kredit tidak akan diterima, menyusul kesepakatan untuk mengintegrasikan tarif Etihad Rail dengan sistem transportasi umum Dubai yang sudah ada. Namun, harga tiket belum diumumkan, begitu pula jadwal akhir atau detail tarif transportasi penghubung, yang diprediksi baru akan diumumkan menjelang peluncuran.
Lebih dari itu, proyek Hafeet Rail UEA-Oman akan menghubungkan Sohar ke jaringan kereta api UEA, mengurangi waktu perjalanan antara Sohar dan Abu Dhabi menjadi sekitar 1 jam 40 menit. Bersamaan dengan jaringan ini, proyek kereta api berkecepatan tinggi terpisah sedang dikembangkan.
Layanan akan menghubungkan Abu Dhabi dan Dubai dalam waktu sekitar 30 menit dengan kecepatan hingga 350 km per jam. Proyek yang diluncurkan pada 2025 itu akan beroperasi dengan stasiun khusus dan diposisikan sebagai koridor premium ultra-cepat, bukan sebagai pengganti jaringan penumpang yang lebih luas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4441276/original/033650900_1685014524-Infografis_SQ_Uji_Coba_Kereta_Cepat_Jakarta_Bandung.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458302/original/073014700_1767076379-000_97C732.jpg)