Liputan6.com, Jakarta Gelaran Parade Wastra Nusantara 2025 jadi ajang unjuk pesona kain tradisional dari berbagai daerah. Salah satu yang mencuri perhatian adalah wastra khas Tarakan, Kalimantan Utara. Bukan sekadar kain, wastra Tarakan mencerminkan simbol sejarah, filosofi alam, dan identitas masyarakat pesisir.
Wali Kota Tarakan, Khairul, menegaskan bahwa batik Tarakan berbeda karena sarat nilai budaya. Motifnya banyak terinspirasi dari alam pesisir pakis, burung, ombak, hingga perahu nelayan.
“Batik Tarakan ini tidak hanya produk kerajinan, tapi mengandung nilai budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
Advertisement
Didukung oleh Pemerintah Kota Tarakan dan Dekranasda Kalimantan Utara, Desainer senior Wignyo Rahadi menghadirkan koleksi bertajuk Exotica, yang memadukan batik dan tenun khas Tarakan. Koleksi ini menjadi selebrasi akan kekuatan visual wastra Kalimantan Utara, dari motif yang besar dan berani hingga warna-warna kontras seperti merah, kuning, dan biru cerah.
Salah satu hal paling menarik dari koleksi Exotica adalah bagaimana Wignyo mengangkat motif-motif khas dari Tarakan ke dalam siluet busana kontemporer. Setiap motif tak hanya memikat dari sisi visual, tapi juga membawa narasi budaya yang kaya makna.
Filosofi Motif Wastra Tarakan
- Motif Gedabang atau Sa’ung: Terinspirasi dari topi khas suku Dayak dan Tidung yang biasa dikenakan saat berladang atau melaut. Bentuknya dipadukan dengan ornamen rumah bangsawan, menciptakan kesan tradisional yang kuat namun elegan.
- Motif Semandak Gedabang: Menggambarkan kisah seorang gadis yang membuat anyaman topi dalam semalam demi cinta. Motif ini memadukan kekuatan cerita rakyat dengan simbol ketekunan dan harapan.
- Motif Kapah: Diambil dari bentuk kerang besar yang hidup di pesisir Tarakan. Melambangkan kekayaan alam laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
- Motif Tabur Bintang: Ornamen berbentuk bintang yang ditaburkan seperti hiasan dari potongan logam atau kain. Bintang melambangkan kesucian dan arah tujuan yang mulia.
- Motif Batug Semandak: “Batug” berarti anyaman, “Semandak” adalah gadis muda. Motif ini sering muncul pada tikar tradisional dan dimaknai sebagai lambang masa depan yang indah.
- Motif Pakis atau Kujau: Simetris dan terinspirasi dari bentuk pakis yang banyak tumbuh di Tarakan. Memberi kesan keseimbangan, keakraban, dan keharmonisan hidup.
Semua motif tersebut menjadi bagian dari upaya Wignyo dalam merespon tantangan desain: bagaimana memadukan kekayaan lokal dengan kepekaan fashion global.
Di antara deretan wastra yang memikat, hadir kain khas Tarakan, Kalimantan Utara, yang bukan sekadar busana, melainkan cermin identitas masyarakat pesisir.
Advertisement
Generasi Muda Jadi Penggerak Pelestarian
Tak hanya para ibu, generasi muda Tarakan juga ikut bergerak. Melalui kurikulum lokal sejak TK hingga SMA, anak-anak dikenalkan pada budaya batik dan tenun. Kaum muda bahkan aktif mempromosikan wastra Tarakan lewat media sosial dan ikut dalam pameran-pameran.
“Sekarang batik Tarakan tak hanya dipakai di acara resmi, tapi sudah jadi busana sehari-hari dengan berbagai desain modern,” jelas Khairul.
Perjalanan wastra Tarakan juga tak lepas dari dukungan Pemkot. Mulai dari pelatihan pewarnaan alami, pemasaran digital hingga kewajiban ASN mengenakan batik Tarakan setiap Kamis. Bahkan, produk UMKM Tarakan kini sudah menembus pasar internasional, termasuk Jepang dan Eropa.
Kolaborasi dengan desainer nasional juga terus dilakukan, salah satunya bersama almarhum Barli Asmara dan Wignyo Rahadi. Dukungan dari Dekranasda serta perusahaan BUMN memperkuat posisi wastra Tarakan di kancah nasional.
(*)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)