Model Investasi Properti Inklusif Berbasis Gotong Royong dari Koperasi Digital Propertree

Koperasi dengan potensi gotong royongnya belum banyak dimanfaatkan sebagai instrumen investasi yang relevan bagi generasi melek digital.

Diperbarui 21 Juli 2025, 01:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi alternatif, terutama properti, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebagai pilihan investasi jangka panjang yang aman dan berdampak. Sepanjang 2024, sektor properti menyumbang Rp122,9 triliun atau 7,2 persen dari total realisasi investasi nasional, menempati peringkat keempat sebagai penyumbang investasi terbesar, khususnya dari subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.

Di sektor properti, kebutuhan terhadap hunian, ruang usaha, dan lahan terus meningkat, tapi akses kepemilikan maupun keterlibatan investasi masih didominasi kelompok tertentu. Di sisi lain, koperasi dengan potensi gotong royongnya belum banyak dimanfaatkan sebagai instrumen investasi yang relevan bagi generasi melek digital. Padahal, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, hingga 2024 tercatat lebih dari 130.000 koperasi aktif di Indonesia, yang menandakan besarnya potensi transformasi koperasi ke arah digital.

Koperasi Digital Propertree hadir sebagai koperasi digital pertama di Indonesia yang menunjukkan bagaimana koperasi telah naik kelas dengan menawarkan akses investasi yang lebih inklusif, transparan, dan mudah dijangkau melalui sistem simpanan koperasi berbasis aplikasi.

“Di Koperasi Digital Propertree, kami percaya investasi seharusnya menjadi sarana pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Melalui transformasi digital, kami telah membuktikan bahwa koperasi bisa naik kelas dan tetap relevan dengan instrumen investasi masa kini.

Didukung oleh skema koperasi yang legal, diawasi, dan mengusung tagline MAJU (Mudah, Aman, Jelas, Untung), kami menghadirkan akses investasi properti yang aman, transparan, serta memberikan manfaat ekonomi nyata dan rasa kepemilikan bagi seluruh anggota,” kata Mardhianda Wira Padma, CEO Propertree Investasi dan Pengurus Koperasi Digital Propertree (KDP).

 

Menjaga Kepercayaan Anggota

Selain itu, anggota koperasi juga mendapatkan keuntungan simpanan yang kompetitif, dengan imbal hasil jauh di atas deposito dan obligasi yang rata-rata hanya 7% per tahun. Pembagian margin simpanan dilakukan secara rutin setiap bulan, ditambah berbagai benefit lainnya seperti diskon khusus untuk produk dan layanan di dalam ekosistem Propertree.

Bukan hanya berorientasi pada keuntungan finansial, model investasi koperasi digital yang diusung Koperasi Digital Propertree juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Koperasi Digital Propertree berkontribusi terhadap SDG 1 (No Poverty), SDG 8 (Decent Work & Economic Growth), dan SDG 10 (Reduced Inequalities), dengan membuka akses investasi yang lebih luas, mendorong aktivitas ekonomi berbasis komunitas, dan memperkecil kesenjangan akses terhadap instrumen investasi formal.

Demi menjaga kepercayaan anggota, seluruh simpanan hanya dialokasikan untuk proyek-proyek dalam ekosistem properti yang telah melalui proses kurasi ketat, termasuk verifikasi legalitas, kelayakan bisnis, dan kredibilitas pengelola proyek.

“Koperasi Digital Propertree hadir dengan memadukan stabilitas aset properti dan kekuatan gotong royong koperasi dalam satu solusi investasi jangka panjang yang inklusif, berdampak, serta relevan bagi masyarakat,” pungkas Mardhianda.