Sukses

Nostalgia Retrograde Era 1970 di Koleksi Studio 133 Biyan

Liputan6.com, Jakarta - Desainer kenamaan Biyan Wanaatmadja kembali mempresentasikan koleksi Spring/Summer 2023 dari lini mode siap pakai Studio 133 Biyan untuk wanita dan pria pada Senin, 21 November 2022. Di koleksi ini, Biyan bertumpu pada semangat era 1960 dan 1970-an yang menyerukan kebebasan berekspresi dan perayaan merdeka tanpa batas.

"Nostalgia sebuah kenangan masa lalu jadi awal mula gagasan untuk koleksi Spring/Summer Studio 133 Biyan kali ini," ia mengatakan saat konferensi pers sebelum peragaan busana di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin, 21 November 2022.

Tema retrograde bermakna menjalani pola kehidupan manusia baru. Biyan seolah ingin berlari dan bermain dengan perpaduan antara lini masa lalu yang bersanding dengan elemen kontemporer.

Ia mengeksplorasi material, corak, dan garmen yang dilebur dalam semangat jiwa muda. Selain, juga direfleksikan dalam panduan tidak berarah antara warna kontras dengan ornamen floral, tapi bermotif grafis untuk Studio 133 Biyan.

Ada pula perpaduan bahan renda dan satin print dengan denim yang tidak terduga. Padanannya menciptakan olahan baru yang begitu playful untuk koleksinya kali ini.

Seperti berselancar menjelajah ruang waktu, rangkaian busana teranyar desainer Indonesia ini juga menampilkan ornamen-ornamen tanpa batas. Para pecinta fesyen bisa menemukan bunga daisy, garis optikal yang groovy, dan corak motif floral yang begitu pop di era 1960 dan 1970-an. 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Detail Koleksi

Semua tampilan itu dicetak di atas bahan satin silk maupun katun yang ringan, menjadi terjemahan untuk koleksi ini bersama material lain, seperti organza silk, renda, denim, jakquard, dan nylon.

Dengan mudah, pandangan mata dikejutkan palet warna terang, seperti merah muda, kuning, jingga, biru, ecru, hitam,navy, dan army green yang bernuansa retro khas. Begitu juga dengan pola bentuk mini, halter, bralette, tunik, pajama-styled, celana, boxy top, maxi dress, oversized-shirt, kombinasi patchwork, dan embllishment lain yang disempurnakan dengan anting-anting.

Kalung, mary jane pumps shoes, dan oxford shoes pun berbaris beriringan untuk koleksi busana wanita dan pria di koleksi terbaru Studio 133 Biyan.  Komposisi dan sentuhan tipografi Studio 133 membuat koleksi ini tetap memiliki daya pakai keseharian yang nyaman.

Jadi sebuah kontemplasi yang ceria nan tidak terduga, namun terarah. Pada akhirnya, dalam keseharian yang hiruk pikuk, Biyan ingin memberikan setitik kesegaran dengan bersenang-senang sejenak dalam nostalgia retrograde. 

3 dari 4 halaman

Renjana

Sebelumnya, desainer Biyan Wanaatmadja sempat mempersembahkan karya teranyar untuk label utamanya  dalam koleksi womenswear Spring/Summer 2023. Bertajuk "Renjana,"  koleksi yang diperagakan secara luring ini mengeksplorasi sederet busana yang memadukan balutan luapan rasa dan cinta kasih menggunung selama masa pandemi.

"Akhirnya bisa memulai lagi mengadakan show secara onsite. Secara virtual selama dua tahun terakhir tetap mengadakan, tapi semua sangat berbeda karena kebutuhan untuk berinteraksi satu dan lain and that's how fashion should be," sebut Biyan di konferensi pers pada 11 Juli 2022.

Biyan mengungkap, saat mendapat kesempatan kembali menggelar peragaan busana secara offline, diriinya membayangkan pertunjukan terselenggara di ruangan serba tertutup dengan high ceiling. Ia pun ingin spot tersebut dilengkapi tak banyak ornamen berlebihan.

Nuansa tersebut sukses tercipta pada peragaan busana dalam kesan temaram jingga dan pencahayaan yang terpusat pada runway melebar dan kubus-kubus berjejer memanjang di kedua sisi landasan pacu. 

4 dari 4 halaman

Eksplorasi Wastra

Masa pandemi ikut menjadi momen refleksi sekaligus produktif berkarya bagi Biyan. Desainer yang sempat mengambil Fashion Technical Course di The Muller & Sohn Private Mode Schule Dusseldorf, Jerman ini menyampaikan fesyen seperti lingkaran yang selalu berputar, seperti halnya kehidupan.

"Ketika harus hidup di tengah segala sesuatu yang terbatas, kita dihadapkan dua pilihan, either move on atau komplain. Saya banyak sekali bekerja di perpustakaan, browse buku-buku kuno yang sudah tidak diterbitkan lagi, mencoba cari referensi. Buku-buku itu sejarah tentang peradaban, kostum, tradisi, dan di situ mulai tumbuh kerinduan melihat koleksi kain saya," Biyan menambahkan.

Haltersebut yang membuatnya kembali mengeksplorasi wastra Nusantara yang begitu kaya dan sekaligus menjadi inspirasinya pada koleksi musim panas 2023 ini. Suguhan ini sejalan dengan makna "Renjana" yang juga diusungnya.

"Renjana bermula dari suatu bahasa yang ada di dalam yang tidak kita sadari ada sebuah kerinduan dan perpaduan kerinduan cinta dan kasih," katanya lagi.

Biyan menghadirkan berbagai patterns pada koleksi ini. Desainer yang juga lulusan The London Collage of Fashion ini menjahit corak tenun ikat Sumba, motif tampang Lampung, corak polkadot dan motif garis yang bersatu jadi susunan cerita kolase wastra individual.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.