Sukses

Keseruan Playfest 2022, Bincang Kreativitas hingga Music Experience

Liputan6.com, Jakarta - Playfest 2022 telah terselenggara pada Sabtu, 17 September 2022 di Istora Senayan, Jakarta. Gelaran yang kembali dilaksanakan secara offline ini mengusung tema "Reactive Your Sense", sebagai wadah interaksi dan kolaborasi guna mengembangkan imajinasi dan kreativitas.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, ada beragam keseruan yang terjadi di Playfest 2022 yang menggabungkan Ideas Collaboration, Creatalks, dan Music Experience. Sederet agenda yang disuguhkan juga sebagai media berbagi pengetahuan, pengalaman, hingga perspektif baru.

Sesi Ideas Collaboration dan Creatalks diramaikan dengan para pembicara terbaik di bidangnya, seperti Dimas Djayadiningrat, Muklay, Raja Siregar, Hana Madness, Michele Alex, Leonardy, Parti Gastronomi, dan Daniel Surya serta Natasha Surya. Ada pula Bella Panggabean, Vania Herlambang, Jovial Da Lopez, Andovi Da Lopez, Devan, Erika Richardo, Samuel Ray, Flora Tobing, Max Mandias, Aldo Giustino, dan Haydira Prilly Ananza.

Di area tersebut, pengunjung diajak merasakan berbagai bentuk kolaborasi instalasi, meliputi Virtual Scenography, Ruang Tenang, Ruang Rasa, Ruang Misteri, dan sesi Speak Through Art. Salah satu pembicara Dimas Djayadiningrat mengisi sesi Creatalks.

Pria yang akrab disapa Dimas Djay ini berkisah mengenai pengalaman dan karyanya yang dikenal 'nyentrik' dan super random. Mulai berkarier sejak 1996, ia mulanya tak punya latar belakang cinematography, yang kini mengantarkannya jadi seorang film director. Namun, Dimas Djay tetap memilih untuk belajar secara otodidak. Di setiap karyanya, ia selalu membawa unsur kebudayaan Indonesia.

"Bahwa cita-cita saya bikin film atau iklan berunsur kebudayaan Indonesia adalah, saya ingin membawa lokalitas indonesia next level. Tak terbatas pada tari-tarian saja, tapi termasuk perilaku masyarakat Indonesia, hal-hal yg sifatnya sosial, termasuk dengan logat, dan lainnya. (Namun) membawa ke-Indonesiaan ini juga harus kontekstual, bukan hanya ingin saja. Intinya harus worth it," ungkap Dimas.

Ia juga berbagi tiga pilar penting yang dipegangnya selama ini, yakni conceptual idea, discipline crafting, dan clear communication. Dimas Djay juga membocorkan salah satu tips untuk mendapatkan potensial fans atau buyer dengan cara membuat creatively good storytelling.

Dimas lantas menutup sesi Creatalks dengan satu quotes andalannya, "Overthinking Kills Your Happiness". Lewat quotes itu, Dimas mengajak pengunjung untuk tak terlalu overthinking dan lekas memulai apa yang hendak mereka mulai.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Ideas Collaboration Bersama Hana Madness

Selain itu, salah satu sesi Ideas Collaboration adalah dengan Hana Madness yang mengusung tema "Speak Through Art". Adapun tema ini menyajikan pengalaman bagi para peserta untuk menyalurkan passion dan perasaan mereka melalui lukisan dan sesi intimate talks bersama Hana.

Baginya, seni menjadi medium untuk dapat memberdayakannya, punya kekuatan yang luar biasa dalam menyelamatkan hidupnya. Hana memanfaatkan seni sebagai medium untuk menyuarakan isu kesehatan mental.

Karena baginya, orang dengan disabilitas mental tetap utuh dan valid. Seni menjadi identitas bagi Hana, karena baginya, bagi penyandang disabilitas mental berhak mendapat fasilitas kesehatan, bebas dari stigma dan diskriminatif, serta kewajiban untuk tetap berkontribusi di masyarakat.

Pada sesi ini, peserta disediakan art kit berupa kanvas dan cat akrilik, lalu diberi kesempatan untuk berkreasi sesuai dengan perasaan yang sedang dirasakan. Lukisan para peserta pun di akhir sesi juga dapat dibawa pulang oleh para peserta. Sebagai penutup, Hana menyampaikan siapapun yang sedang berjuang dengan kesehatan mental atau kesehatan fisik, jangan takut untuk tetap jadi diri sendiri dan tetap melakukan yang terbaik.

3 dari 4 halaman

Daniel Surya

Dalam agenda Creatalks, pemaparan Daniel Surya bertajuk "Metaverse: The Land of Tomorrow". Daniel menuturkan soal potensi kehidupan metaverse di masa depan. Hal tersebut dilihat dari semakin banyaknya konten yang kini didesain semakin real sehingga, di masa depan, kita akan hidup di dunia metaverse, alias melihat dunia dengan cara 3D.

"Metaverse ini akan jadi interaksi internet masa depan. Sesederhana profile pictures kita yang akan jadi 3D, atau dikenal juga dengan avatar," ungkap Daniel.

Co-founder WIR Group ini kemudian mengajak audience membayangkan, bagaimana aktivitas berjalan-jalan nanti bisa dilakukan menggunakan VR (virtual reality). AR & VR punbakal semakin dekat dan familiar dengan audience.

Meski begitu, Daniel Surya mengingatkan, dunia metaverse ini juga punya tantangan: ruang ini rentan dipakai untuk hal-hal yang kurang positif, seperti pornografi. Di akhir sesi, Daniel menyajikan video penutup yang menjelaskan bagaimana AR & VR bisa membantu perkembangan berbagai interest industries (media, game, women empowerment, tourism, marketing).

4 dari 4 halaman

Music Experience

Danilla Riyadi dan Maliq & D'Essentials menjadi dua di antara pengisi acara Music Experience Playfest tahun ini. Selain mereka berdua, ada The Adams, Kunto Aji, Pensi dari Andovi dan Jovial da Lopez, Kahitna, serta Feel Koplo yang tampil pada malam harinya.

Danilla membawakan beberapa lagu andalannya, seperti Berdistraksi, Senja di Seberang Nusa, Berat Badan, dan Di Mana. "Nama saya Danilla Riyadi, dan sampai sekarang masih banyak orang yang men-judge saya sebagai perempuan tidak benar. Dan saya akan bawakan lagu berjudul MPV untuk para judgemental," ucap Danilla, lalu lanjut melantunkan lagu MPV.

Penonton semakin larut dalam syahdunya sore, saat Danilla membawakan hitsnya, Ada di Sana. Setelah Danilla, Maliq & D'Essentials lanjut menggoyang sore di Istora dengan tak kalah syahdu. Penampilan Maliq dibuka dengan tembang Memori, yang serentak diikuti sing along ribuan penonton. Sore makin semarak setelah satu per satu hits Maliq & D'Essentials dibawakan, seperti Senja Teduh Pelita, Terdiam, Dia, dan Himalaya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.