Sukses

Gaya Emak-Emak Pamer Perhiasan Emas Usai Pulang Haji

Liputan6.com, Jakarta - Ada saja konten di media sosial yang menarik perhatian setiap harinya. Salah satu yang baru-baru ini viral adalah video memperlihatkan jemaah haji, yang disebut berasal dari Sulawesi Selatan, tampil nyentrik saat pulang ke Tanah Air.

Pada sebuah video yang dibagikan akun TikTok @ravidhams, terlihat para jemaah haji wanita sibuk berdandan. Di rekaman tersebut, tampak emak-emak asyik bersolek, serta mengenakan baju warna-warni, lengkap dengan perhiasan emas sebagai aksesori, dari gelang, kalung, hingga anting.

"Jemaah haji Bugis Makassar enggak ada lawan bestie wkwkwk," tulis si pemilik akun TikTok yang diduga sebagai awak kabin tersebut. Video ini pun mengundang ragam reaksi dari penghuni jagat maya. Salah satunya berkomentar, "Buset toko emas pindah ke pesawat."

"Percayalah klw di kampung mereka terlihat anggunly dan slayyy," yang lain menyambung. Ada juga warganet yang mengatakan bahwa itu merupakan hal yang biasa di Sulawesi Selatan. Ia menulis, "Bugis emas segunung juga di pake kalo ada. Bismillah nularrrrr."

Terdapat pula pengguna yang berkomentar, "Hahaha. Mau heran tapi saya orang Bugis dan keluargaku banyak begitu, terutama nenek puangku. Untung ibuku tidak begitu pas pulang haji dulu." Sementara yang lain menulis, "Mau heran, tapi mamaku dari 2004 rombongan nya juga begini."

Per akhir pekan lalu, melansir kanal News Liputan6.com, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyatakan, proses pemulangan jemaah haji 2022 sudah mencapai 50 persen. Diharapkan tidak ada kendala dalam proses pemulangan sehingga jemaah bisa kembali ke Tanah Air dengan sehat dan selamat.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pemulangan Jemaah

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief mengatakan, PPIH Pusat dan Arab Saudi mengevaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, khususnya di tahapan akhir. "Oleh karena itu, 50 persen lagi (pemulangan jemaah haji) akan terus berjalan hingga pertengahan Agustus," kata Hilman.

Ia menyambung, "Kita ingin mengawal proses pemulangan jemaah jangan sampai ada kendala lagi, baik ada keterlambatan, ada jemaah pergi ke mana-mana tidak ada koordinasi, atau kita mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan."

Pihaknya juga membahas simulasi jika terjadi keterlambatan kepulangan jemaah haji, baik pesawat, pengaturan tas, dan kapasitas bus mengenai koper jemaah. "Itu hal-hal yang sebelumnya tidak sempat terbaca secara detail, tapi dengan pengalaman yang ada, kami sudah melakukan antisipasi-antisipasi," kata Hilman.

Hilman mengatakan, pemulangan jemaah haji gelombang 1 selesai dan pemberangkatan ke Tanah Air jemaah haji gelombang 2 dimulai. Jemaah gelombang 1 pulang melalui bandara di Jeddah dan gelombang 2 melalui bandara di Madinah.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 
3 dari 4 halaman

Antisipasi Barang Bawaan

Kanal Islami Liputan6.com melaporkan, jemaah haji dari Makkah terus diberangkatkan ke Madinah. Kepala Seksi Transportasi Daker Makkah Asep Subhana mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi agar barang bawaan jemaah haji bisa terangkut ke dalam bus.

"Terkait barang bawaan jemaah, koper besar, koper kecil, dan barang lainnya, kita sudah antisipasi, sudah mitigasi bagaimana pola penanganan barang bawaan jemaah tersebut. Namun demikian, kita tidak bisa melarang jemaah membeli oleh-oleh, bawa barang sebanyak banyaknya, baik dari Madinah ataupun dari Makkah," kata Asep.

Per Selasa (2/8/2022), pihaknya hanya mengirim dua truk yang terdiri dari satu truk isi koper dan satu truk lainnya berisi setengah koper barang bawaah jemaah dari Makkah ke Madinah.

Ia berkata, "Alhamdulillah dengan kerja keras teman-teman yang kita namakan teman-teman tim buser. Bila ada penanganan massa di lapangan kita terjunkan mereka, tata ulang koper-koper, bila koper kurang rapi kita bongkar, sehingga penataan menjadi maksimal optimal."

4 dari 4 halaman

Evaluasi

Jika tetap ada barang-barang yang memang sudah ditata sedemikian, tapi tidak terangkut juga, truk akan disiapkan. PPIH akan negosiasi dengan perusahaan bus. "Karena memang terus terang, transportasi tidak menyediakan anggaran angkutan truk barang bawaan jemaah ke Madinah atau dari Madinah ke Makkah, itu jadi tanggung jawab perusahaan bus, namun kita tetap negosiasi karena ia (pihak bus) mengatakan, bagasi kami besar, tolong tata dulu dengan baik," terang Asep.

"Tim buser ini menata dengan baik Alhamdulillah, sampai saat ini kita hanya mengirim satu truk, setengah ke Madinah. Alhamdulilalh, saya apresiasi tinggi, subuh-subuh sudah bangun, memonitor mana bus-bus yang bagasinya kecil. Subuh sudah saya gerakkan, cek-cek menata koper sedemikian menjadi rapi," sambungnya.

Asep mengatakan, nantinya akan ada evaluasi soal transportasi untuk jemaah haji di Tanah Suci. "Karena kita tidak bisa melarang jemaah yang berkeinginan belanja sebanyak-banyaknya. Apalagi, jemaah Makkah-Madinah ini ia menganggap belum pulang sehingga membawa barang-barang segala macam, ember, magic jar, semua barang dibawa berkarung karung, di luar dari kopernya dia," ujar Asep.

Asep menegaskan, untuk antarkota menggunakan 11 perusahaan atau syarikah bus dengan berbagai merek. "Alhamdulillah semua bus kita upgrade. Kita minta bus minimal 2017 bahkan 2020," ucapnya.