Sukses

Pria Berusia 55 Tahun Ikut Ujian Sebanyak 26 Kali Selama 40 Tahun untuk Masuk Kampus Impian

Liputan6.com, Jakarta - Kuliah di perguruan tinggi ternama merupakan keinginan semua orang. Tak sedikit akhirnya yang mencoba hingga beberapa kali untuk bisa masuk kampus impian mereka.

Liang Shi, seorang pria di China, mungkin di luar perkecualian. Lelaki berusia 55 tahun itu harus mengikuti ujian masuk kampus ke-26 kalinya. Hal itu dilakukan sejak ia lulus dari sekolah menengah, dilansir dari laman Yahoo News, Jumat (20/5/2022).

Banyak orang memberitahunya bahwa kemampuan ingatan akan menghalanginya mempelajari buku-buku teks, berbeda dengan mereka yang masih muda. Namun, ia bertekad mendapatkan nilai yang cukup tinggi pada ujian masuk kampus tahun ini untuk kuliah di Universitas Sichuan, yang pertama kali ia tidak lolos pada 1983.

Dia menggambarkan dirinya sebagai "masih muda" dan meyakinkan para pengkritiknya. Ia mengatakan tidak memiliki masalah dengan belajar di usianya.

"Saya baru berusia 55 tahun, dan saya masih muda. Saya tidak mengalami kesulitan mempelajari sejarah dan geografi sejauh ini," kata Liang dalam sebuah video yang diunggah ke Weibo, semacam Twitter di Tiongkok.

Ujian gaokao, yang diterjemahkan jadi "ujian tinggi," adalah tes masuk perguruan tinggi standar tahunan China dan biasanya diambil selama tahun ketiga dan terakhir sekolah menengah. Ini dikenal karena sulit.

Liang harus melewatkan ujian 14 kali karena pekerjaan dan kebijakan yang mengharuskan mahasiswa untuk tidak menikah dan berusia di bawah 25 tahun. Namun, kebijakan tersebut kemudian dihapus pada 2001.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pengusaha

Pada Juni tahun lalu, Liang mendapat skor 403 dari 750, sedangkan nilai minimum masuk untuk diterima di Universitas Sichuan adalah 521. Meski gagal untuk ke-25 kalinya, Liang bertahan dan mulai mempersiapkan ujian tahun ini.

"Keinginan untuk kuliah sangat kuat," kata Liang. "Saya akan terus mengambil gaokao sampai jadi jelas bahwa impian saya tidak dapat diwujudkan." 

Setelah gagal dalam ujian bagian sains selama bertahun-tahun, Liang memutuskan pindah jadi calon mahasiswa seni. Ia percaya mungkin lebih mudah untuk mempersiapkannya.

Pengguna online menjuluki Liang sebagai "gaokao Dingzihu," mengacu pada orang-orang yang tidak pernah meninggalkan rumah mereka atau menyerah, meski mengalami banyak kegagalan.

Liang saat ini memiliki perusahaan bahan bangunan di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya.

Nyatanya, ia tidak sendirian. Pada 2019, seorang pria Tionghoa berusia 72 tahun, Kang Lianxi, mengambil gaokao untuk terakhir kalinya setelah gagal sebanyak 19 kali.

Meski tidak mendapatkan nilai yang diharapkan, tekad Kang memotivasi beberapa siswa muda untuk percaya bahwa tidak ada kata terlambat untuk mencapai tujuan hidup.

 

3 dari 4 halaman

Tak Ingin Lulus

Sebelumnya, ada seorang nenek di China yang kuliah, meski usianya sudah 97 tahun. Dikutip dari laman South China Morning Post, nenek bernama Peng Nan yang nyaris berusia seabad itu mengambil konsep pembelajaran seumur hidup di kampus tempat ia belajar.

Ia memutuskan untuk tetap belajar tanpa mengenal istilah lulus. Padahal, nenek Peng Nan sudah menghabiskan waktu sekitar 32 tahun di bangku perkuliahan. Menurut media lokal China, nenek Peng Nan adalah siswa tertua di Wuhan, Provinsi Hubei.

Meski sudah mengambil banyak jadwal kursus dibanding siswa lain, nenek Peng Nan tetap pada pendiriannya untuk tidak mau lulus dari kampus. Salah satu alasan nenek Peng Nan sangat fokus belajar karena ia tak ingin terjebak dalam satu kebiasaan yang kerap dilakukan orang seusianya.

4 dari 4 halaman

Otak Harus Aktif

"Bermain kartu itu tidak baik untuk kesehatan. Belajar di universitas adalah cara yang baik bagi seseorang untuk menghabiskan waktu. Belajar dapat menambah pengetahuan kita," ujar nenek Peng Nan.

Sejak 32 tahun, nenek Peng Nan sudah menyelesaikan 20 kursus di luar mata pelajaran inti, termasuk kelas lukisan dan kaligrafi China. Pada 2018, nenek Peng Nan sudah siap untuk kembali belajar. Ia mendaftar ke setidaknya 10 mata pelajaran dalam satu tahun. Rata-rata ada tiga kelas yang ia hadiri dalam satu hari.

Selain gemar belajar, nenek Peng Nan juga aktif dalam menyampaikan kampanye yang mendorong kaum lansia untuk tetap aktif di usia tua. Jika diperhatikan, di bagian leher nenek Peng Nan terdapat kain putih dengan slogan yang berbunyi, "Otak orang tua harus tetap aktif. Anda harus belajar setiap hari."