Sukses

TikTok dan Studio Antelope Berkolaborasi Bikin Film Pendek Format Vertikal Pertama

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 mengubah cara orang menikmati film. Banyak dari penikmat menonton film favorit mereka via gawai masing-masing lantaran masih segan datang ke bioskop.

Merespons hal itu, TikTok Indonesia dan Studio Antelope berkolaborasi meluncurkan film pendek dalam format vertikal pertama. Film berjudul X&Y itu akan ditayangkan dalam enam seri, mulai 29 Maret hingga 4 April 2021.

"Penggunaan mobile phone yang semakin meningkat membuat kita terbiasa dan lebih nyaman melihat format video dalam bentuk vertikal," kata Jason Iskandar, sutradara film "X&Y" yang juga pendiri Studio Antelope, dalam jumpa pers virtual, Senin (29/3/2021).

Jason menyebut kolaborasi dengan salah satu platform media sosial untuk memberinya tantangan sekaligus kesempatan dalam membuat fim dengan format yang lebih ramping. "Tentunya memberikan pengalaman unik dan berbeda dibanding menonton film dalam format horizontal," tambah Jason yang juga pernah mendapatkan nominasi untuk film pendek di Festival Film Indonesia 2018.

Film X&Y mengangkat cerita romansa tentang Omar, merepresentasikan sumbu Y ternyata memendam rasa kepada Winda, si sumbu X yang ternyata mempunyai langkah ke arah yang berbeda. Film ini dibintangi oleh Jourdy Pranata yang berperan sebagai Omar, dan Arawinda Kirana sebagai Winda yang beberapa waktu lalu terpilih sebagai Aktris Pendatang Baru Terpilih di Piala Maya 2021.

"X&Y sendiri adalah cerita sederhana tentang remaja yang mengisahkan jatuh cinta dan patah hati, perjumpaan dan perpisahan, memaafkan dan melepaskan. Hal ini juga untuk menyadarkan bahwa kita itu hidup seperti sumbu X dan Y, kadang kita ada di titik yang sama dan ada kalanya kita berada di titik yang bersebrangan namun hidup tetap harus berjalan," jelas Jason.

Tidak hanya dibintangi aktor dan aktris profesional, film ini juga melibatkan kreator-kreator TikTok yang memiliki bakat di bidang akting. Mereka adalah Dwynna Win sebagai Chelsea, Avan The Love sebagai Mas Yos dan Giovani Divaldhi sebagai Vano. Lagu "Terpikat Senyummu" dari kreator musik Brigita Meilala yang merupakan original song dari TikTok menjadi soundtrack film ini.

 

 

2 dari 4 halaman

Tantangan Produksi

Pembuatan film dengan format vertikal memiliki tantangan. Jason menjelaskan perbedaan format membuat blocking para pemain sangat terbatas. Mereka harus menggunakan gestur tubuh dengan sebaik mungkin.

Di sisi lain, format film vertikal juga mendukung pengambilan gambar secara close up. Maka, ekspresi para pemain harus sangat diperhatikan. Lewat film tersebut, ia berharap bisa mengubah pola pikir penonton bahwa film juga bisa dinikmati dengan format vertikal.

Karya terbaru anak bangsa ini juga mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno.

"Saya ucapkan selamat, karena di tengah pandemi ini belum banyak orang yang percaya diri untuk menonton film ke bisokop lalu TikTok membuat gebrakan untuk para penikmat film terutama film Indonesia yang bisa disaksikan di platform TikTok," ujar Sandiaga. (Dinda Rizky Amalia Siregar)

3 dari 4 halaman

Para Pemburu Hantu

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: