Sukses

Cintai Bumi, Mari Kenali Konsep Ekonomi Sirkular

Liputan6.com, Jakarta - Berperilaku sirkular, menurut SCG Indonesia, adalah tentang menerapkan konsep make-use-return. Perusahaan konglomerasi di Asia Tenggara ini percaya bahwa ekonomi sirkular dapat dengan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Karena untuk tidak punya sampah sama sekali itu masih sulit. Setiap hari kita pasti menghasilkan sampah. Jadi, tinggal bagaimana mengatur pembuangan tersebut supaya menghasilkan gaya hidup sirkular," kata Presiden Direktur PT SCG Indonesia Pathama Sirikul di bilangan Jakarta Selatan, 22 Januari 2020.

Perputaran yang akhirnya tak hanya mengurangi, namun meniadakan pembuangan sama sekali dalam kegiatan sehari-hari ini sendiri telah diterapkan SCG dalam skala kecil maupun besar. Langkah sederhananya adalah pemilahan sampah di lingkungan 29 perusahaan yang berada dalam naungan SCG.

"Lalu, kami juga mendorong tidak menggunakan barang sekali pakai. Sebagai ganti, membiasakan menggunakan tumbler, bukan botol plastik sekali pakai, dan barang-barang seperti sedotan stainless," imbuhnya.

Menurut Pathama, penerapan ini bermaksud sebagai pembentukan kebiasaan yang merupakan dorongan utama dalam menerapkan ekonomi sirkular. "Dalam skala lebih besar, pabrik kami menerapkan sistem zero waste," sambungnya.

Asisten Deputi Bidang Koordinasi SDM, Sainstek, dan Budaya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi Nani Hendiarti menambahkan, mendukung gaya hidup ekonomi sirkular, pemerintah, demi mencapai target pengurangan 70 persen sampah pada 2025, akan membangun industri daur ulang yang memadai.

"Pihak pemerintah akan bergerak dari hulu. Karena untuk sukses, mekanisme dan infrastruktur harus disiapkan," ucapnya.

2 dari 3 halaman

SCG SD Symposium Indonesia 2020: Circular Economy, Collaboration for Action

Komitmen mendorong ekonomi sirkular sendiri merupakan semangat penggerak terlaksananya SCG Sustainable Development (SD) Symposium Indonesia 2020: Circular Economy, Collaboration for Action.

Country Director SCG Indonesia Wiroat Rattanachaisit mengatakan, forum global yang perdana digelar di Indonesia ini baru kali pertama diselenggarakan di luar Thailand.

Tujuan acara yang bakal dihelat pada 20 Februari 2020 di Ritz-Carlton Jakarta Mega Kuningan ini adalah saling berbagi pengalaman implementasi ekonomi sirkular, baik di bidang bisnis, birokrasi, dan komunitas.

"Kami punya pembicara-pembicara dari berbagai negara yang akan membahas tentang penerapan ekonomi sirkular dan nantinya juga bakal ada exhibition," kata Pathama.

Karenanya, sambung Wiroat, pihaknya tak sabar menanti kehadiran para pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dan tukar pengalaman di forum tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kedai Jus Bebas Sampah di India, Ganti Gelas Plastik dengan Kulit Buah
Artikel Selanjutnya
Tren Fesyen Ramah Lingkungan di Karpet Merah Oscar 2020