Sukses

Cari Solusi soal Literasi Bahasa Inggris Bisa Jalan-Jalan Berfaedah ke Shanghai, Mau?

Liputan6.com, Jakarta - Tahukah Anda bila Indonesia berada di posisi 51 dari 88 negara menurut indeks kemampuan Bahasa Inggris (English Proficiency Index) pada 2018? Posisi tersebut menempatkan Indonesia dalam kemampuan rendah, relatif jauh di bawah kemampuan Vietnam yang menduduki peringkat 41.

Padahal, penguasaan Bahasa Inggris bisa meningkatkan daya tawar seseorang. Misalnya, di bidang pariwisata yang makin gencar digenjot di mana-mana. Wisatawan mancanegara yang datang kebanyakan mengandalkan bahasa internasional tersebut untuk berkomunikasi dengan warga setempat.

Berangkat dari isu tersebut, lembaga pendidikan EF menggelar kompetisi EF 360. Materi tersebut menjadi studi kasus yang menuntut kreativitas para remaja yang masih duduk di bangku SMA.

Walau kreatif, solusi yang disampaikan mesti memenuhi enam poin penilaian, yaitu actionable, sustainable, measurable impact, feasibility, innovative, dan scalable. Sederhananya, berpotensi untuk diwujudkan dalam program bisnis nyata.

"360 itu artinya menyeluruh. Enggak hanya kreatif, tapi program yang diusulkan punya impact, skalanya luas, dan menyeluruh," kata Arditya Arfah, Direktur Marketing EF English Center for Kids and Teens, dalam acara media gathering, Kamis, 25 Juli 2019.

Tak perlu khawatir bakal menanggung beban seorang diri karena kompetisi mencari solusi tentang meningkatkan literasi Bahasa Inggris ini dilakukan secara berkelompok. Masing-masing terdiri dari tiga orang siswa dan seorang guru pembimbing.

"Kenapa harus ada guru pembimbing? Karena kita ingin sekolah menganggap ini kompetisi yang serius," sambungnya.

Kompetisi sudah dimulai sejak 15 Juli 2019 dan akan berakhir pada 31 Agustus 2019. Erdit mengatakan sejauh ini, sekitar 20 tim telah mendaftar dan mengajukan proposal terbaiknya lewat www.ef.co.id/creative360. Namun, mayoritas masih berasal dari sekitar Jabodetabek.

"Kami mengharapkan ada peserta dari kawasan Indonesia Timur juga. Masalah di sana tentu berbeda, unik, karena hambatan yang dimiliki juga berbeda," katanya.

 

 

 

 

2 dari 4 halaman

Entrepreneur Sejak Dini

Erdit menerangkan, proposal dikirimkan bersaman dengan pendaftaran. Wujudnya berupa esai maupun video berdurasi satu menit. Tak ada biaya yang dikenakan untuk semua tahapan.

"Proposal juga enggak harus dalam Bahasa Inggris. Jangan jadikan hambatan soal itu," katanya.

Lima finalis terpilih nantinya bakal mengikuti pembekalan di Jakarta dan sekitarnya selama empat hari. Materinya terbilang komprehensif, seperti bagaimana membuat rencana bisnis, rencana pemasaran, presentasi yang menarik, hingga menangani pelanggan.

"Semua untuk membuat business plan yang bagus," kata Andika Ekaputri, Enrollment Direktor, South East Asia, Hult International Business School.

Kompetisi tersebut, sambung Andika, bukan semata untuk mencari jalan keluar atas persoalan rendahnya kemampuan Bahasa Inggris di Indonesia. EF 360 ingin membangkitkan jiwa entrepreneurship para remaja yang jumlahnya kini sekitar 31 juta orang atau 12 persen dari total populasi.

Maka itu, para juri yang dipilih memiliki reputasi di bidang bisnis. Salah satunya adalah Frans Bona Simanjuntak yang mengelola kewirausahaan sosial. Ia merupakan pemenang Hult Prize pada 2012 dan mendapatkan donor senilai 1 juta dolar AS dari Bill Clinton Foundation.

"Sementara Ika (Fadilla Tourizqua Zain) merupakan lulusan Hult San Franscisco yang punya spesialisasi di bidang marketing technology. Karena sekarang, kita enggak bisa pisahkan marketing dan teknologi," ucap dia lagi sembari menambahkan para juri tersebut berpeluang menjadi mentor di masa depan.

3 dari 4 halaman

Jalan-Jalan Berfaedah

Tak hanya materi dengan bobot berat yang menanti, para finalis juga akan diajak bersenang-senang. Regional Director EF English Center for Kids and Teens, Elizabeth Maria menyatakan kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk menjalin jejaring dengan anak-anak SMA dari sekolah berbeda.

"Kita menganut paham work hard, play harder. Jadi nanti tentu aja ada acara senang-senangnya. Bakal movie night bareng, makan bareng," ucap perempuan yang akrab disapa Ibeth itu.

Sederet hadiah menggiurkan menanti para pemenang. Salah satunya beasiswa senilai 22 ribu dolar AS untuk melanjutkan studi di Hult International Business School. Lainnya adalah jalan-jalan ke Shanghai.

"Shanghai dipilih selain ada global office EF di sana, kota itu juga menjadi rumah banyak startup," ujarnya.

Para pemenang didampingi guru mereka akan diajak tur kantor pusat EF dan menemui para petinggi. Ada pula workshop dengan tim IT. Tentunya, ada waktu senggang untuk menikmati Shanghai.

"Ada jalan-jalannya pasti, supaya pulang dapat pengalaman berbeda," katanya. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Begini Cara Tangkap Ular Cobra dengan Galon Air Mineral
Loading
Artikel Selanjutnya
PKS Setuju Jika Pilkada 2020 Ditunda Akibat Wabah Corona
Artikel Selanjutnya
Pandemi Corona Meluas, Ini Rencana Bawaslu Semarang Jika Pilkada 2020 Ditunda