Sukses

Diajak Balik oleh Mantan? Tak Perlu Dituruti, Ini Sebabnya

Liputan6.com, Jakarta Putus cinta adalah hal yang yang menyakitkan. Butuh waktu lama untuk menyembuhkan lukanya. Lantas, bagaimana jika mantan merayu dan mengajak Anda untuk kembali?

Godaan ini tentu sulit diabaikan.Terlebih lagi, menurut artikel yang dilansir dari Psychology Today pada Kamis (10/11/2016), jika hal ini terjadi saat seseorang dalam fase pergolakan kekurangan zat dopamin yang diakibatkan oleh putusnya hubungan cinta.

Pertanyaannya, haruskah tawaran ini diterima? Jawabannya, ingat-ingat dulu alasan Anda putus. Kalau putusnya karena 5 hal di bawah ini, sebaiknya Anda tak mengiyakan ajakan mantan untuk kembali.

1. Anda pernah dilukai secara fisik

Kalau pasangan pernah melakukan kekerasan secara fisik, Anda tak perlu pedulikan alasan dan permintaan maafnya, sebab sekali kekerasan telah muncul di permukaan ia akan muncul kembali.

2. Putus karena masalah yang prinsip

Mungkin tiap orang berbeda pandangan dalam melihat suatu persoalan itu hal yang prinsip atau tidak, misalnya soal perbedaan agama, beda budaya keluarga, pautan usia yang terlalu jauh, dan sebagainya. Jika memang hal ini menjadi masalah Anda sejak awal, maka setelah putus rasanya tak perlu diperdebatkan lagi. Perbedaan semacam ini rentan konflik, dan biasanya kalau sudah putus akan sulit diperbaiki. Mungkin dia memang bukan jodoh Anda.

3. Kalau pasangan adalah tukang selingkuh

Kesalahan yang satu ini memang terbilang fatal. Itu artinya pasangan mengkhianati cinta Anda. Sekali ia selingkuh, ada kemungkinan akan terulang lagi. Kalau Anda sudah tak bisa lagi menaruh kepercayaan padanya, lupakan ajakan untuk kembali.

4. Ketika hubungan Anda dan dia tidak pernah bergerak maju

Sebuah hubungan mempunyai pergerakan maju yang alami. Kalau pada saat bersama si dia, hubungan cinta Anda tidak juga bergerak maju, dan ketika ia meminta anda kembali tetapi tidak menawarkan sesuatu yang baru, sebaiknya ajakan itu tak perlu diterima.

5. Pasangan memiliki tabiat buruk yang sukar diubah

Konon, ketika kita mencintai seseorang, kita harus bisa menerimanya apa adanya, baik buruknya. Sebab, kita tidak bisa berharap dia akan berubah karena kita. Jadi, jika pasangan punya kebiasaan buruk, umpamanya saja, pasangan adalah pecandu narkoba atau alkoholik, jangan harap ia akan berubah karena kita. Seseorang hanya bisa berubah karena dirinya sendiri, jika ia berkeinginan kuat untuk menghentikan kebiasaan buruknya.

BERANI BERUBAH: Bertani di Atas Masjid