Sukses

Catat, Tiga Festival Ini Berdekatan dengan Libur Lebaran

Liputan6.com, Jakarta Libur Lebaran merupakan momen terbaik untuk berwisata bersama keluarga dan teman tercinta. Banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi. Apalagi momen libur Lebaran tahun ini berdekatan dengan beberapa festival budaya yang akan digelar di beberapa daerah di Indonesia.

Persiapkan diri Anda sekarang, termasuk mempersiapkan keuangan karena tiga festival menarik ini bisa menjadi referensi libur Lebaran Anda bersama keluarga. Seperti disusun tim Liputan6.com, Kamis (16/6/2016), berikut tiga festival seni budaya yang akan digelar di tiga daerah berbeda di Indonesia yang berdekatan dengan momen libur Lebaran.

Festival Layang-layang Bali

foto: Balebooking.com

Festival layang-layang Bali atau yang dikenal dengan nama Bali Kites Festival merupakan ajang bertemunya seniman layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini Bali Kites Festival rencananya akan digelar antara Juli dan Agustus. Pemilihan waktu diselenggarakannya acara tersebut bukan tanpa sebab, pasalnya di bulan Juli dan Agustus Bali sedang berada dalam musim angin yang bagus.

Diramaikan dengan serangkaian acara menarik, gelaran ini difokuskan di sepanjang Pantai Padanggalak, dengan ratusan peserta bersaing menerbangkan layang-layang dengan desainnya yang menarik. Mulanya festival layang-layang yang digelar tiap tahun ini merupakan wujud rasa syukur kepada langit atas panen raya yang berlimpah. Namun seiring perkembangan, festival ini juga menjadi ajang kreativitas seniman layan-layang di Bali.

Festival Danau Kelimutu

Danau Kelimutu, Flores, Nusa Tenggara Timur. (komodotour.co.id)

Festival Danau Kelimutu tak hanya menampilkan keindahan tiga warna Kelimutu, tapi juga menyajikan berbagai atraksi budaya, pameran perdagangan dan industri kreatif masyarakatnya. Digelar sekitar Juli dan Agustus, kegiatan ini akan difokuskan di Desa Moni, Kabupaten Ende, Flores. Kegiatan yang rutin tiap tahun ini merupakan upaya mempromosikan wisata Danau Kelimutu, termasuk berbagai produk kreatifnya.

Festival dibuka dengan ritual Pati Ka Du’a Bapu Ata Matadari kelompok etnis Lio. Etnis ini percaya bahwa Danau Kelimutu merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi jiwa, tempat di mana semua jiwa kembali setelah perjalanan hidup yang panjang. Dalam ritual ini akan disajikan berbagai jenis makanan yang dipersembahkan untuk para leluhur. Secara umum festival ini digelar dengan tujuan untuk berdoa meminta berkat kesejahteraan, kesehatan, dan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.

Upacara Adat Tengger Yadnya Kasada Bromo

Masalah tiket menjadi problem besar bagi pariwisata Gunung Bromo.

Yadnya Kasada merupakan upacara yang kerap dilaksanakan masyarakat suku Tengger sebagai salah satu wujud persembahan kepada Sang Hyang Widhi. Upacara sakral ini digelar tiap tahun pada bulan Kasada hari ke-14 dalam penanggalan Jawa kuno.

Tahun ini Yadnya Kasada suku Tengger rencananya akan digelar pada pertengahan Juli. Yadnya Kasada sendiri memiliki makna mendalam yang bertujuan untuk mengharapkan berkah, menjauhkan malapetaka, dan sebagai wujud rasa syukur atas berkah yang diberikan Tuhan kepada masyarakat suku Tengger. Upacara ini juga akan diramaikan dengan berbagai hiburan menarik, salah satunya adalah Jazz Bromo, yang akan diramaikan musikus jazz Tanah Air.