Sukses

7 Hal Unik yang Bisa Anda Temukan saat Berwisata ke Minahasa

Liputan6.com, Minahasa Hampir semua orang mengenal Manado sebagai ibukota Sulawesi Utara. Bukan hanya kulinernya saja yang terkenal, namun perempuan Manado juga terkenal memancarkan pesona kecantikan khas nusantara. Namun ternyata ada banyak pesona tersembunyi lainnya di Sulawesi Utara, salah satunya di Minahasa Tenggara.

Infrastruktur pariwisata terutama transportasi menuju Teluk Buyat Minahasa Tenggara memang masih terbatas. Bahkan bisa dikatakan sulit dan cukup merogoh kocek dalam. Untuk bisa menuju Pantai Lakban dan Teluk Buyat di Kecamatan Ratatotok, wisatawan perlu berganti transportasi umum beberapa kali hingga mencapai Ratatotok. Biasanya transportasi utama adalah bus dan bentor. Terkadang ada juga yang menumpang menggunakan kendaraan bak terbuka.

Sebenarnya jarak dari Manado ke Minahasa Tenggara tidak terlalu jauh. Hanya berjarak sekitar 100 kilometer yang dapat ditempuh selama tiga hingga empat jam saja jika kondisi jalan lancar dan cuaca cerah. Pengalaman wisatawan menyusuri jalan di Sulawesi Utara tak berbeda jauh saat menuju Puncak atau Cianjur. Kondisi jalan didominasi dengan kelokan serta medan yang naik turun. Namun harus tetap ekstra waspada pada musim hujan karena rawan longsor.

Tak perlu khawatir karena kelokan dan celukan tidak terlalu ekstrim seperti ketika harus ke Pelabuhan Ratu. Bahkan pemandangan menuju Minahasa Tenggara merupakan pengalaman yang sama sekali berbeda ketika mengunjungi tempat lainnya. Bak di Lombok dan Sumbawa Barat yang dikenal dengan julukan negeri seribu masjid, perjalanan dari Manado hingga Ratahan hampir setiap 500 meter hingga 1 kilometer berdiri sebuah gereja. Jelang hari besar keagamaan umat Kristiani, suasana pekarangan rumah dihias dengan tanda salib yang warna warni dengan didominasi warna ungu yang mencolok. Ketika malam hari salib-salib tersebut memancarkan cahaya terang seperti suasana di pasar malam yang bertabur cahaya.

1. Buah Segar Desa Pangu, Ratahan

Buah Segar Ratahan

Jangan lewatkan untuk mampir di warung-warung penjaja buah segar. Semua fresh baru dipanen dan dipetik dari kebun sekitar Desa Pangu Ratahan. Buah-buah khas Ratahan memiliki cita rasa yang berbeda. Manis dan berkesan di lidah.

2. Durian Pangu yang Sayang untuk Dilewatkan

Durian nikmat dari Ratahan

Meski diameternya tidak terlalu besar namun semua durian Pangu ini dijamin manis. Cara memilih durian yang enak sederhana saja. Salah seorang travel fotografer Ares Jonekson asal Medan berbagi tips, “Cukup pilih buah durian dengan kulit duri yang renggang, biasanya buahnya tebal dan manis” tuturnya. Jadi bukan hanya sekadar diukur dari wanginya saja.

3. Salak Desa Pangu yang Eksotik dan Unik

Salak Desa Pangu

Berkilo-kilo Salak diturunkan dari mobil bak dan motor. Semua masih menempel pada bonggolnya. Tak sulit untuk mengemasnya di dalam sebuah tas plastik atau dikemas dalam kardus bekas air mineral. Semua fresh dan sangat murah. Harganya rata-rata Rp 10 ribu per-kilogramnya. Rasanya manis sedikit kesat dengan biji buah yang tidak terlalu besar namun daging yang tebal.

4. Kreasi Unik, Kopi dari Biji Salak Pangu Ratahan

Kopi dari biji buah salak

Salah satu kreasi unik UKM di Desa Pangu Minahasa Tenggara yang harus dicoba adalah Kopi dari biji Salak. Kokbisa, Kopi Biji Salak yang punya khasiat untuk penderita asam urat hingga darah tinggi. Khas kopi biji Salak ini lebih nikmat jika diseduh dengan gula aren, agar rasa pahangnya tidak terlalu terasa di lidah.

5. Lezatnya Ikan Bakar dan Sambal Dabu-Dabu

Ikan bakar sambal dabu dabu

Mampirlah sore saat matahari tengah tenggelam di sisi barat Ratatotok Timur. Pusat Tempat Pelelangan di Ratatotok Timur ini kerap terlihat beberapa nelayan membakar ikan tongkol kecil. Warga menyebutnya dengan ikan Deho. Cara menikmatinya sederhana namun rasanya tetap istimewa. Setelah ikan matang, masih panas-panas kemudian dicelupkan pada perasan air jeruk nipis. Seketika itu juga langsung dicocol dengan sambal dabu-dabu khas Minahasa. Mungkin tak cukup satu atau dua ekor. Deho ini sangat nikmat dijadikan makanan ringan saat sore hari sambil menikmati tenggelamnya matahari dari balik bukit di Ratatotok Timur.

6. Pantai Lakban yang Menawan

Pantai Lakban Minahasa Tenggara

Meski tak diizinkan berenang di Pantai Lakban, wisatawan masih tetap bisa bermain air di muara sungai yang jernih. Muara sungai ini sangat dangkal sehingga cukup aman untuk anak-anak sekalipun. Pemandangan paling indah di Pantai Lakban terutama saat matahari terbit. Matahari yang menguning akan menerpa setiap dedaunan pohon kelapa yang membentuk bayangan indah di pasir pantai Lakban.

7. Pesona Bawah Laut Teluk Buyat 

Pulau Putus Putus di Minahasa Tenggara (Raiyani Muharramah)

Teluk Buyat tepatnya di sekitar pulau putus-putus menyimpan sejuta pesona bawah laut yang belum diketahui banyak orang. Spot diving yang dikenal di Bunaken agaknya harus bergeser ke Teluk Buyat ini. Masih jernih hanya sekadar snorkeling saja di Pulau Putus-Putus. Terdapat sekitar 24 titik penyelaman yang akan membuat anda penasaran dengan karang otak terbesar di dunia. Klaim ini pernah diungkapkan pada seorang wisatawan mancanegara yang sudah puluhan tahun menyelami beberapa spot diving di dunia dan baru pertama kalinya melihat karang otak yang sempurna dengan wujud layaknya otak manusia yang terbuka.

Indah dan pengalaman yang langka. Teluk buyat sangat kaya dengan Acropora serta bentangan karang yang membentuk seperti meja pun bisa disaksikan hanya dengan ber-snorkeling ria. Di lokasi yang sama juga bisa disaksikan hasil penanaman 3000 reefball (bola karang) oleh masyarakat dan PT Newmont Minahasa Raya. Berbagai biota laut tampak menempati beberapa reefball yang sudah menyatu dengan laut teluk Buyat.

Ingin berwisata ke Minahasa Tenggara? Cek tiket pesawat murah di Reservasi.com