Sukses

NTT Bersiap Gelar Tour de Flores Tahun Depan

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timut (NTT) tahun depan akan menyelenggarakan Tour de Flores. Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dalam pidato sambutannya membuka acara ‘Eksotika NTT’, yang digelar di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah, 22-25 Oktober 2015.

“Pengembangan pariwisata sudah kita lakukan sejak 2008. Kita juga telah mencanangkan bawah NTT menjadi provinsi pariwisata di Indonesia. karena kami menyadari, banyak potensi pariwisata yang kami miliki, mulai dari wisata budaya, wisata alam, wisata bahari, wisata religi. Tahun depan kita akan bikin Tour de Flores,” ungkap Gubernur Frans, Kamis (22/10/2015).

Tour de Flores sendiri konsepnya akan dibuat menyerupai Tour de Singkarak yang sekarang telah ada. Gelaran ini akan mengundang atlet-atlet sepeda dari 30 negara di dunia, termasuk atlet sepeda Indonesia.

Tour de Flores yang rencananya akan dihelat pada Mei 2016 mendatang, terdiri dari beberapa etape sejauh sekitar 650 km. Etape tersebut antara lain, Larantuka – Sika, Sikap – Ende, Ende - Bejawa, Bejawa – Ruteng, dan Ruteng - Labuan Bajo. Di tiap etape, para peserta Tour de Flores akan dimanjankan dengan pemandagan alam yang luar biasa indah.

Primus Bolimoro, sebagai pihak penyelenggara kepada Liputan6.com mengungkapkan, tujuan Tour de Flores adalah untuk mengingkatkan pariwisata Flores dan NTT. “Kita harap ini akan jadi daya tarik pariwisata. Dari pariwisata ini juga dampaknya akan berhubungan langsung dengan tingkat perekonomian masyarakat. Tak hanya itu, Tour de Flores ini juga supaya menggerakkan pembangunan infrastruktur di NTT,” ungkap Primus.

Seluruh kabupaten yang ada di NTT kini telah bersiap untuk menggelar Tour de Flores selama 10 hari. Sejauh ini beberapa kota seperti Maumere, Ende, Manggarai, dan Labuan Bajo telah siap untuk menghelat acara yang akan mengundang banyak pihak untuk datang.

“Beberapa daerah telah bersiap, dan kami menggelar di bulan Mei karena Flores di bulan Mei sedang indah. Biasanya sehabis musim hujan, tumbuh-tumbuhan akan hijau, bagus dia,” pungkas Primus. (Ibo/Nad)