Sukses

Ini Pedang Kalimantan yang Bertahtakan Batu Akik

Liputan6.com, Jakarta Kerajaan Kutai menurut catatan sejarah merupakan salah satu negara tertua di Indonesia. Pendapat ini dikukuhkan dengan ditemukannya tujuh prasasti yang ditulis di atas tugu batu dengan menggunakan aksara Sansekerta. Dalam prasasti yang diperkirakan berasal dari abad ke-5 tersebut, diceritakan tentang adanya suatu kerajaan di bawah kepemimpinan Raja Mulawarman yang bernama Kerajaan Kutai Martadipura, dan berlokasi di seberang Kota Muara Kaman.

Keberadaan Kerajaan Kutai juga tidak lepas dari berdirinya sebuah kerajaan baru di kawasan Tepian Batu atau Kutai Lama, yang bernama Kerajaan Kutai Kertanegara di awal abad 13. Aji Batara Agung Dewa Sakkti merupakan raja pertama yang dinobatkan oleh kerajaan tersebut.

Berdirinya dua kerajaan di Kawasan Sungai Mahakam tersebut tentu memunculkan ketegangan, dan berimbas pada pecahnya perang dua kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai Kertanegara yang berhasil menaklukan Kerajaan Kutai Martadipura, kemudian menamakan kerajaannya menjadi Kerajaan Kutai Kertanegara Ing Martadipura.

Pedang Sultan Kutai Kertanegara yang bertahtakan batu akik

Memasuki abad ke-17, Islam masuk dan diterima oleh Kerajaan Kutai Kertanegara. Sebutan raja pun diganti dengan sebutan Sultan. Ali Muhammad Idris merupakan raja Kutai pertama yang menggunakan gelar Sultan.

Menurut informasi yang dirilis dari situs resmi Kerajaan Kutai Kertanegara, Jumat (3/7/2015), sejarah kerajaan Kutai yang panjang mewariskan berbagai peninggalan. Mulai dari nilai-nilai tradisi dan kebudayaan hingga berbagai benda kerajaan, salah satu yang paling menarik adalah Pedang Sultan Kutai Kertanegara.

Pedang Sultan Kutai Kertanegara yang bertahtakan batu akik

Pedang Sultan Kutai Kertanegara yang lebih dikenal dengan Pedang Kalimantan merupakan peninggalan Sultan Kutai dari abad ke 13. Pedang yang terbuat dari emas tersebut bertahtakan batu mulia. Pada gagangnya terdapat penampakan harimau yang juga dihiasi dengan berbagai jenis batu mulia khas Kalimantan. Sedangkan bagian sarungnya dihiasi dengan ornament buaya. Saat ini Pedang Sultan Kutai Kertanegara ini menjadi salah satu koleksi Museum Nasional di Jakarta, dan menjadi salah satu penginggalan paling berharga dalam sejarah zaman kedinastian di Indonesia. (Ibo/Bio)