Asupan Gizi Baik Bantu Tekan Stunting dan Malnutrisi

Pemenuhan gizi yang baik akan memiliki dampak langsung terhadap kemampuan anak dalam belajar

Diperbarui 04 Juni 2025, 03:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bali Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani menyebutkan pemenuhan gizi yang baik menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting dan malnutrisi.

Oleh karena itu, kata Tutik, program makan bergizi gratis (MBG) menjadi bagian dari investasi jangka panjang pemerintah khususnua untuk masyarakat Bali.

Tutik menyebutkan, program MBG akan menyasar pada 4 kelompok penerima manfaat yang diharapkan akan menjadi investasi besar jangka panjang bangsa Indonesia. 

“Program MBG yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan gizi, khususnya bagi anak-anak sekolah,” tutur Tutik Kusuma saat sosialisasi di Bali, Sabtu (35/2025).

Menurutnya, sosialisasi MBG merupakan salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas masyarakat melalui penguatan gizi.

Selain itu, program MBG juga bertujuan untuk memberdayakan UMKM dan ekonomi kerakyatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. 

“Studi dari World Bank pada tahun 2024 menunjukkan bahwa pemberian makan bergizi tidak hanya meningkatkan tingkat kehadiran dan partisipasi anak di sekolah, tetapi juga mengurangi angka malnutrisi dan stunting,” lanjut Tutik.

Kualitas SDM

Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional Ade Tias Maulana menjelaskan terkait pemenuhan gizi yang baik akan memiliki dampak langsung terhadap kemampuan anak dalam belajar, meningkatkan gizi berkualitas dan kualitas SDM.

“Harapan dengan diadakannya program makan bergizi gratis ini, yaitu meningkatkan gizi berkualitas pada masyarakat,” harap Ade.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun generasi emas Indonesia. Dengan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak, diharapkan program ini dapat berjalan sukses dan membawa dampak positif yang signifikan bagi masa depan bangsa.