Sukses

RSU Syubbanul Wathon Gelar Operasi Bibir Sumbing di Magelang

Bakti sosial dimulai pada tanggal 4 Mei dengan tahap skrining pasien dan tindakan operasi dilakukan pada tanggal 5 hingga 6 Mei.

Liputan6.com, Magelang - Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon bekerja sama dengan Yayasan Dharma Wulan, Smile Train, dan Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrego, mengadakan kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing untuk masyarakat di sekitar Kecamatan Tegalrejo, Magelang.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan lebih banyak senyuman di wajah masyarakat, khususnya di daerah Magelang dan sekitarnya. Bakti sosial ini ditujukan untuk masyarakat umum yang kurang mampu, tanpa dipungut biaya apapun.

Bakti sosial dimulai pada tanggal 4 Mei dengan tahap skrining pasien dan tindakan operasi dilakukan pada tanggal 5 hingga 6 Mei. Dari hasil skrining, pasien dapat menerima satu kali tindakan operasi atau lebih tergantung dari diagnosis dokter atas kondisi pasien.

CEO RSU Syubbanul Wathon, dr. Ervina Leswandari mengatakan saat ini terdapat 18 pasien yang sudah mendaftarkan diri. Semua tindakan operasi bibir sumbing difasilitasi oleh RSU Syubbanul Wathon dan Smile Train, disponsori oleh Yayasan Dharma Wulan.

"Sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan di kota Magelang, kami turut bangga dan mendukung kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing ini," jelasnya.

Sementara itu Dr. drg. Andi Setiawan Budihardja SpBM(K) sebagai ketua tim operasi ini menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan karena tingkat kesulitan tindakan operasi setiap pasien berbeda beda.

Pengasuh Pondok Pesantren API ASRI Tegalrejo, KH. Muhammad Yusuf Chudlori, mengatakan pihaknya senang atas berjalannya kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing ini.

"Kami juga berterima kasih kepada RSU Syubannul Wathon yang turut memfasilitasi kegiatan ini dan telah memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas tinggi kepada masyarakat di Magelang dan sekitarnya," ujarnya.

Diketahui, RSU Syubbanul Wathon resmi beroperasi pada awal tahun 2019, yang merupakan hasil kemitraan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Yayasan Syubbanul Wathon dan Kelompok Lippo melalui RS Siloam.

Ia menyebut terdapat 100 tempat tidur yang terdiri dari Kelas 3, Kelas 2, Kelas 1, dan VIP di RSU Syubbanul Wathon. Kemudian juga melayani pasien dengan jaminan korporasi, asuransi, dan BPJS, di mana setiap bulannya dapat melayani lebih dari 2,500 pasien rawat jalan.

RSU Syubbanul Wathon memiliki klinik rawat jalan yang komprehensif termasuk klinik penyakit dalam, anak, kandungan dan kebidanan, bedah umum dan bedah anak, ortopedi, jantung dan pembuluh darah, paru, urologi, mata, saraf, dan lainnya.

Rumah sakit ini juga menyediakan layanan hemodialisis bagi pasien yang memerlukan cuci darah dan dilengkapi dengan layanan laboratorium yang komprehensif serta layanan radiologi 24 jam.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.