Dzikir Pembuka Puasa yang Penuh Makna, Lengkap Doa-doanya

Dzikir pembuka puasa yang penuh makna menjadi ikhtiar umat Islam agar senantiasa berada dalam rahmat, hidayah Allah SWT serta berkelimpahan berkah bulan mulia

Diterbitkan 05 Maret 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Di dalamnya, umat Islam tidak hanya diwajibkan berpuasa, tetapi juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui dan mengamalkan dzikir pembuka puasa yang penuh makna, agar semakin mendapatkan berkah di bulan mulia ini.

Dzikir memiliki kedudukan istimewa karena dapat menghidupkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, dan menjadi sebab turunnya rahmat. Dalam ebook Ramadhan Bersama Nabi, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menyajikan tuntunan dzikir dan doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis Shahih.

Di sisi lain, para salafus salih menjelaskan keutamaan-keutamaan dzikir tersebut. Berikut ini adalah ulasan lengkap dzikir-dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW terkait dengan momen-momen penting di bulan Ramadhan, khususnya sebagai pembuka puasa, berbuka puasa hingga doa-doa yang dianjurkan.

Dzikir Hilal Ramadhan

Menyambut datangnya bulan Ramadhan diawali dengan melihat hilal. Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus ketika menyaksikan bulan sabit sebagai tanda masuknya bulan baru.

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللهُ

Latin: Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah.

Artinya: “Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.”

Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Ahmad. Para ulama menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan kita untuk memulai bulan penuh berkah dengan pengharapan kepada Allah agar diberikan kebaikan lahir dan batin.

Dzikir Keberkahan saat Sahur

Merujuk laman Baznas, Dzikir doa ini merupakan bentuk permohonan rahmat bagi mereka yang menjalankan sunnah sahur.

يَرْحَمُ اللهُ الْمُتَسَحِّرِيْنَ

Latin: Yarhamullahul mutasahhirin. Artinya: "Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur."

Dzikir Doa Keberkahan Rezeki

Doa ini umumnya dibaca sebagai rasa syukur atas hidangan yang tersedia dan memohon perlindungan dari api neraka.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaabannaar. Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang Engkau telah rezekikan kepada kami dan lindungilah kami dari azab neraka."

Selain membaca doa di atas, perlu diingat bahwa aktivitas makan sahur itu sendiri mengandung keberkahan sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan." (HR. Bukhari & Muslim).

Dzikir Perlindungan dari Gangguan saat Berpuasa

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan sia-sia.

إِنِّي صَائِمٌ، إِنِّي صَائِمٌ

Latin: Inni sha-im, inni sha-im.

Artinya: “Sungguh, aku sedang berpuasa, sungguh aku sedang berpuasa.”

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ mengatakan jika seseorang yang berpuasa dicela atau diajak bertengkar, hendaknya ia mengucapkan ‘Inni sha-im’ dua kali atau lebih, sebagai pengingat bagi dirinya dan orang lain bahwa ia sedang beribadah.

Dzikir Berbuka Puasa yang Paling Utama

Waktu berbuka adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Berikut doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Hakim. Imam Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma’ad menjelaskan bahwa doa ini mengandung rasa syukur, pengakuan atas nikmat Allah, dan harapan diterimanya amal puasa.

Doa untuk Orang yang Memberi Makan Berbuka

Memberi makan orang yang berpuasa adalah amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa sebagai balasan atas kebaikan tersebut.

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي

Latin: Allahumma ath’im man ath’amani wa asqi man asqani.

Artinya: “Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku, dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku.”

Doa ini menunjukkan akhlak mulia seorang muslim yang membalas kebaikan dengan doa, meskipun tidak mampu membalas secara materi.

Doa Malam Lailatul Qadar

Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar. Rasulullah SAW mengajarkan doa yang sangat singkat namun sarat makna untuk dibaca pada malam tersebut.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai maaf, maka maafkanlah aku.”

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan doa ini dari Sayyidah ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha’iful Ma’arif menjelaskan bahwa doa ini mencakup permohonan ampunan yang menjadi inti dari ibadah di bulan Ramadhan.

Waktu Lailatul Qadar menjadi malam yang dirahasiakan, meski sebagian besar ulama berpendapat bahwa malam istimewa tersebut terletak di 10 hari terakhir Ramadhan. Maka itu, doa-doa ini bisa diamalkan sepanjang Ramadhan.

Hikmah Dzikir dan Doa Pembuka Puasa

Berikut adalah beberapa hikmah mendalam dari dzikir dan doa-doa tersebut:

1. Menumbuhkan Kesadaran Tauhid

Doa melihat hilal mengingatkan bahwa Allah adalah penguasa alam semesta, termasuk waktu dan bulan.

2. Melatih Pengendalian Diri

Ucapan “Inni sha-im” melatih kita untuk menahan amarah dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.

3. Mensyukuri Nikmat Allah

Doa berbuka mengajarkan kita untuk bersyukur atas nikmat makanan dan minuman setelah seharian berpuasa.

4. Menguatkan Ukhuwah Islamiyah

Doa untuk tuan rumah yang memberi makan berbuka menunjukkan betapa Islam mempererat tali persaudaraan.

5. Menghidupkan Sunnah Nabi SAW

Mengamalkan dzikir-dzikir ini adalah bentuk kecintaan dan ittiba’ kepada Rasulullah ﷺ.

6. Menjadi Sarana Mendapatkan Ampunan

Doa di Lailatul Qadar adalah inti dari penghambaan, memohon ampunan di malam yang lebih baik dari seribu bulan.

People also Ask:

Apa doa yang dianjurkan dibaca saat berbuka puasa?

“Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah'.”

Zikir apa yang paling dahsyat?

Ringkasan AIDzikir paling dahsyat meliputi kalimat tauhid (Laa ilaaha illallah), empat kalimat mulia (Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar), serta kalimat istighfar dan pujian lainnya yang ringan diucapkan namun berat timbangannya, seperti "Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil adzim" dan "La hawla wa la quwwata illa billah", yang semuanya memiliki keutamaan besar untuk menghapus dosa, mendatangkan pahala, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Doa apa yang sebaiknya dibaca saat sahur?

“ Wa bisawmi ghadinn nawaiytu min shahri Ramadhan .”

Ini diterjemahkan menjadi: “Aku berniat untuk berpuasa besok di bulan Ramadhan.” Niat ini menegaskan tekadmu untuk berpuasa, dimulai dengan makan sahur dan menahan diri dari makan dan minum hingga matahari terbenam.

Apa doa buka puasa beserta artinya?

Doa Ketika Berbuka Puasa Adapun do'a berbuka yang tersebar di ...2 hari laluاللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka”.