Sholawat Asyghil Arab, Latin dan Artinya

Bagi anda yang ingin mengamalkannya, berikut ini bacaan Sholawat Asyghil dalam Arab, Latin dan artinya

Diperbarui 23 November 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholawat Asyghil telah lama dikenal sebagai salah satu sholawat yang banyak diamalkan. memiliki arti ‘menyibukan’ dalam bahasa indonesia, isi dari Sholawat Asyghil adalah permohonan perlindungan kepada Allah SWt agar orang-orang jahat dan zalim disibukan dengan urusan mereka sendiri, sehingga tidak sempat mengganggu orang lainnya.

Tidak hanya itu, Sholawat Asyghil dikenal juga karena sejarahnya yang dilatarbelakangi kondisi politik pada masa Dinasti Bani Umayyah. Dibuat oleh Imam Jafar Ash-Shadiq, yang adalah cucu kelima Rasulullah SAW, Sholawat Asyghil ini adalah bentuk permohonan agar diselamatkan dari gangguan orang-orang yang suka berbuat zalim kepada orang lain.

Sholawat Asyghil tidak hanya dipercaya memberikan perlindungan ilahi, tapi juga menghindarkan pengamalnya dari berbagai macam bentuk kezaliman. Bagi anda yang ingin mengamalkannya, berikut ini telah Liputan6 rangkum bacaan Sholawat Asyghil dalam Arab, Latin dan artinya pada Senin (13/10).

 

 

 

Bacaan Sholawat Asyghil

Arab:

اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِل الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Latin:

Arab latin: Allahumma shalli ala sayyidina muhammadin, wa asyghili dzalimin bi dzalimin allahumma shalli ala sayyidina muhammadin, wa asyghili dzalimin bi dzalimin wa akhrij-na min bainihim saalimin, wa ala aalihi wa shahbihi ajmain.

Bahasa Indonesia:

Ya Allah, berikanlah sholawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zalim dengan orang zalim lainnya. Selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan limpahkanlah sholawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau."

 

 

Mengenal Sholawat Asyghil

Sholawat Asyghil memiliki makna yang besar dan juga sejarah panjang yang menyertainya. Berdasarkan sejarah, pada masa akhir Dinasti Umayyah pada tahun 41-133 H atau sekitar 661-750 M, Sholawat Asyghil dibuat karena kondisi politik yang sangat tidak stabil dan penuh kekacauan, terutama pada masa pergantian kekuasaan dari Dinasti Bani Umayyah ke Dinasti yang baru yaitu Bani Abbasiyyah.

Pembuatnya, Imam Jafar Ash-Shidiq merupakan salah satu sosok berpengaruh dalam perkembangan Islam. Beliau adalah induk sanad dari Abu Hanifah yang merupakan pendiri Madzhab Hanafi dan Imam Malik bin Anas pendiri Mazhab Maliki. Sholawat Asyghil kemudian tercatat dalam kitab Al-Kawakibul Mudhiah di Ash-Shalati Ala Khairil Bariyyah, yang buat oleh Habib Ahmad bin Umar bin Ahmad bin Aqil Al-Hinduan al-Baalawi.

Sholawat Asyghil dikenal dengan maknanya, yang berisi sholawat untuk ‘menyibukkan’ atau ‘mengalihkan’ perhatian orang zalim. Kata ‘asyghil’ yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti ‘sibuk’ ini, bertujuan mengalihkan perhatian orang zalim kepada orang zalim lainnya, agar tidak mencederai orang-orang baik.

Selain dikenal dengan nama Asyghil, sholawat ini juga dikenal dengan nama lain seperti Sholawat Sibuk, Sholawat Dhalimin, dan Sholawat Salimin, nama-nama ini yang merujuk pada makna yang terkandung didalamnya.

 

 

Etika dan Adab dalam Membaca Sholawat

Untuk mendapatkan keutamaan maksimal dari sholawat, terdapat beberapa etika dan adab yang perlu diperhatikan. Pertama, membaca sholawat dalam keadaan suci dan menghadap kiblat jika memungkinkan. Kedua, membaca dengan tartil dan penuh penghayatan, tidak tergesa-gesa. Ketiga, menghadirkan sosok Rasulullah SAW dalam hati dan pikiran saat membaca sholawat.

Keempat, membaca sholawat dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT, bukan untuk pamer atau riya. Kelima, konsisten dalam mengamalkannya, tidak hanya sesekali saja. Keenam, mengombinasikan sholawat dengan dzikir dan doa-doa lainnya untuk mendapat keberkahan yang lebih maksimal.

Demikianlah keutamaan-keutamaan mulia dari membaca sholawat yang telah dijelaskan dengan dalil-dalil yang shahih. Semoga penjelasan ini dapat meningkatkan semangat dan kecintaan kita untuk senantiasa bersholawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, dan semoga kita termasuk dalam golongan yang mendapat syafaatnya di hari kiamat kelak. Aamiin ya Rabbal alamiin.

 

 

Keutamaan Sebagai Pengganti Sedekah

Bagi mereka yang tidak mampu bersedekah dengan harta, Islam memberikan alternatif yang sangat mulia yaitu bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hadis yang diriwayatkan oleh At-Tabrani menjelaskan bahwa sholawat dapat menjadi pengganti sedekah bagi orang yang tidak memiliki harta untuk disedekahkan.

Keutamaan ini menunjukkan kemudahan dan rahmat Islam bagi semua lapisan masyarakat. Tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak beramal saleh, karena sholawat adalah amalan yang bisa dilakukan oleh semua orang tanpa memerlukan modal materi.

Konsep sedekah spiritual:

  • Target: Orang yang tidak mampu sedekah materi
  • Alternatif: Bersholawat kepada Muhammad SAW
  • Hadis: "Yang tak mampu sedekah, bersholawatlah kepada Muhammad." (HR. At-Tabrani)
  • Nilai pahala: Setara dengan sedekah
  • Kemudahan: Bisa dilakukan siapa saja, kapan saja

Keutamaan lain dari sholawat adalah bahwa setiap sholawat yang kita baca akan disampaikan langsung kepada Rasulullah SAW oleh malaikat khusus. Allah SWT telah menugaskan malaikat-malaikat tertentu untuk berkeliling di bumi dan menyampaikan salam serta sholawat dari umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal ini menunjukkan betapa mulia dan berharganya sholawat di sisi Allah SWT. Bahkan ada malaikat yang khusus bertugas untuk menyampaikan sholawat umat kepada Rasulullah, menunjukkan perhatian khusus Allah terhadap amalan ini.

 

 

Waktu-Waktu Mustajab untuk Bersholawat

Islam mengajarkan bahwa ada waktu-waktu tertentu yang lebih utama untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hari Jumat merupakan waktu yang paling istimewa untuk memperbanyak sholawat. Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sholawat pada hari Jumat.

Selain hari Jumat, terdapat waktu mustajab lain untuk bersholawat seperti setelah sholat lima waktu, di sepertiga malam terakhir, dan antara waktu maghrib dan isya. Para ulama juga menganjurkan untuk bersholawat setiap kali mendengar nama Rasulullah SAW disebut.

Waktu-waktu mustajab:

  • Hari Jumat: "Perbanyaklah sholawat di hari Jumat" (HR. Abu Dawud)
  • Setelah sholat: Sunnah setelah sholat lima waktu
  • Sepertiga malam: Waktu turunnya Allah ke langit dunia
  • Maghrib-Isya: Waktu mustajab untuk doa
  • Saat mendengar nama Nabi: Sunnah langsung bersholawat

 

FAQ

Q: Kapan waktu terbaik mengamalkan Sholawat Asyghil?

A: Sholawat Asyghil dapat dibaca kapanpun dan dimanapun, terutama ketika Anda menghadapi gangguan dari orang zalim. Sholawat Asyghil umum ditemui dilafalkan ketika dalam majelis taklim, istighosah, atau bahkan menjadi bagian dalam dzikir harian.

Q: Apa saja keutamaan membaca Sholawat Asyghil?

A: Keutamaan membaca Sholawat Asyghil diantaranya adalah mendapat keberkahan, bernilai ibadah, menggugurkan dosa, memberi perlindungan dari berbagai bentuk kezaliman, dan didoakan malaikat.

Q: Kenapa Sholawat Asyghil kembali populer di era modern?

A: Sholawat Asyghil ini kembali populer setelah dipopulerkan oleh ulaman moderat yang kemudian banyak disebarkan di berbagai platform media digital. Selain itu, kondisi saat ini yang relevan dengan keadaan saat itu juga menjadi salah satu alasannya.