Liputan6.com, Jakarta - Haid adalah fase alami yang dialami oleh setiap wanita, namun seringkali dikaitkan dengan kondisi spiritual yang lebih rentan. Banyak yang mencari tahu tentang doa ketika haid agar terhindar dari jin sebagai upaya perlindungan diri dari berbagai gangguan.
Dalam buku Amalan 24 Jam Wanita Haid oleh Fahrur Muis (2012), dijelaskan wanita yang suka menyendiri lebih mudah diganggu oleh setan, dan hal ini tidak wajar dilakukan terutama saat haid.
Selain itu, wanita dianjurkan untuk berzikir kepada Allah, membaca buku, atau merenungi ayat-ayat Allah. Rasulullah SAW mengingatkan, "Syaitan itu lebih suka dengan orang yang menyendiri dan lebih jauh daripada orang yang berdua" (HR. Tirmizi).
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas doa ketika haid agar terhindar dari jin lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (30/9/2025).
Doa Awal Haid: Memohon Kebaikan dan Ampunan
Ketika haid baru saja datang, perempuan disunnahkan membaca doa awal haid yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah. Doa ini memiliki keutamaan untuk menghapus dosa-dosa terdahulu dan membebaskan dari siksa neraka. Doa ini juga merupakan salah satu bentuk doa ketika haid agar terhindar dari jin.
Bacaan doa awal haid tersebut adalah:
Arab: الْحَمْدُللهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ
Latin: Alhamdulillah 'ala kulli khalin wa astghfirullah min kulli dzanbin.
Artinya: "Segala puji bagi Allah atas segala persoalan dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segenap dosa."
Doa ini disebutkan dalam kitab Dzurratun Nasihin karya Utsman bin Hasan Ahmad Syakir al Khubawi, di mana Sayyidah Aisyah RA menyatakan bahwa tidak ada perempuan yang haid kecuali haidnya dapat menghapus dosa masa lalu.
Jika ia membaca doa ini pada hari pertama haid, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka, keselamatan melewati jembatan Shirathal Mustaqim, serta aman dari siksaan.
Selain itu, derajatnya akan dinaikkan oleh Allah setiap hari dan malam, serta mendapatkan pahala empat puluh syuhada bagi yang berdzikir tersebut selama masa haidnya. Doa ini juga dapat membantu meredakan rasa nyeri saat haid.
Advertisement
Amalan Spiritual Penguat Diri Selama Haid
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889994/original/071009200_1720767600-pexels-zeynep-sude-emek-193601188-20785719.jpg)
Meskipun dalam keadaan haid, perempuan tetap bisa mengumpulkan pahala dan memperbesar kemungkinan doa-doa dikabulkan dengan melakukan amalan tertentu.
Amalan-amalan ini tak hanya membantu menjaga pahala, tetapi juga memberikan ketenangan dan keberkahan di masa haid. Ini juga menjadi cara efektif untuk memperkuat benteng spiritual dan sebagai bagian dari doa ketika haid agar terhindar dari jin.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak dzikir dan sholawat, yang meskipun dilakukan dalam keadaan tidak suci, tetap bisa menjadi cara efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dzikir, seperti melafalkan Asmaul Husna, kalimat thayyibah, tasbih, dan sejenisnya, selain menenangkan jiwa, juga membantu menambah pahala di sisi Allah SWT. Hal ini dikutip dari buku Perempuan Pilihan Surga (Renungan dan Tuntunan untuk Hidup Lebih Berarti) karya Arum Faiza.
Membaca dzikir dan doa juga menjadi bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, di mana melalui dzikir, seseorang bisa meraih rahmat, pengampunan, dan pahala yang berlipat ganda.
Anggota Komisi Fatwa MUI, KH DR Fatihun Nada, menyatakan bahwa wanita haid tidak berarti mengalami penurunan iman karena keterbatasan beberapa ibadah, tetapi justru menjadi peluang peningkatan iman, seperti yang dilansir dari mui.or.id.
Amalan lain yang bisa dilakukan adalah murajaah (pengulangan hafalan) Al-Qur'an, karena yang diharamkan adalah menyentuh dan membawa mushaf, bukan membaca Al-Qur'an secara lisan atau dari terjemahan.
Istiqamah dalam beristighfar juga merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan janji Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Larangan Saat Haid: Batasan dan Hikmahnya dalam Menjaga Diri
Dalam Islam, terdapat beberapa larangan bagi perempuan yang sedang haid. Larangan-larangan ini bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjaga kesucian, kehormatan, dan kenyamanan kaum wanita dalam beribadah.
Memahami larangan ini juga bagian dari menjaga diri secara spiritual, yang secara tidak langsung mendukung upaya doa ketika haid agar terhindar dari jin.
Berikut adalah beberapa larangan bagi perempuan haid, seperti yang dijelaskan dalam buku Fiqih Thaharah Panduan Praktis Bersuci karangan Ibnu Abdullah:
- Sholat: Perempuan haid haram hukumnya mengerjakan sholat, baik wajib maupun sunnah. Rasulullah SAW bersabda kepada Aisyah, "Apabila datang haid, maka hendaklah engkau tinggalkan shalat" (HR. Bukhari).
- Puasa: Perempuan haid diharamkan berpuasa, baik wajib, sunnah, ataupun nazar. Jika tetap dilakukan, maka puasanya tidak sah, namun wajib mengganti puasa Ramadhan setelah suci.
- Membaca, Menyentuh, atau Membawa Al-Qur'an: Perempuan haid dilarang menyentuh mushaf Al-Qur'an secara langsung. Namun, para ulama empat madzhab sepakat bolehnya membaca Al-Qur'an bagi orang yang berhadats baik hadats besar maupun kecil selama tidak menyentuhnya. Membaca Al-Qur'an tanpa menyentuh mushaf atau melalui terjemahan diperbolehkan.
- I'tikaf di Masjid: Perempuan haid haram hukumnya berdiam diri di masjid karena masjid adalah tempat yang suci, dan dikhawatirkan darah haid akan mengotorinya. Namun, dalam kondisi darurat seperti menghadiri acara penting atau mengajar, sebagian ulama membolehkannya dengan catatan wanita tersebut harus benar-benar bisa menjaga darah haid agar tidak menetes ke lantai masjid.
- Melakukan Hubungan Suami Istri: Haram hukumnya perempuan haid berhubungan badan dengan suami. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, "Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: 'Haidh itu adalah suatu kotoran'. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci" (QS. Al-Baqarah: 222).
- Thawaf: Haram hukumnya perempuan haid melakukan thawaf (mengelilingi Ka'bah). Syarat thawaf di Baitullah itu sebagaimana sholat, sehingga tidak sah jika dilakukan dalam keadaan haid.
- Diceraikan Suami: Perempuan haid haram hukumnya ditalak, talak diperbolehkan dilakukan ketika masa haid selesai.
Advertisement
Tata Cara Membaca Dzikir dan Doa Saat Haid agar Doa Dikabulkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889768/original/005986600_1720753202-pexels-anntarazevich-8758343.jpg)
Amalan-amalan saat haid bisa dikerjakan dengan memperhatikan adab dan tata caranya. Hal ini penting agar setiap doa ketika haid agar terhindar dari jin dan permohonan lainnya dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Tata cara ini juga membantu meningkatkan kekhusyukan dan keberkahan.
Menurut buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera yang ditulis oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani, berikut adalah tata cara membaca dzikir dan doa saat haid agar doa dikabulkan yang dijelaskan oleh Imam Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin:
- Dilakukan pada waktu yang mulia: Dzikir dan doa sebaiknya dilakukan pada waktu-waktu yang dianggap mustajab, seperti hari Jumat, hari Arafah, bulan Ramadan, atau sepertiga malam terakhir.
- Dalam keadaan yang khidmat: Meski sedang dalam masa haid, tetap penting melaksanakan doa dalam suasana penuh kekhusyukan, seperti setelah sholat fardhu atau ketika sujud.
- Menghadap kiblat: Saat berdoa, hendaknya menghadap kiblat sebagai bentuk adab dan penghormatan.
- Dimulai dengan pujian kepada Allah SWT: Dzikir dan doa sebaiknya dimulai dengan memuji Allah SWT, diikuti dengan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, lalu dilanjutkan dengan membaca doa.
- Membaca syahadat dan memohon ampunan: Penting untuk mengawali dzikir dan doa dengan membaca syahadat dan memohon ampun atas dosa yang telah dilakukan, baik sengaja maupun tidak.
- Berdoa dengan rendah diri: Hendaknya berdoa dengan penuh harapan, rendah diri, serta menggunakan bahasa yang sederhana dan penuh kelembutan.
- Tidak berputus asa: Dalam berdzikir dan berdoa, diperlukan kesabaran, keyakinan, dan tidak mudah berputus asa.
- Berdoa untuk orang lain: Setelah berdoa untuk diri sendiri, sebaiknya melanjutkan dengan doa untuk orang lain.
- Menggunakan tawassul nama-nama Allah SWT: Doa dapat dilakukan dengan menggunakan asmaul husna (nama-nama Allah SWT yang mulia) dan sifat-sifat-Nya yang Maha Tinggi.
- Dalam keadaan suci: Meskipun dalam masa haid, penting menjaga kebersihan pakaian dan tubuh ketika berdzikir atau berdoa. Makanan dan minuman yang dikonsumsi pun hendaknya berasal dari sumber yang halal.
Kumpulan Dzikir dan Doa Penting untuk Wanita Haid
Dzikir dan doa-doa bisa menjadi jalan untuk memperkuat iman dan memperbesar harapan agar doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT. Kumpulan dzikir dan doa ini sangat relevan sebagai doa ketika haid agar terhindar dari jin dan mendapatkan perlindungan dari berbagai marabahaya. Amalan ini juga membantu menjaga hati tetap tenang.
1. Membaca Dzikir Hauqalah
Arab: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Latin: Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya: "Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah."
Dzikir ini disebut sebagai harta perbendaharaan surga, seperti yang disebutkan dalam buku Wirid-Wirid Wanita Haid karya Ridhoul Wahidi dan Gianti. Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa barang siapa yang membaca ini, maka Allah SWT akan menyelamatkannya dari segala siksaan.
2. Membaca Dzikir Sayyidul Istighfar
Arab:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ 'abduka, wa anâ 'alâ 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ûdzu bika min syarri mâ shana'tu. Abû'u laka bini'matika 'alayya. Wa abû'u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.
Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada Tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakan. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau."
Menurut sebuah hadits yang terdapat dalam kitab Shahih Adabul Mufrad karya Imam Bukhari yang diterjemahkan Abu Ahsan, Sayyidul Istighfar akan membawa seseorang masuk surga.
3. Membaca Dzikir Tasbih
Arab: سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilahaillahu wallahu akbar.
Artinya: "Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar."
Kalimat tasbih ini sangat ringan diucapkan namun berat di timbangan amal.
4. Membaca Dzikir Tahmid
Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Latin: Alhamdulillahi rabbil 'aalamin.
Artinya: "Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
Bacaan tahmid merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat-Nya.
5. Membaca Dzikir Tahlil
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Latin: Laa ilaaha illallah.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."
Tahlil memiliki keutamaan yang luar biasa, termasuk seperti membebaskan 14 orang dari anak Ismail.
6. Doa Keluar Rumah
Arab: بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Latin: Bismillah tawakkaltu 'ala Allah laa haula wa laa quwwata illa billah.
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah."
Doa ini membantu memohon perlindungan Allah SWT ketika akan bepergian, terutama bagi wanita yang sedang haid.
7. Dzikir Tolak Bala
Ketika sedang ada waktu kosong, wanita haid dapat membaca dzikir ini yang diyakini dapat menghindarkan diri dari mara bahaya yang tidak diinginkan. Dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit yang ditulis oleh Hamdan Hamedan, berikut adalah doa tolak bala:
Arab:
اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةٌ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Allaahummadfa' 'annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaassatan, wa min buldaanil muslimiina 'aammatan. Innaka 'alaa kulli syai'in qadiir.
Artinya: "Ya Allah, hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu."
8. Doa agar Selalu Bersyukur
Arab: رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Latin: Robbi auzi'ni an asykuro ni'matakallati an'amta 'alayya wa 'ala waa lidayya wa an' a'mala shalihan tar- dhahu wa aslih li fi durriyyati, inni tubtu ilaika wa inni minal muslimin.
Artinya: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
9. Doa Meredakan Nyeri Haid
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Allahumma adzhibil ba'sa rabban naasi wasyfi fantasy syaafii laa syiffaa 'an syifaa 'uka syifaa 'an laa yughaadiru saqama.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit." (HR Bukhari).
Advertisement
Doa Rasulullah untuk Mengusir Jin: Perlindungan Komprehensif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4859531/original/051220700_1718070898-pexels-serhattugg-20558485.jpg)
Dalam menghadapi gangguan jin, Rasulullah SAW pernah diajari doa khusus oleh Malaikat Jibril. Doa ini terbukti sangat ampuh, bahkan membuat jin ifrit yang membawa obor api tersungkur dan obornya padam. Kisah ini menjadi bukti nyata kekuatan doa ketika haid agar terhindar dari jin dan gangguan makhluk halus lainnya.
Dikisahkan oleh Ibnu Mas‘ud, suatu malam Rasulullah didatangi jin ifrit yang membawa obor api di tangannya. Saat itu, beliau kemudian membaca ayat-ayat Al-Quran, namun jin itu semakin mendekat. Malaikat Jibril kemudian menawarkan untuk mengajarkan beberapa kalimat yang dapat mengusir jin tersebut, seperti yang dilansir dari kemenag.go.id.
Tidak lama kemudian malaikat mengajarkan beberapa kalimat. Setelah Rasulullah membaca doa tersebut, jin ifrit itu langsung tersungkur dan obornya pun padam. Doa ini merupakan perlindungan komprehensif dari berbagai keburukan, baik yang datang dari langit maupun bumi, serta dari fitnah siang dan malam.
Arab:
أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا. وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ
Latin: A‘ûdzu biwajhillâhil karîm, wabikalimâtillâhit-tâmmâtil-latî lâ yujâwizuhunnâ barrun wa fâjirun, min syarri mâ yanzilu minas-samâ’i, wa min syarri ma ya‘ruju fîhâ, wa min syarri mâ dzara’a fil-ardhi, wamin syarri ma yakhruju minhâ, wa min syarri fitanil-laili wan-nahâri, wamin syarri thawâriqil-laili, wamin syarri kulli thâriqin illâ thâriqan yathruqu bi khairin, yâ rahmân.
Artinya: "Aku berlindung dengan dzat Allah yang maha mulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampuainya, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit; dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi; dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam; dari keburukan petaka-petaka malam; dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Zat yang maha penyayang."
FAQ
1. Apakah wanita haid bisa tetap beribadah?
Ya, meski tidak boleh shalat dan puasa, wanita haid tetap bisa berdzikir, berdoa, murajaah hafalan, dan memperbanyak istighfar.
2. Mengapa wanita haid dianggap lebih rentan terhadap gangguan jin?
Karena tidak melaksanakan ibadah tertentu, benteng spiritual berkurang. Namun, yang membuat rentan sebenarnya adalah lalai dari dzikir dan doa.
3. Apa doa awal haid yang disunnahkan?
Doanya: Alhamdulillah ‘ala kulli halin wa astaghfirullah min kulli dzanbin, sebagai bentuk syukur dan permohonan ampun.
4. Apakah boleh membaca Al-Qur’an saat haid?
Boleh membaca tanpa menyentuh mushaf, misalnya lewat hafalan, aplikasi, atau terjemahan.
5. Amalan apa yang dianjurkan saat haid untuk perlindungan diri?
Dzikir, istighfar, shalawat, doa perlindungan, dan memperbanyak syukur.
6. Apakah ada doa khusus untuk meredakan nyeri haid?
Ya, salah satunya doa dari HR. Bukhari: Allahumma adzhibil ba’sa rabban naasi, wasyfi anta syaafii...
7. Bagaimana cara doa lebih mudah dikabulkan saat haid?
Berdoa dengan ikhlas, menghadap kiblat, memuji Allah, bershalawat, lalu memohon dengan penuh harap dan tidak berputus asa.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4512411/original/053308500_1690191036-20230724_153839__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365522/original/031085600_1759199598-Wanita_berdoa_menengadahkan_kedua_tangan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)