Dalil Tentang Doa dalam Al-Quran dan Hadist, Panduan Umat Muslim Dekat dengan Allah SWT

Pahami Dalil tentang doa dalam Al-Quran dan hadist sebagai jembatan komunikasi utama hamba dengan Pencipta. Temukan kekuatan doa, termasuk doa istri menembus langit, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Allah SWT telah menyediakan dalil tentang doa dalam Al-Quran dan hadist sebagai panduan lengkap bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Ibadah doa tidak memerlukan waktu yang panjang atau usaha yang berat, namun memiliki keutamaan yang luar biasa besar. Melalui doa, seorang Muslim dapat memohon pertolongan, bersyukur atas nikmat, dan senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap kondisi kehidupan.

Menurut penelitian dari Journal of Islamic Studies yang diterbitkan oleh Oxford Centre for Islamic Studies, praktik berdoa secara konsisten terbukti meningkatkan ketenangan jiwa dan kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (29/9/2025).

Dalil Doa dalam Al-Quran, Perintah dan Janji Allah

Allah SWT secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dan menjanjikan pengabulan atas doa-doa tersebut. Salah satu dalil tentang doa yang paling sering dikutip adalah firman Allah dalam Surah Ghafir ayat 60. Ayat ini menjadi landasan utama bagi umat Muslim untuk senantiasa memanjatkan doa kepada-Nya.

Berikut adalah lafaz dan terjemahan QS. Ghafir ayat 60, mengutip dari Kalam Sindo News:

  • Arab: وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
  • Latin: Wa qāla rabbukumud'ūnī astajib lakum, innallażīna yastakbirūna 'an 'ibādatī sayadkhulūna jahannama dākhirīn.
  • Terjemahan: "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.'"

Ayat ini tidak hanya memerintahkan untuk berdoa, tetapi juga memberikan janji pasti bahwa Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya. Namun, ayat ini juga memberikan peringatan keras bagi mereka yang enggan berdoa karena kesombongan, bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina.

Ini menunjukkan bahwa berdoa adalah bentuk penghambaan dan pengakuan akan keesaan Allah, serta meninggalkan doa karena kesombongan adalah dosa besar. Pada ayat ini, Allah memerintahkan agar manusia berdoa kepada-Nya, jika mereka berdoa niscaya Dia akan memperkenankan doa itu. 

Menurut tafsir Ibnu Katsir yang diriwayatkan oleh Darussalam Publishers, ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT selalu dekat dengan hamba-Nya dan siap mengabulkan doa mereka yang memohon dengan tulus dan ikhlas.

Pengertian Doa dalam Islam

Doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling mendasar dan esensial dalam ajaran Islam. Secara etimologi, kata "doa" berasal dari bahasa Arab, da'a-yada'u-da'a-da'watun, yang berarti memanggil, mengundang, meminta tolong, atau memohon.

Dalam konteks syariat, doa adalah permohonan seorang hamba kepada Allah SWT, memohon kebaikan dari sisi-Nya dengan penuh ketulusan hati dan pengharapan. Doa bukan sekadar permintaan, melainkan juga pengakuan akan kelemahan diri di hadapan keagungan Allah SWT. Ketika seseorang berdoa, ia mengakui bahwa dirinya lemah, kecil, dan tidak berdaya tanpa pertolongan-Nya.

Di sisi lain, doa juga merupakan pengakuan akan ketinggian dan kemahakuasaan Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang mampu mengabulkan segala permohonan. Para ulama juga menafsirkan doa sebagai inti ibadah (mukhkhul ibadah), yang menunjukkan betapa sentralnya peran doa dalam kehidupan seorang Muslim.

Keutamaan Berdoa kepada Allah SWT

Berdoa memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam dan membawa banyak keutamaan bagi seorang Muslim. Keutamaan-keutamaan ini mendorong umat Islam untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui dalil tentang doa.

  • Doa adalah Ibadah: Rasulullah SAW bersabda bahwa doa adalah ibadah itu sendiri, bahkan merupakan intisari dari ibadah. Ini menunjukkan bahwa berdoa bukan hanya sarana untuk meminta, tetapi juga bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.
  • Doa adalah Senjata Mukmin: Doa diibaratkan sebagai senjata bagi orang beriman, yang dapat digunakan untuk menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan hidup. Dengan doa, seorang Muslim merasa memiliki kekuatan dan pertolongan dari Allah SWT.
  • Meningkatkan Kualitas Hidup dan Ketenangan Hati: Berdoa dapat memberikan ketenangan batin dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan menyerahkan segala urusan kepada Allah, hati menjadi lebih tenteram dan yakin bahwa segala sesuatu berada dalam kendali-Nya.
  • Diangkat Derajatnya: Allah SWT dapat mengangkat derajat hamba-Nya yang rajin berdoa dan memohon kepada-Nya. Ini adalah bentuk kemuliaan yang diberikan kepada mereka yang senantiasa bergantung kepada Allah.
  • Menunjukkan Kekuasaan Allah: Melalui doa, seorang Muslim mengakui dan memperlihatkan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah adalah Dzat yang mampu mengubah keadaan dan mengabulkan permohonan.

Hadist Tentang Keutamaan Doa

Rasulullah SAW telah meninggalkan banyak hadist yang menjelaskan tentang keutamaan dan pentingnya berdoa dalam kehidupan umat Muslim. Hadist-hadist ini menjadi pedoman praktis dalam mengamalkan ibadah doa dengan benar.

Salah satu hadist yang terkenal tentang doa adalah:

"Tiga macam doa yang dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan doa seorang musafir (yang bepergian untuk maksud dan tujuan baik)." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Hadist ini menunjukkan bahwa ada doa-doa tertentu yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Doa orang tua, khususnya doa istri menembus langit dengan kekuatan spiritual yang luar biasa karena posisi mereka yang mulia dalam Islam.

Hadist lain yang tidak kalah penting adalah sabda Rasulullah SAW: "Perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Athabrani). Hadist ini mengajarkan umat Muslim untuk tidak pernah lelah berdoa dan selalu berharap kepada Allah SWT.

Menurut kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi yang diterbitkan oleh Dar Ibn Hazm, hadist-hadist tentang doa ini memberikan motivasi bagi umat Muslim untuk senantiasa bermunajat kepada Allah SWT dalam segala kondisi.

Doa-Doa Mustajab yang Dianjurkan

Islam mengajarkan berbagai macam doa yang dianjurkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Doa-doa ini telah terbukti memiliki keutamaan khusus dan sering dikabulkan oleh Allah SWT.

  • Doa di Waktu Mustajab: Terdapat waktu-waktu tertentu yang menjadi saat mustajab untuk berdoa, seperti sepertiga malam terakhir, antara maghrib dan isya, dan hari Jumat antara ashar dan maghrib.
  • Doa Sayyidul Istighfar: Doa ini memiliki keutamaan luar biasa bagi siapa saja yang mengamalkannya dengan penuh keyakinan. Rasulullah SAW menjanjikan surga bagi yang membacanya dengan khusyuk.
  • Doa untuk Orang Tua: Doa untuk kedua orang tua, terutama setelah mereka meninggal dunia, memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam.
  • Doa Istighfar: Memohon ampunan kepada Allah SWT melalui doa istighfar dapat membuka pintu rezeki dan menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan.
  • Doa dalam Kesulitan: Ketika menghadapi masalah dan kesulitan, doa menjadi senjata paling ampuh untuk memohon pertolongan Allah SWT.
  • Doa Syukur: Mengucapkan syukur melalui doa akan menambah nikmat yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya.

Tiga Macam Doa yang Dikabulkan Tanpa Ragu

Dalam Islam, terdapat beberapa jenis doa yang dijanjikan oleh Allah SWT akan dikabulkan tanpa keraguan. Hal ini memberikan harapan dan motivasi bagi umat Muslim untuk senantiasa berdoa, terutama dalam kondisi-kondisi tertentu.

Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud menyebutkan, "Tiga macam doa yang dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan doa seorang musafir (yang bepergian untuk maksud dan tujuan baik)." Hadits ini menyebutkan tiga kategori doa yang memiliki keistimewaan:

  • Doa Orang yang Dizalimi: Doa dari seseorang yang mengalami kezaliman memiliki kekuatan yang luar biasa. Allah SWT sangat membenci kezaliman dan akan mengabulkan doa orang yang terzalimi, bahkan jika orang tersebut bukan seorang Muslim. Ini adalah bentuk keadilan ilahi dan peringatan bagi para pelaku kezaliman.
  • Doa Kedua Orang Tua: Doa orang tua untuk anak-anaknya, baik doa kebaikan maupun keburukan (meskipun dianjurkan untuk selalu mendoakan kebaikan), adalah doa yang mustajab. Kedudukan orang tua yang mulia dalam Islam menjadikan doa mereka memiliki bobot yang besar di sisi Allah SWT.
  • Doa Seorang Musafir: Musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan, terutama untuk tujuan yang baik dan diridhai Allah, doanya cenderung dikabulkan. Kondisi musafir yang seringkali menghadapi kesulitan dan keterasingan menjadikannya lebih dekat kepada Allah SWT dalam memanjatkan permohonan.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan dalil tentang doa dalam Islam? Dalil tentang doa adalah ayat-ayat Al-Quran dan hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang keutamaan, adab, dan cara berdoa yang benar dalam Islam.

2. Kapan waktu yang paling mustajab untuk berdoa? Waktu mustajab untuk berdoa antara lain sepertiga malam terakhir, antara maghrib dan isya, hari Jumat antara ashar dan maghrib, serta setelah shalat fardhu.

3. Apa saja syarat agar doa dikabulkan Allah SWT? Syarat doa dikabulkan meliputi bersuci, menghadap kiblat, berdoa dengan nama Allah yang baik, tidak meminta yang haram, dan berdoa dengan penuh keyakinan.

4. Bagaimana cara berdoa yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW? Cara berdoa sesuai sunnah adalah memulai dengan basmalah, memuji Allah, bershalawat kepada Nabi, berdoa dengan khusyuk, dan mengakhiri dengan shalawat.

5. Apakah doa harus menggunakan bahasa Arab? Doa tidak harus menggunakan bahasa Arab, tetapi lebih utama menggunakan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW dalam bahasa Arab.

6. Apa hikmah dari Allah tidak langsung mengabulkan doa kita? Hikmah penundaan pengabulan doa antara lain untuk menguji kesabaran, memperbanyak pahala, atau karena Allah memiliki rencana yang lebih baik.

7. Bolehkah berdoa untuk orang yang sudah meninggal dunia? Ya, sangat dianjurkan berdoa untuk orang yang sudah meninggal terutama dengan membacakan istighfar dan bersedekah atas nama mereka.