Doa yang Dibaca Sebelum Tidur dan Tuntunan Amalan Sunnah yang Dicontohkan Rasulullah

Ingin tidur lebih tenang dan terlindungi? Pelajari berbagai doa yang dibaca sebelum tidur sesuai ajaran Islam untuk meraih keutamaan dan ketenangan batin.

Diterbitkan 21 Juli 2025, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang menjadi bagian dari ritme hidup sehari-hari. Namun dalam Islam, tidur bukan sekadar aktivitas biologis untuk mengistirahatkan tubuh. Ia adalah momen reflektif dan spiritual, di mana seorang hamba menyadari keterbatasannya dan berserah kepada Sang Pencipta.

Sering kali kita terlelap begitu saja tanpa menyadari bahwa tidur juga bisa menjadi sarana ibadah. Rasulullah SAW mengajarkan berbagai adab dan doa sebelum tidur yang mengandung makna mendalam. Doa-doa tersebut tidak hanya memberi ketenangan batin, tetapi juga sebagai bentuk penghambaan dan perlindungan dari gangguan yang tak terlihat.

Sebagaimana dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Syarah Riyadhus Shalihin, membaca doa sebelum tidur menunjukkan pengakuan 'ubudiyyah, yaitu tunduk sepenuhnya kepada Allah SWT. Dalam doa sebelum tidur, seorang hamba menyerahkan dirinya, menyadari kelemahannya, dan memohon perlindungan dari segala marabahaya. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (21/7/2025).

Doa yang Dibaca Sebelum Tidur

Berikut beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebelum tidur, beserta bacaan Arab, latin, dan artinya:

1. Bacaan Doa Sebelum Tidur Pertama

بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

Bismikallahumma ahyaa wa bismika amuut

Artinya: Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati.

Doa ini berasal dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadis tersebut, beliau berkata:

"Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau meletakkan tangannya di bawah pipi kanannya dan berkata: بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ."

(HR. Bukhari no. 6311 dan Abu Dawud no. 5049)

Doa ini mengandung makna bahwa tidur adalah bentuk dari kematian sementara. Dengan menyebut nama Allah, seorang Muslim menyerahkan dirinya kepada takdir dan kehendak Allah, serta mengharap perlindungan dan rahmat-Nya.

2. Bacaan Doa Kedua dari Riwayat Muslim

Dalam riwayat lain disebutkan doa berbeda yang juga dibaca Rasulullah SAW sebelum tidur:

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا

Allahumma bismika amuutu wa ahyaa

Artinya: Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup.

Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim dalam Kitab al-Dzikr wa al-Du’a wa al-Taubat wa al-Istighfar:

Dari Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau mendatangi tempat tidurmu, berwudhulah sebagaimana engkau berwudhu untuk shalat. Lalu berbaringlah di sisi kananmu dan ucapkanlah: ‘Allahumma bismika amuutu wa ahyaa…’.”

(HR. Muslim no. 2710)

Perbedaan susunan doa ini menekankan dua sisi kehidupan: kematian sementara (tidur) dan harapan untuk bangun kembali (hidup). Dalam dua redaksi doa ini, Nabi SAW menunjukkan kepada kita betapa pentingnya mengingat Allah bahkan saat akan tidur.

3. Doa dari HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ : وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ

Allahumma aslamtu wajhii ilaik. Wa fawwadhtu amrii ilaik. Wa alja’tu dzahrii ilaik. Raghbatan wa rahbatan ilaik. La malja’a walaa manjaa minka illa ilaik. Allahumma aamantu bi kitaabika alladzii anzalta, wa bi nabiyyika alladzii arsalta

Artinya: Ya Allah, aku berserah diri kepadamu, kupasrahkan semua urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan diriku kepada-Mu, dengan harap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat menyelematkan diri dari siksa-Mu, melainkan dengan berjalan menuju-Mu. Ya Allah, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan kepada Nabi yang Engkau utus.

Doa Bangun Tidur

Islam tidak hanya mengajarkan doa sebelum tidur, tetapi juga doa saat bangun tidur:

الْـحَمْـدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan.

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab at-Tahajjud:

Diriwayatkan dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW apabila bangun dari tidurnya mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.”

(HR. Bukhari no. 6312)

Doa ini menjadi pengingat bahwa bangun tidur adalah nikmat yang tidak boleh diremehkan. Tidur diibaratkan sebagai ‘kematian kecil’, dan bangun tidur adalah kesempatan kedua yang diberikan oleh Allah.

Amalan Sunnah Sebelum Tidur

1. Berwudhu

Rasulullah SAW bersabda:

"Jika kamu hendak tidur, hendaknya kamu berwudhu sebagaimana kamu berwudhu ketika hendak mengerjakan salat..." (HR. Bukhari dan Muslim, dinukil oleh Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah)

2. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (3 kali)

Dianjurkan meniup ke telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh. (HR. Bukhari no. 5017)

3. Membaca Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255)

Sebagaimana hadis dari Abu Hurairah, membaca ayat ini akan dijaga dari gangguan setan hingga pagi hari. (HR. Bukhari no. 2311)

4. Membaca Doa

باسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسي فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Bismika rabbi wada'tu janbi, wa bika arfa'uhu, fa in amsakta nafsi farhamha, wa in arsaltahaa fahfazhha bi maa tahfazu bihi 'ibaadakas saalihin

Artinya: Dengan menyebut nama-Mu wahai Tuhanku, aku letakkan lambungku dan dengan menyebut nama-Mu aku angkat lambungku. Jika Engkau menahan nafasku, maka kasihanilah ia. Dan jika Engkau melepaskannya, maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-Mu yang shaleh. (HR Bukhari dan Muslim)

5. Membaca Surah Al-Kafirun

Untuk terjaga dari kesyirikan. (HR. Abu Dawud no. 5055)

6. Membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah (QS Al-Baqarah: 285-286)

Rasulullah SAW bersabda bahwa ayat ini mencukupi orang yang membacanya. (HR. Bukhari no. 2311)

7. Membaca Surah Al-Isra dan Az-Zumar

Nabi SAW tidak tidur sebelum membaca kedua surah ini. (HR. Tirmidzi no. 3402)

FAQ Seputar Tidur dalam Pandangan Islam

1. Apakah tidur bisa bernilai ibadah?

Ya. Jika diawali dengan niat yang baik dan disertai dengan amalan sunnah seperti membaca doa dan dzikir, maka tidur menjadi ibadah.

2. Apakah tidur harus menghadap kanan?

Sunnahnya, ya. Rasulullah SAW menganjurkan tidur menghadap ke sisi kanan terlebih dahulu. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Apakah ada larangan tidur tengkurap?

Ya, tidur tengkurap tidak disukai dalam Islam karena disebut sebagai posisi tidurnya penghuni neraka. (HR. Ahmad)

4. Mengapa disunnahkan membaca Ayat Kursi sebelum tidur?

Karena dengan membacanya, seorang muslim akan dijaga dari gangguan setan hingga pagi. (HR. Bukhari)

5. Apa hikmah dari doa sebelum tidur?

bagai pengingat bahwa hidup dan mati berada di tangan Allah, serta bentuk tawakal dan rasa syukur atas nikmat-Nya.

Referensi:

  • Syarah Riyadhus Shalihin, Imam an-Nawawi
  • Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq
  • Sunnah Nabi 24 Jam, Khalid al-Husainani
  • Shahih Bukhari dan Muslim
  • Tafsir As-Sa’diy, Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy
  • Laman Muslim.or.id