Sukses

Kengerian Dahsyat pada Hari Kiamat: Langit Terbelah, Gunung Hancur hingga Laut Meluap

Liputan6.com, Jakarta - Hari kiamat sudah pasti datang, meski tak ada seorangpun yang mengetahui kapan hari akhir itu tiba. Meski begitu, tanda-tanda kiamat sudah tertera dalam Al-Qur'an maupun hadis.

Dalam berbagai riwayat, hari kiamat digambarkan begitu dahsyat. Langit terbelah, gunung hancur, gempa hingga laut meluap (tsunami) akan terjadi pada akhir zaman itu.

Barangkali, bencana gempa bumi atau tsunami yang pernah melanda Indonesia bisa menjadi gambaran kengerian, ketika ribuan orang meninggal dalam waktu bersamaan karena bencana.

Padahal, itu hanya kiamat sugra atau kiamat kecil. Tak terbayangkan kengerian yang terjadi pada kiamat kubra atau kiamat besar.

Pada hari itu, tiba saatnya malaikat Israfil meniup sangkakala. Bumi berguncang sedahsyat-dahsyatnya. Gunung-gunung dihancurkan dan diterbangkan bagai bulu berhamburan, manusia berlarian bak anai-anai beterbangan.

Lautan meluap dan menyala, langit terbelah dan merapuh, cahaya rembulan menghilang, bintang berjatuhan, matahari pun digulung.

Begitulah deskripsi singkat dahsyatnya hari kiamat dalam Al-Qur'an. Pada hari itu, akan terjadi huru hara besar-besaran di seluruh tingkatan makhluk, terutama manusia.

Berikut ini adalah ayat-ayat Al-Qur'an yang mendeskripsikan dahsyatnya hari kiamat, ketika bumi dan alam semesta hancur luluh.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Gunung dan Matahari Digulung

اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ – ٤  وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ – ٥ فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ – ٦

“Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (QS. Al Waqi’ah: 4-6)

وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ

“Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (QS. Al Qari’ah: 5)

خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ كَاَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌۙ

“Pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.” (QS. Al Qomar: 7)

اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْۖ – ١ وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ – ٢  وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ – ٣

“Apabila matahari digulung, bintang-bintang berjatuhan, dan gunung-gunung dihancurkan.” (QS. At Takwir: 1-3)

 

3 dari 3 halaman

Langit Terbelah hingga Laut Meluap

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ – ١ وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ – ٢ وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ – ٣

“Apabila langit terbelah, bintang-bintang jatuh berserakan, dan lautan dijadikan meluap.” (QS. Al Infithar: 1-3)

وَانْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَهِيَ يَوْمَىِٕذٍ وَّاهِيَةٌۙ

“Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.” (QS. Al Haaqqah: 16)

وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ

“Dan apabila lautan dipanaskan.” (QS. At Takwir: 6)

Banyak mata terbelalak, wajah biru muram tertunduk terhina penuh penyesalan dan hati takut tak terkira. Hari itu ibu akan lalai dengan anak susuannya. Manusia berlari dari saudara, ibu-bapak, istri dan anak-anaknya. Manusia berlarian untuk dirinya masing-masing.

فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُ ۖ – ٣٣ يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ – ٣٤  وَاُمِّه وَاَبِيْهِۙ – ٣٥ وَصَاحِبَتِه وَبَنِيْهِۗ – ٣٦

“Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya.” (QS. ‘Abasa: 33-37). (Sumber: muslim.or.id).

Tim Rembulan

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS