Sukses

Para Jenderal di Dalam Tim Baru Prabowo

Liputan6.com, Jakarta - Tak lama setelah capres Prabowo Subianto mengumumkan pengunduran dirinya dari Pemilu Presiden 2014, tim pemenangannya langsung bergerak cepat. Mereka merombak susunan anggota pemenangan yang semula dipimpin tokoh sipil, Mahfud MD, kini dipimpin dari kalangan jenderal purnawirawan.

Anggota tim pemenangan, Amazon Dalimunthe, di Rumah Polonia, Jakarta Timur, mengatakan tim sekarang dipimpin oleh Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Yunus Yosfiah. "Tim diketuai Bapak Yunus Yosfiah, wakilnya Pak Djoko Santoso dan George Toisutta," kata Amazon di Jakarta, Selasa (22/7/2014).

Sebelumnya nama Yunus dan Djoko berada di deretan penasihat tim. Sedangkan George merupakan wakil ketua tim pelaksana.

Yunus Yosfiah merupakan Menteri Penerangan terakhir era pemerintahan Presiden BJ Habibie, sebelum Departemen Penerangan dihapuskan oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Dia jugalah yang membuka keran kebebasan pers dengan menghapus Surat Izin Penerbitan Pers (SIUPP).

Yunus memasuki kancah politik setelah bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dia pernah mendapat tuduhan berat saat menjadi anggota Kopassus di Timor Timur (sekarang Timur Leste) . Ia dianggap bertanggung jawab atas kematian 5 wartawan Australia yang sedang meliput di Balibo, Timor Timur, Oktober 1975. Pada Maret 2007, petugas penyidik kematian di Australia mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Yunus atas kematian 5 wartawan tersebut.

Di kemiliteran, Yunus pernah menjadi Panglima Daerah Militer II/Sriwijaya, Komandan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat. Saat bertugas di Dili, Timor Timur, Yunus menjadi komandan resort militer 164 Wiradharma, Dili.

Adapun Jenderal Djoko Santoso adalah Panglima TNI yang diangkat sejak 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010. Perwira yang dibesarkan di intelijen negara ini menggantikan Marsekal Djoko Suyanto. Namanya mulai mencuat saat menjabat sebagai Pangdam XVI/Patitmura dan Pangdam Komando Operasi Pemulihan Keamanan 2003-2004 dan Panglima Kodam Jaya.

Sedangkan Jenderal Goerge Toisutta adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat. Pada 2011, namanya sempat menjadi perbincangan publik setelah ia mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI. George pernah menjadi panglima operasi (pangkoops) TNI di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam --kini Aceh-- pada 2003, menggantikan Mayjen TNI Bambang Dharmono.

Dengan susunan baru ini, nama tim pun mengalami perubahan. Dari Tim Pemenangan Prabowo-Hatta menjadi Tim Perjuangan Merah Putih untuk Keadilan dan Kebenaran.

Kendati tak menyebut secara khusus alasan pergantian itu, namun Amazon mengatakan pergantian tim karena garis perjuangan sudah berbeda. "Sekarang ranahnya politik," tandas Amazon.

Saat dikonfirmasi, Ketua tim pemenangan sebelumnya, Mahfud MD, mengatakan mundur karena merasa gagal memenangkan Prabowo-Hatta sebagai presiden dan wakil presiden periode 2014 sampai 2019.

"Saya tadi sudah mengatakan, saya mengembalikan mandat karena saya gagal," kata Mahfud di Rumah Polonia, Jakarta Timur. (Sss)