9 Bagian Kandang Kucing yang Perlu Diperiksa saat Udara Mulai Lembap Agar Tak Berjamur

Udara mulai lembap bisa memicu jamur di kandang kucing. Ketahui bagian kandang kucing yang perlu diperiksa, dari alas tidur sampai tempat makan dan minum.

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 10:16 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagian kandang kucing yang perlu diperiksa saat udara mulai lembap sering luput dari perhatian pemilik. Melansir dari International Cat Care, spora jamur penyebab kurap (ringworm) dapat menempel di alas tidur dan perlengkapan kucing, lalu tetap menular hingga dua tahun.

Studi Anastascia Arysthia dan rekan dalam jurnal Berita Kedokteran Masyarakat (2017) berjudul "Perilaku Sehat dan Sanitasi Lingkungan Pemilik Kucing dengan Dermatomikosis di Klaten" menyebut sanitasi yang kurang meningkatkan risiko jamur kulit. Jurnal itu juga mencatat suhu dan kelembapan udara yang tinggi sebagai faktor pemicu pertumbuhan jamur.

Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan masuk bertahap mulai Oktober hingga Desember 2026. Berikut adalah bagian kandang kucing yang perlu diperiksa saat udara mulai lembap dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (18/10/2026).

1. Lantai dan Alas Dasar Kandang

Lantai adalah bagian yang paling cepat menyerap lembap dari tampias hujan, urine, dan tumpahan air minum. Periksa apakah ada bagian yang basah, licin, berlumut, atau berbau apek. Lantai kayu atau triplek yang terus basah mudah lapuk dan menyimpan kotoran di celahnya.

Angkat nampan, koran, atau alas yang ada di bawah, lalu cek sisi bawahnya. Melansir dari ASPCA yang merujuk panduan Association of Shelter Veterinarians, permukaan lantai yang kedap dan tidak menyerap air direkomendasikan untuk tempat penampungan hewan. Prinsip ini bisa ditiru di rumah agar lantai mudah dibersihkan dan cepat kering.

2. Bantal, Selimut, dan Alas Tidur

Kain menyerap uap air dari udara, bulu kucing yang basah, dan air liur. Raba bagian tengah alas tidur. Bila terasa dingin, lembap, atau berbau apek, jangan dipakai dulu karena bisa menjadi tempat jamur berkembang.

International Cat Care menyebut keranjang, alas tidur, mainan, dan alat grooming perlu dianggap tercemar jika kucing terinfeksi kurap, lalu didisinfeksi atau dibuang. Siapkan minimal dua set alas agar ada pengganti saat satu set dicuci. Jemur sampai benar-benar kering sebelum dipakai lagi.

3. Tempat Buang Kotoran (Litter Box)

Pasir kucing yang basah akan cepat berbau dan menjadi lembap. Cek bagian dasar bak, sudut, serta area di sekitarnya, bukan hanya permukaan pasir. Letakkan bak di tempat yang kering, tidak terkena tampias, dan masih mendapat sirkulasi udara.

Cats Protection, lembaga kesejahteraan kucing asal Inggris, menyarankan kotoran diambil setidaknya sekali sehari dan pasir diganti total seminggu sekali. Majalah Your Cat menambahkan bak harus dibilas dan benar-benar kering sebelum diisi pasir baru. Hindari pembersih beraroma tajam karena kucing bisa enggan memakainya.

4. Tempat Makan dan Minum

Mangkuk yang selalu basah mudah ditumbuhi lendir dan jamur, terutama di bagian dasar dan pinggirnya. Raba permukaannya. Jika terasa licin atau berbau, cuci dengan sabun dan bilas bersih. Keringkan sebelum diisi ulang.

Melansir dari U.S. Food and Drug Administration (FDA), mangkuk makan tidak sebaiknya dipakai sebagai sendok takar. Gunakan sendok atau gelas ukur yang bersih. FDA juga menyarankan sisa makanan kaleng atau pouch segera disimpan di kulkas atau dibuang. Jangan biarkan sisa makanan basah di kandang terlalu lama.

5. Penyimpanan Makanan Kucing

Makanan kering mudah rusak jika udara lembap. FDA menyarankan makanan kering disimpan di tempat sejuk dan kering, karena panas atau kelembapan berlebih dapat merusak zat gizinya. Simpan makanan di kemasan aslinya dengan bagian atas dilipat rapat.

Periksa makanan sebelum diberikan. Buang jika tercium bau tengik atau tampak bintik jamur. Jangan simpan karung makanan menempel di lantai atau dinding yang lembap. Letakkan di wadah tertutup rapat dan jauh dari area kandang yang sering basah.

6. Ventilasi dan Sirkulasi Udara

Kandang yang pengap membuat uap air terperangkap. ASPCA, merujuk panduan Association of Shelter Veterinarians, menyebut ventilasi harus cukup untuk menjaga kualitas udara, termasuk di dalam kandang utama. Panduan itu juga menyarankan kelembapan relatif 30 sampai 70 persen di area hewan.

Angka itu acuan untuk tempat penampungan, bukan aturan baku di rumah. Pemilik bisa memakai alat pengukur kelembapan (higrometer) yang harganya terjangkau sebagai pembanding. Buka sisi kandang yang aman agar udara mengalir, tetapi lindungi dari tampias dan angin kencang.

7. Atap, Dinding, dan Sudut Kandang

Hujan pertama sering membuka kebocoran yang tidak terlihat saat kemarau. Cek atap, sambungan, dan talang air. Perhatikan bercak air, tetesan, atau embun di bagian dalam atap. Bagian kandang di bawah titik bocor biasanya yang paling cepat basah.

Lihat juga dinding dan sudut kandang. Noda hitam atau hijau menandakan lumut atau jamur mulai tumbuh. Perbaiki sumber airnya lebih dulu. Setelah itu bersihkan permukaannya, lalu keringkan sepenuhnya.

8. Rangka Kayu dan Jeruji Besi

Kayu yang lembap akan lunak, retak, dan berjamur. Tekan beberapa titik dengan ujung jari atau obeng kecil. Jika terasa empuk atau serpihannya mudah lepas, bagian itu perlu diganti karena serpihan dapat melukai kaki kucing.

Untuk jeruji dan engsel besi, periksa karat yang mulai muncul. Karat dapat membuat pintu macet dan permukaan menjadi kasar atau tajam. Amplas karat ringan, lalu lapisi dengan cat yang aman untuk hewan peliharaan. Ganti bagian yang sudah keropos.

9. Mainan, Tempat Menggaruk, dan Alat Grooming

Benda berbahan kain, kardus, tali, atau karpet mudah menyerap lembap. Periksa apakah ada bagian yang basah, berbau, atau berubah warna. Ganti kardus atau tali tempat menggaruk yang sudah lembap.

Sisir dan sikat juga perlu dicuci dan dikeringkan. International Cat Care mencatat spora kurap dapat menempel pada alat grooming. Untuk ruangan yang terkontaminasi, lembaga itu menyarankan penyedotan debu secara menyeluruh setiap hari guna menyingkirkan bulu yang terinfeksi.

Kondisi Kulit dan Bulu Kucing

Kandang yang lembap tidak selalu langsung membuat kucing sakit, tetapi risikonya bisa meningkat. Indonesian Cat Association (ICA)  mencatat 98 persen dermatomikosis pada kucing disebabkan jamur Microsporum canis. Periksa bulu rontok berbentuk bercak, kulit bersisik, atau kucing yang sering menggaruk.

International Cat Care menyebut gejala kurap sangat bervariasi, bahkan ada kucing yang tampak normal. Penyakit ini bisa menular ke manusia. Bila ada tanda mencurigakan, bawa kucing ke dokter hewan dan cuci tangan setelah menyentuhnya. Informasi ini bukan pengganti konsultasi dokter hewan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebersihan Kandang Kucing

1. Berapa tingkat kelembapan yang aman untuk kucing?

Panduan Association of Shelter Veterinarians yang dikutip ASPCA menyarankan kelembapan relatif 30 sampai 70 persen di area hewan. Angka ini acuan untuk tempat penampungan, bukan aturan baku di rumah.

2. Seberapa sering kandang kucing perlu diperiksa saat musim hujan?

Lakukan pengecekan cepat setiap hari pada litter box, alas tidur, serta tempat makan dan minum. Cats Protection menyarankan pasir diganti total seminggu sekali, jadi jadwalkan pembersihan menyeluruh dengan pola yang sama.

3. Apakah kandang lembap pasti membuat kucing terkena jamur?

Tidak pasti. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat (2017) mencatat suhu dan kelembapan tinggi sebagai faktor pemicu pertumbuhan jamur, sementara International Cat Care menyebut penularan terjadi lewat kontak dan benda yang tercemar.

4. Bolehkah kandang disemprot disinfektan apa saja?

Sebaiknya tidak. Majalah Your Cat mengingatkan disinfektan yang berubah keruh saat dicampur air bersifat racun bagi kucing, dan aroma tajam bisa membuat kucing enggan mendekat. Pilih produk yang aman untuk kucing atau tanyakan dokter hewan.

5. Kapan kucing perlu dibawa ke dokter hewan?

Segera periksakan jika muncul bulu rontok berbentuk bercak, kulit bersisik, atau kucing sering menggaruk. International Cat Care menyarankan kurap selalu diobati karena dapat menular ke kucing lain dan manusia.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6