Trend Baru Nonna Maxxing, Gaya Hidup ala Nenek yang Mengajak Gen Z Kembali Menikmati Hidup Sederhana

Tren 'nonna maxxing' mengajak Gen Z mengadopsi gaya hidup lambat ala nenek Italia, menolak budaya serba cepat dan digital demi kesederhanaan serta koneksi perso

Liputan6.com, Jakarta - Trend baru nonna maxxing tengah menarik perhatian pengguna media sosial, terutama generasi muda yang mulai mencari keseimbangan di tengah kehidupan serba cepat. Tren ini mengajak orang kembali menikmati kebiasaan sederhana yang lekat dengan kehidupan nenek, mulai dari memasak makanan rumahan, menata meja makan, merawat tanaman, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa terus-menerus melihat layar ponsel.

Istilah nonna maxxing berasal dari kata nonna, sebutan untuk nenek dalam bahasa Italia, dan akhiran -maxxing yang populer dalam budaya internet. Alih-alih mengejar produktivitas tanpa henti, tren ini justru menekankan pentingnya memperlambat ritme kehidupan dan menemukan kebahagiaan dalam rutinitas sehari-hari.

Popularitasnya tidak sekadar berkaitan dengan estetika rumah bergaya klasik atau makanan tradisional yang menggugah selera. Nonna maxxing juga mencerminkan kerinduan terhadap hubungan sosial yang lebih dekat, aktivitas yang dilakukan dengan penuh perhatian, dan kehidupan yang tidak selalu diukur berdasarkan kecepatan maupun pencapaian. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (13/10/2026).

Mengenal Nonna Maxxing, Tren Hidup Santai yang Kembali Populer

Nonna maxxing merupakan tren gaya hidup yang terinspirasi dari kebiasaan nenek, khususnya gambaran nenek Italia yang gemar memasak, merawat rumah, berbagi makanan, dan menjaga kedekatan dengan keluarga serta lingkungan sekitarnya. Konsep ini tidak mengharuskan seseorang menjadi nenek atau meniru seluruh tradisi Italia. Sebaliknya, orang diajak mengambil nilai-nilai sederhana yang dianggap membuat kehidupan terasa lebih hangat dan bermakna.

Dalam artikel What Is Nonna-Maxxing? Why Gen Z Is Returning to Slow Cooking yang diterbitkan Forbes pada 27 Maret 2026, jurnalis Stephanie Gravalese menjelaskan bahwa tren ini tumbuh dari keinginan generasi muda untuk kembali memasak seperti nenek mereka. Aktivitas seperti membuat saus dari bahan segar, memanggang roti sendiri, dan mengikuti resep keluarga menjadi bagian penting dari gaya hidup tersebut.

Nonna maxxing juga memiliki kaitan dengan tren gaya hidup sebelumnya, seperti cottagecore dan slow living, yang sama-sama mengangkat kehidupan sederhana, kedekatan dengan alam, serta aktivitas sehari-hari yang tidak terlalu bergantung pada teknologi.

Namun, nonna maxxing memberikan penekanan khusus pada peran makanan dan hubungan antarmanusia. Memasak bukan hanya kegiatan untuk memenuhi kebutuhan perut, melainkan kesempatan untuk menunjukkan perhatian kepada orang lain. Menyediakan semangkuk sup bagi anggota keluarga, misalnya, menjadi bentuk kepedulian yang tidak harus disampaikan melalui kata-kata.

Majalah Martha Stewart juga menyoroti aspek tersebut dalam artikel Jamie Cuccinelli berjudul What Is Nonna-Maxxing? The Martha-Coded Trend, Explained. Artikel itu menjelaskan bahwa nonna maxxing mengutamakan rumah yang terasa nyaman, benda-benda yang memiliki cerita, makanan sederhana, dan kebiasaan menjamu orang lain tanpa menunggu acara istimewa.

Dengan demikian, inti tren ini bukan sekadar meniru penampilan nenek dalam video media sosial. Hal yang lebih penting adalah menghidupkan kembali kebiasaan yang membuat keseharian terasa lebih personal, hangat, dan tidak terburu-buru.

Mengapa Nonna Maxxing Menarik Perhatian Generasi Muda?

Salah satu alasan nonna maxxing menjadi perbincangan adalah kelelahan menghadapi kehidupan yang serba cepat. Pesan harus segera dibalas, pekerjaan menuntut perhatian terus-menerus, dan media sosial menghadirkan aliran informasi yang seolah tidak pernah berhenti.

Di tengah situasi tersebut, kegiatan sederhana seperti memasak perlahan, berjalan kaki, atau menikmati makan malam bersama keluarga menawarkan pengalaman yang berbeda. Seseorang tidak harus selalu mengejar target baru untuk merasa bahwa waktunya bermanfaat.

Forbes menghubungkan popularitas nonna maxxing dengan kejenuhan terhadap budaya kerja berlebihan dan kelelahan akibat penggunaan layar. Artikel tersebut juga mengangkat data survei Gallup yang menyebutkan bahwa 68 persen generasi Z dan milenial muda melaporkan sering mengalami stres. Angka tersebut merupakan temuan survei yang dikutip Forbes, bukan bukti bahwa nonna maxxing secara langsung dapat mengatasi stres.

Daya tarik lainnya terletak pada keinginan untuk memiliki hubungan sosial yang lebih dekat. Interaksi melalui pesan singkat dan media sosial memang memudahkan komunikasi, tetapi tidak selalu menggantikan pengalaman berkumpul secara langsung.

Makan bersama, membantu menyiapkan hidangan, atau mengobrol sambil minum teh memberikan ruang bagi percakapan yang lebih alami. Aktivitas tersebut juga memungkinkan orang membangun kebiasaan bersama tanpa harus merencanakan acara besar.

Dalam artikel Nonna-maxxing: the viral lifestyle trend celebrating a slower life, Vogue Adria menggambarkan tren ini sebagai bagian dari ketertarikan terhadap kehidupan yang lebih lambat dan autentik. Di tengah budaya yang mengutamakan kecepatan, nonna maxxing menawarkan gagasan bahwa seseorang tetap dapat menjalani hidup dengan baik tanpa harus selalu melakukan banyak hal sekaligus.

Meski demikian, tren ini sebaiknya tidak dipahami sebagai anggapan bahwa kehidupan masa lalu selalu lebih baik. Gambaran tentang nenek yang hidup tenang sering kali merupakan idealisasi. Tidak semua orang memiliki pengalaman keluarga, kondisi ekonomi, atau waktu luang yang sama. Nilai utama yang bisa diambil adalah kesempatan untuk memilih kebiasaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan keadaan masing-masing.

Cara Menerapkan Nonna Maxxing dalam Kehidupan Sehari-hari

Nonna maxxing tidak mengharuskan seseorang mengubah seluruh rumah, membeli perlengkapan dapur baru, atau menghabiskan berjam-jam untuk menyiapkan makanan. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih sesuai dengan semangat tren ini.

1. Memasak Makanan Rumahan dari Bahan Segar

Memasak menjadi salah satu aktivitas yang paling identik dengan nonna maxxing. Proses menyiapkan bahan, memotong sayuran, mengaduk masakan, hingga mencicipi hasilnya memberikan kesempatan untuk menikmati kegiatan tanpa terus memikirkan kecepatan.

Forbes menyoroti makanan yang dibuat dari awal, seperti saus yang dimasak perlahan dan roti buatan sendiri, sebagai gambaran utama tren ini. Namun, penerapannya tidak harus selalu berupa hidangan Italia yang rumit.

Di Indonesia, seseorang bisa mulai dengan memasak sayur bening, membuat sambal sendiri, menyiapkan sup ayam, atau mengolah sayuran yang tersedia di pasar. Memanfaatkan bahan musiman dan hasil kebun juga dapat menjadi cara sederhana untuk lebih dekat dengan proses memasak.

Hal terpenting bukanlah membuat semua makanan sendiri setiap hari. Sesuaikan aktivitas tersebut dengan waktu, tenaga, dan anggaran yang tersedia. Memasak satu hidangan sederhana dengan perhatian penuh sudah cukup untuk menerapkan semangat nonna maxxing.

2. Menikmati Makan Bersama Tanpa Gangguan Ponsel

Kebiasaan makan sambil menggulir layar ponsel membuat waktu makan mudah berlalu tanpa benar-benar dinikmati. Nonna maxxing mengajak orang mengembalikan perhatian pada makanan dan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Caranya bisa dimulai dengan menyimpan ponsel selama makan malam, menyediakan waktu untuk sarapan bersama keluarga, atau mengajak teman makan tanpa sibuk merekam setiap hidangan.

Tidak perlu menyiapkan meja makan mewah. Piring sehari-hari, segelas air, dan makanan rumahan sudah cukup untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Jika tinggal sendiri, seseorang tetap bisa menerapkannya dengan makan tanpa layar dan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menikmati hidangan dengan tenang.

Vogue Adria juga menekankan pentingnya mengurangi penggunaan layar selama rutinitas, termasuk ketika memasak dan makan. Dengan mengurangi gangguan digital, perhatian dapat diarahkan kembali pada aktivitas yang sedang dilakukan.

3. Menciptakan Rumah yang Hangat dan Penuh Cerita

Dalam nonna maxxing, rumah tidak harus terlihat seperti ruangan yang baru selesai ditata oleh desainer interior. Justru, ruang yang memiliki benda-benda dengan cerita dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari menjadi bagian penting dari estetika ini.

Martha Stewart mengutip pandangan desainer interior Melissa Dyckman yang menyarankan penambahan benda berkarakter, seperti lampu bergaya vintage, bangku kayu, karya seni dari pasar barang bekas, atau peralatan makan yang tidak seluruhnya seragam.

Pendekatan tersebut dapat diterapkan dengan memanfaatkan barang yang sudah dimiliki. Taplak lama milik keluarga, keranjang anyaman, vas sederhana, atau cangkir kesayangan bisa menjadi bagian dari dekorasi rumah.

Tidak perlu membeli banyak barang demi mengikuti tren. Selain lebih hemat, mempertahankan benda yang masih berfungsi juga sejalan dengan gagasan menghargai barang dan mengurangi kebiasaan konsumsi berlebihan.

Rumah yang nyaman pada akhirnya bukan hanya rumah yang menarik untuk difoto, melainkan tempat yang mendukung penghuninya beristirahat, berkumpul, dan menjalani rutinitas dengan lebih leluasa.

4. Menghidupkan Kembali Kebiasaan Kecil di Rumah

Merawat rumah juga menjadi bagian dari nonna maxxing. Aktivitas seperti menyiram tanaman, membersihkan meja dapur, merapikan rak, atau mengganti air bunga dapat menjadi jeda yang menyenangkan di antara pekerjaan.

Vogue Adria menyebut kegiatan merawat rumah dan tanaman sebagai cara untuk kembali terhubung dengan lingkungan tempat tinggal. Rutinitas tersebut tidak harus dilakukan sekaligus atau berubah menjadi daftar pekerjaan rumah yang melelahkan.

Pilih satu kegiatan sederhana yang bisa dilakukan secara teratur. Misalnya, menyiram tanaman pada pagi hari, membersihkan meja setelah sarapan, atau menyiapkan bahan masakan untuk hari berikutnya.

Kuncinya adalah menjalankan kegiatan tersebut dengan kesadaran, bukan menganggapnya sebagai perlombaan untuk memiliki rumah paling bersih. Jika pekerjaan rumah justru menambah beban, rutinitasnya dapat disederhanakan.

5. Mengutamakan Keramahtamahan daripada Kesempurnaan

Nonna maxxing juga menempatkan keramahtamahan sebagai nilai penting. Seseorang tidak harus pandai memasak atau memiliki rumah luas untuk menyambut orang lain.

Martha Stewart menekankan bahwa menjamu tamu sebaiknya tidak berpusat pada keinginan untuk mengesankan orang lain. Menyajikan satu hidangan yang lezat, menyediakan tempat duduk yang nyaman, dan membuat tamu merasa diterima bisa lebih berarti daripada menyiapkan pesta dengan banyak menu.

Kebiasaan berbagi juga dapat dilakukan dalam skala kecil. Seseorang bisa membuatkan teh untuk tetangga, membawa makanan untuk teman yang sedang sibuk, atau membagikan hasil panen dari kebun rumah.

Dalam konteks Indonesia, nilai ini dekat dengan tradisi berbagi makanan, membawa buah tangan saat berkunjung, atau mengadakan makan bersama keluarga. Tradisi lokal tidak perlu digantikan dengan kebiasaan Italia. Nonna maxxing justru dapat menjadi inspirasi untuk kembali menghargai praktik kebersamaan yang sudah dikenal dalam kehidupan sehari-hari.

6. Menyediakan Waktu untuk Beristirahat dan Tidak Melakukan Apa-Apa

Salah satu gagasan menarik dalam nonna maxxing adalah memberi ruang bagi waktu luang yang tidak harus diisi dengan kegiatan produktif. Dalam budaya yang sering mengukur keberhasilan berdasarkan banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, beristirahat tanpa rasa bersalah bisa terasa sulit.

The Guardian, melalui artikel Nonnamaxxing: do Italian grandmothers hold the secret to a long and happy life? yang diterbitkan pada 15 April 2026, menyoroti gagasan dolce far niente, ungkapan Italia yang kurang lebih berarti kenikmatan dari tidak melakukan apa-apa.

Dalam praktiknya, konsep ini bisa sesederhana duduk di teras sambil menikmati udara pagi, membaca buku, mendengarkan musik, atau tidur siang ketika memang membutuhkan istirahat.

Namun, beristirahat bukan berarti semua tanggung jawab harus diabaikan. Gagasan ini lebih tepat dipahami sebagai upaya memberi jeda yang wajar di tengah kesibukan, bukan tuntutan untuk selalu menjalani hidup santai.

7. Mengurangi Waktu di Media Sosial dan Menjalani Aktivitas secara Utuh

Ada ironi dalam popularitas nonna maxxing: gaya hidup yang mendorong orang menjauh dari layar justru dikenal melalui media sosial. Forbes mencatat bahwa tren ini menyebar melalui unggahan Instagram dan pembahasan di platform digital lainnya.

Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial dapat menjadi pintu masuk menuju kebiasaan baru, tetapi sekaligus berisiko mengubahnya menjadi tuntutan gaya hidup yang harus dipamerkan.

Agar tidak terjebak dalam paradoks tersebut, seseorang bisa mencoba menetapkan waktu khusus tanpa ponsel. Misalnya, tidak membuka media sosial ketika memasak, berjalan kaki tanpa terus memeriksa notifikasi, atau menghabiskan satu jam untuk membaca dan berbincang.

Tidak perlu mengunggah setiap aktivitas agar terasa bermakna. Pengalaman yang dinikmati secara pribadi tetap memiliki nilai, sekalipun tidak diketahui orang lain.

Nonna Maxxing Bukan Sekadar Estetika, tetapi Cara Menikmati Hidup

Meski terlihat sederhana, nonna maxxing menyimpan pertanyaan yang relevan bagi kehidupan modern: apakah setiap kegiatan harus dilakukan secepat mungkin, dan apakah semua pengalaman perlu diubah menjadi sesuatu yang produktif?

Vogue Adria melihat tren ini sebagai gejala perubahan budaya, ketika sebagian orang mulai mencari ritme hidup yang lebih tenang di tengah tuntutan modernitas. Sementara itu, Forbes memperlihatkan bagaimana memasak dan resep keluarga menjadi sarana untuk menghubungkan kembali seseorang dengan tradisi serta kenangan antargenerasi.

The Guardian turut mengaitkan gambaran gaya hidup nenek Italia dengan sejumlah kebiasaan yang sering diasosiasikan dengan umur panjang, seperti tetap aktif, mengonsumsi makanan rumahan, menjaga hubungan keluarga, dan terlibat dalam komunitas. Meski kebiasaan tersebut masuk akal sebagai bagian dari pola hidup sehat, nonna maxxing sendiri bukan metode yang terbukti menjamin umur panjang.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah pembagian tanggung jawab dalam rumah tangga. Gambaran nenek yang selalu memasak, membersihkan rumah, dan melayani keluarga tidak seharusnya menjadi alasan untuk membebankan pekerjaan domestik kepada satu orang saja. Nilai yang layak dipertahankan adalah kepedulian dan kebersamaan, dengan tanggung jawab yang dibagi secara adil.

Pada akhirnya, trend baru nonna maxxing tidak harus diterapkan secara sempurna. Seseorang dapat mengambil bagian yang paling sesuai dengan kehidupannya, mulai dari memasak makanan sederhana, mengurangi waktu menatap layar, hingga menyediakan waktu untuk bercakap-cakap dengan orang terdekat.

Tidak perlu membeli dekorasi vintage, mengenakan pakaian tertentu, atau mengikuti rutinitas yang terlihat menarik di internet. Esensi nonna maxxing justru terletak pada kemampuan menikmati hal-hal sederhana tanpa selalu merasa harus mengejar sesuatu yang lebih besar.

Pertanyaan Seputar Tren Nonna Maxxing

1. Apa yang dimaksud dengan nonna maxxing?

Nonna maxxing adalah tren gaya hidup yang terinspirasi dari kebiasaan nenek, khususnya nenek Italia. Tren ini menekankan kegiatan seperti memasak makanan rumahan, merawat rumah, berbagi makanan, mengurangi gangguan digital, dan meluangkan waktu untuk keluarga serta diri sendiri.

2. Mengapa nonna maxxing populer di kalangan Gen Z?

Tren ini menarik perhatian generasi muda karena menawarkan alternatif terhadap kehidupan yang serba cepat, tekanan produktivitas, dan penggunaan layar yang berlebihan. Nonna maxxing mendorong orang menikmati aktivitas sederhana serta membangun hubungan sosial secara langsung.

3. Bagaimana cara menerapkan nonna maxxing dengan biaya murah?

Mulailah dengan kebiasaan yang tidak membutuhkan pengeluaran tambahan, seperti memasak dari bahan yang tersedia, menggunakan kembali peralatan makan kesayangan, merawat tanaman, makan tanpa ponsel, dan meluangkan waktu untuk beristirahat. Tidak perlu membeli dekorasi atau perlengkapan baru.

4. Apakah nonna maxxing hanya cocok untuk perempuan?

Tidak. Nonna maxxing dapat diterapkan siapa saja, tanpa memandang gender atau usia. Memasak, merawat rumah, berbagi makanan, dan menjaga hubungan dengan orang lain merupakan kegiatan yang dapat dilakukan bersama dengan pembagian tanggung jawab yang adil.

5. Apakah nonna maxxing benar-benar bisa membuat hidup lebih sehat dan bahagia?

Kebiasaan seperti memasak makanan rumahan, bergerak secara teratur, menjaga hubungan sosial, dan menyediakan waktu untuk beristirahat dapat mendukung kesejahteraan. Namun, tidak ada jaminan bahwa mengikuti tren nonna maxxing secara langsung membuat seseorang lebih bahagia atau berumur panjang. Manfaatnya bergantung pada kebiasaan yang diterapkan dan kondisi masing-masing orang.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6