Cara Membersihkan Lubang Pembuangan Kamar Mandi yang Berbau

Cara membersihkan lubang pembuangan kamar mandi yang berbau: angkat kotoran, pakai baking soda dan cuka, lalu rawat water seal agar bau tidak kembali.

Liputan6.com, Jakarta Cara membersihkan lubang pembuangan kamar mandi yang berbau dimulai dari mengangkat rambut dan sisa sabun yang menumpuk di saringan. Setelah itu, saluran dibilas dengan campuran baking soda, cuka, dan air panas supaya lapisan kotoran di dalam pipa ikut luruh.

Kalau bau masih ada, coba periksa sekat air (water seal) pada floor drain dan cari kemungkinan pipa yang bocor. Bagian cara membersihkan lubang pembuangan kamar mandi yang berbau ini sering terlewat, padahal pengaruhnya besar terhadap bau yang naik ke ruangan.

Dilansir dari Angi, membersihkan saluran shower menghilangkan tumpukan rambut, sisa sabun, dan biofilm yang memunculkan bau seperti limbah atau apak di kamar mandi. Biofilm adalah lapisan licin berisi bakteri yang menempel di dinding pipa. Lapisan inilah yang paling sering jadi sumber bau.

1. Bersihkan Saringan dan Sumbatan Secara Manual

Langkah pertama untuk membersihkan lubang pembuangan kamar mandi yang berbau adalah mengangkat kotoran yang terlihat di sekitar saringan dan mulut pipa. Rambut, sisa sabun, dan lumpur yang menumpuk dapat menjadi sumber bau, sehingga bagian ini perlu dibersihkan sebelum menggunakan cairan pembersih.

Mengutip Drano, jika bau diduga berasal dari sumbatan, lepaskan penutup saluran terlebih dahulu. Penutup biasanya dapat diangkat atau dibuka menggunakan obeng, tergantung jenisnya. Setelah itu, ikuti langkah-langkah berikut.

1. Pakai sarung tangan karet. Lindungi tangan dari kotoran dan bakteri. Siapkan kantong plastik untuk menampung sampah yang diangkat dari saluran.

2. Lepas tutup floor drain. Buka penutup saringan, lalu periksa apakah terdapat gumpalan rambut, sisa sabun, atau lumpur di dalamnya.

3. Angkat kotoran yang terlihat. Gunakan tangan yang sudah terlindungi sarung tangan atau penjepit untuk mengambil rambut dan gumpalan sabun. Bersihkan sela-sela saringan dengan sikat kecil.

4. Gunakan drain snake untuk sumbatan yang lebih dalam. Alat ini berupa kabel lentur panjang yang dapat membantu menarik kotoran dari dalam pipa. Jika menggunakan gantungan baju kawat sebagai alternatif, pastikan ujungnya tidak tajam agar tidak merusak pipa.

5. Tarik keluar sumbatan. Masukkan drain snake secara perlahan ke dalam saluran, lalu tarik kembali setelah alat mengait kotoran. Buang kotoran yang terangkat dan bersihkan alat setelah digunakan.

6. Gunakan plunger jika air masih tergenang. Tempatkan penyedot karet di atas lubang saluran, kemudian tekan dan tarik beberapa kali untuk membantu melonggarkan sumbatan agar air kembali mengalir.

Pembersihan saluran secara manual juga dapat menjadi langkah awal untuk mengatasi bau tidak sedap di kamar mandi. Metode ini dibahas dalam panduan cara menghilangkan bau got di kamar mandi.

2. Gunakan Baking Soda, Cuka, dan Air Panas

Setelah sumbatan diangkat, langkah selanjutnya dalam cara membersihkan lubang pembuangan kamar mandi yang berbau adalah menggunakan bahan dapur, seperti baking soda dan cuka putih. Campuran ini dapat membantu melonggarkan sebagian kotoran organik dan mengurangi bau tidak sedap, meski efektivitasnya untuk membersihkan biofilm yang menempel di dinding pipa terbatas.

Dikutip dari Homes and Gardens, Josh Mitchell menyarankan penggunaan larutan alami untuk membantu mengurai bahan organik dan menetralkan bau. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.

1. Siram saluran dengan air panas. Tuangkan air panas dari keran untuk membantu melonggarkan sisa sabun dan kotoran. Hindari air mendidih, terutama jika pipa terbuat dari PVC.

2. Masukkan baking soda. Tuangkan sekitar 1/2 cangkir baking soda langsung ke lubang pembuangan.

3. Tambahkan cuka putih. Tuangkan 1/2–1 cangkir cuka putih ke dalam saluran. Campuran baking soda dan cuka akan menghasilkan busa.

4. Tutup lubang pembuangan. Tutup saluran secara longgar menggunakan penutup yang sesuai agar percikan tidak keluar. Hindari menutupnya dengan rapat karena reaksi campuran menghasilkan gas.

5. Diamkan selama 15–30 menit. Biarkan campuran bekerja sebelum melanjutkan ke tahap pembilasan.

6. Bilas dengan air hangat. Siram saluran menggunakan air hangat dari keran untuk membantu membawa sisa campuran dan kotoran yang terlepas ke dalam pipa.

Tips: Jika pipa kamar mandi terbuat dari PVC, gunakan air keran hangat, bukan air mendidih, untuk menghindari risiko kerusakan akibat suhu tinggi. Selain itu, jangan mencampurkan baking soda dan cuka dengan cairan pembersih saluran berbahan kimia lain, terutama produk yang mengandung pemutih. Jika bau tetap muncul setelah saluran dibersihkan, periksa kemungkinan masalah pada perangkap air (P-trap) atau sistem ventilasi pipa.

3. Cek P-Trap atau Water Seal pada Floor Drain

Ada kalanya bau tidak sedap tetap muncul meskipun saluran pembuangan sudah dibersihkan. Jika demikian, cara membersihkan lubang pembuangan kamar mandi yang berbau perlu dilanjutkan dengan memeriksa P-trap, yaitu pipa berbentuk lengkungan yang menahan sedikit air untuk mencegah gas dari saluran pembuangan masuk ke dalam ruangan.

Mengutip Mr. Rooter, bau tidak sedap dari saluran shower dapat disebabkan oleh sumbatan, P-trap yang kering, penumpukan biofilm, atau kebocoran pipa. Jenis bau yang muncul juga bisa menjadi petunjuk untuk mengenali penyebabnya. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.

1. Alirkan air ke saluran yang jarang digunakan. Kamar mandi tamu atau saluran yang lama tidak dipakai dapat kehilangan sekat air akibat penguapan. Alirkan air selama beberapa saat untuk mengisi kembali P-trap agar gas dari saluran tidak mudah masuk ke ruangan.

2. Periksa apakah floor drain dilengkapi perangkap air. Floor drain yang tidak memiliki penahan bau dapat memungkinkan gas dari saluran pembuangan masuk ke kamar mandi. Jika diperlukan, pertimbangkan untuk memasang floor drain dengan fitur ant-bau yang sesuai dengan sistem pipa di rumah.

3. Periksa tanda-tanda kebocoran. Jika kamar mandi rutin digunakan tetapi bau tetap muncul, periksa kemungkinan kebocoran atau kerusakan pada P-trap. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi sekat air sehingga bau dari saluran pembuangan masuk ke ruangan.

4. Pertimbangkan penggunaan pembersih enzimatik. Pembersih enzimatik atau berbasis bakteri dapat membantu menguraikan bahan organik yang menumpuk di saluran. Gunakan sesuai petunjuk pada label produk, termasuk durasi pendiaman yang dianjurkan.

5. Hubungi tukang ledeng jika bau tidak kunjung hilang. Bau limbah yang terus muncul meskipun saluran sudah dibersihkan dapat menandakan masalah pada pipa atau sistem ventilasinya. Pemeriksaan oleh tenaga profesional diperlukan untuk menemukan sumber masalah dan menentukan perbaikannya.

Penting: Jangan abaikan bau gas selokan yang kuat atau terus-menerus. Mengutip Drano, paparan gas dari saluran pembuangan dapat menimbulkan risiko kesehatan. Jika bau sangat menyengat atau disertai gejala seperti pusing dan mual, segera tinggalkan area tersebut dan hubungi tenaga profesional untuk pemeriksaan.

Kebiasaan Agar Lubang Pembuangan Tidak Bau Lagi

Membersihkan saluran pembuangan saja tidak cukup untuk mencegah bau kembali muncul. Kamu juga perlu menerapkan beberapa kebiasaan sederhana secara rutin agar kotoran tidak menumpuk dan kondisi kamar mandi tetap terjaga.

Andrew Hancock, presiden Gilman Heating, Cooling & Plumbing, dikutip dari Homes and Gardens, menyarankan agar air tetap dialirkan ke saluran selama satu menit lebih lama setelah mandi. Selain itu, beberapa langkah berikut dapat membantu mencegah bau tidak sedap.

  • Pasang penyaring rambut. Gunakan saringan berbahan jaring atau silikon di atas lubang pembuangan untuk menahan rambut sebelum masuk ke dalam pipa.
  • Bersihkan tutup saluran secara rutin. Angkat rambut, sisa sabun, dan kotoran yang menempel pada saringan setidaknya seminggu sekali agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau.
  • Bilas saluran secara berkala. Baking soda dan cuka dapat digunakan sesekali untuk membantu melonggarkan sebagian kotoran organik. Namun, campuran ini tidak selalu efektif menghilangkan biofilm yang menempel kuat. Hindari mencampurnya dengan produk pembersih kimia lainnya.
  • Jangan membuang sampah ke saluran. Tisu, kapas, dan benda padat lainnya dapat menyangkut di dalam pipa, memicu sumbatan, dan menimbulkan bau tidak sedap.
  • Gunakan pemutih dengan hati-hati. Pemutih dapat membantu mengatasi jenis kotoran tertentu, tetapi penggunaannya harus sesuai petunjuk produk dan kompatibilitas material pipa. Jangan pernah mencampurkan pemutih dengan cuka, pembersih saluran, atau bahan kimia lainnya karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
  • Jaga ventilasi kamar mandi. Kelembapan yang tinggi dapat membuat ruangan terasa pengap dan memperlambat pengeringan. Buka jendela atau nyalakan exhaust fan setelah mandi untuk membantu sirkulasi udara.
  • Isi kembali sekat air pada saluran yang jarang digunakan. Alirkan air ke floor drain kamar mandi cadangan secara berkala agar air di dalam perangkap saluran tidak menguap dan memungkinkan gas dari pipa masuk ke ruangan.

Untuk menjaga ruangan tetap segar, Anda juga bisa mencoba memperbaiki sirkulasi udara dan menjaga lantai tetap kering.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Lubang Pembuangan Kamar Mandi

Kenapa lubang pembuangan tetap bau meski sudah dibersihkan?

Penyebabnya bisa jadi P-trap yang kering, floor drain tanpa penahan bau, atau pipa yang bocor. Alirkan air ke saluran dan periksa sambungan pipa. Kalau bau limbah masih tercium, sebaiknya panggil tukang ledeng.

Seberapa sering saluran kamar mandi perlu dibersihkan?

Saringan sebaiknya dibersihkan seminggu sekali. Bilas dengan baking soda dan cuka tiap satu sampai tiga bulan, atau lebih sering kalau saluran dipakai banyak orang.

Apakah boleh menyiram saluran dengan air mendidih?

Untuk pipa logam umumnya aman. Namun, untuk pipa PVC yang banyak dipakai di rumah-rumah Indonesia, lebih aman memakai air panas yang tidak sampai mendidih supaya sambungan pipanya tidak rusak.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6