Hari Tanpa Bra Nasional (No Bra Day), Ini Cara Memilih Ukuran Bra yang Tepat

Hari Tanpa Bra Nasional (No Bra Day) diperingati setiap 13 Oktober untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan payudara.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 14:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal 13 Oktober, dunia memperingati Hari Tanpa Bra Nasional (No Bra Day). Perayaan tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kesehatan payudara dan upaya pencegahan kanker payudara. Selain itu, pemahaman yang benar tentang cara memilih ukuran bra yang tepat juga menjadi kunci vital bagi kenyamanan sekaligus kesehatan payudara setiap wanita.

Gerakan ini merupakan bagian dari Bulan Kesadaran Kanker Payudara yang berlangsung sepanjang bulan Oktober. Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap deteksi dini kanker payudara, salah satu penyakit yang berpotensi fatal namun dapat diobati jika teridentifikasi sejak awal.

Sayangnya, sebagian besar wanita, diperkirakan mencapai 80% atau empat dari lima orang, masih mengenakan ukuran bra yang tidak sesuai. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan pada payudara.

Sejarah Hari Tanpa Bra Nasional

Hari Tanpa Bra Nasional bermula dari inisiatif yang berbeda. Melansir laman Calendarr, awal dicetuskan pada 9 Juli 2011 oleh seseorang dengan nama samaran Anastasia Doughnuts, yang berfokus pada peningkatan kesadaran kanker payudara. Di tahun yang sama, tepatnya 19 Oktober 2011, Dr. Mitchell Brown di Toronto, Kanada, meluncurkan Hari BRA (Breast Reconstruction Awareness) untuk mendukung wanita pascamastektomi dan mendorong pemeriksaan payudara sendiri. Tiga tahun berselang, kedua peringatan ini digabungkan dan tanggalnya dipindahkan menjadi 13 Oktober, bertepatan dengan Bulan Kesadaran Kanker Payudara Nasional.

Tujuan utama dari Hari Tanpa Bra Nasional adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan payudara dan kewaspadaan terhadap kanker payudara. Peringatan ini juga berfungsi sebagai pengingat agar wanita rutin melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai langkah deteksi dini. Dengan melepas bra, wanita diharapkan lebih fokus dan peka terhadap perubahan pada payudaranya.

Meski demikian, gerakan ini kerap disalahartikan sebagai ajang pamer payudara, memicu kritik bahwa ia menseksualisasi tubuh wanita dan meremehkan keseriusan kanker. Namun, perlu ditegaskan bahwa esensi dari Hari Tanpa Bra Nasional adalah kampanye kesehatan, bukan objektivikasi.

Manfaat Kesehatan Melepas Bra dan Pentingnya Ukuran yang Tepat

Tidak memakai bra secara sesekali atau teratur ternyata memiliki beberapa manfaat kesehatan. Salah satunya adalah peningkatan kenyamanan, terutama setelah beraktivitas seharian. Selain itu, sirkulasi darah di area dada dapat menjadi lebih lancar, membantu pembentukan jaringan otot, dan menjaga kekencangan kulit. Kulit payudara juga bisa bernapas lebih leluasa, mengurangi kelembapan dan keringat yang terperangkap, sehingga meminimalkan risiko iritasi, ruam, atau infeksi jamur.

Bra yang terlalu ketat seringkali menjadi penyebab nyeri di leher, bahu, dan punggung. Melepas bra dapat mengurangi tekanan ini dan meredakan ketegangan otot. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa tidak memakai bra dapat merangsang pembentukan jaringan otot yang lebih kuat, berkontribusi pada payudara yang lebih kencang secara alami. Lebih jauh, dengan tidak mengenakan bra, wanita akan lebih mudah menyadari adanya perubahan pada payudaranya saat melakukan SADARI.

Di sisi lain, bra yang tidak pas dapat menimbulkan berbagai masalah. Bra yang salah ukuran tidak mampu memberikan dukungan optimal, menyebabkan gerakan payudara berlebihan yang berisiko merusak ligamen Cooper. Akibatnya, muncul nyeri pada punggung, bahu, leher, dan payudara. Masalah kulit seperti iritasi, ruam, lecet, dermatitis, folikulitis, dan gatal-gatal juga bisa terjadi akibat gesekan dan kelembapan. Penggunaan bra yang terlalu ketat secara terus-menerus bahkan dapat memengaruhi bentuk payudara dalam jangka panjang, selain menyebabkan postur tubuh dan sirkulasi darah terganggu, serta ketidaknyamanan umum yang mengharuskan penyesuaian bra terus-menerus.

Panduan Praktis Mengukur dan Memilih Ukuran Bra yang Pas

  • Untuk menemukan ukuran bra yang tepat, langkah pertama adalah mengukur dua bagian utama payudara: lingkar bawah dada (underbust) dan lingkar payudara penuh (bust). Gunakan pita pengukur fleksibel untuk melingkari tepat di bawah payudara, di mana karet bra biasanya melingkar, pastikan pita sejajar dan tidak terlalu ketat atau longgar. Catat angka dalam sentimeter dan bulatkan ke angka terdekat untuk menentukan ukuran band (misalnya, 70 cm setara dengan ukuran bra 32). Selanjutnya, ukur bagian terlebar dari payudara, di sekitar puting, dan catat hasilnya.
  • Ukuran cup ditentukan dari selisih antara lingkar payudara penuh dan lingkar bawah dada. Selisih 2.5 cm (1 inci) menunjukkan cup A, 5 cm (2 inci) untuk cup B, 7.5 cm (3 inci) untuk cup C, 10 cm (4 inci) untuk cup D, dan 12.5 cm (5 inci) untuk cup DD. Setiap penambahan 2.5 cm biasanya berarti kenaikan satu ukuran cup. Sebagai contoh, jika lingkar bawah dada 75 cm dan lingkar payudara penuh 87 cm, selisih 12 cm berarti ukuran cup C, sehingga ukuran bra yang tepat adalah 75C.
  • Penting untuk mengenali tanda-tanda bra yang tidak pas. Jika band bra naik ke punggung, ini menandakan ukuran band terlalu besar. Tali bra yang melorot bisa jadi karena tali terlalu longgar atau band terlalu besar, sementara tali yang menekan bahu menunjukkan tali terlalu ketat, band terlalu besar, atau tali terlalu tipis. Payudara yang meluber dari cup (quadra-boob) berarti cup terlalu kecil, sedangkan celah di cup menandakan cup terlalu besar. Kawat bra yang menusuk atau iritasi kulit dan bekas merah adalah indikasi bra terlalu ketat, dan ketidaknyamanan umum seperti merasa sesak atau terus-menerus menyesuaikan bra juga merupakan tanda bra yang tidak pas.

Beberapa tips tambahan dalam memilih bra antara lain: selalu coba bra sebelum membeli untuk memastikan kenyamanan dan kesesuaian. Pastikan Anda bisa memasukkan dua jari di bawah band bra dan gerakkan tangan untuk memastikan bra tetap di tempatnya. Pilihlah bahan yang lembut, menyerap keringat, dan memiliki jahitan yang tidak kasar. Ingatlah bahwa ukuran payudara wanita dapat berubah seiring usia, berat badan, kehamilan, dan faktor hormonal, sehingga disarankan untuk melakukan pengukuran ulang setiap tahun.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hari Tanpa Bra Nasional (No Bra Day)

1. Kapan Hari Tanpa Bra Nasional (No Bra Day) diperingati?

Hari Tanpa Bra Nasional diperingati setiap tanggal 13 Oktober setiap tahunnya.

2. Apa tujuan utama dari Hari Tanpa Bra Nasional?

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan payudara dan pencegahan kanker payudara, serta mendorong pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

3. Mengapa penting untuk mengetahui cara memilih ukuran bra yang tepat?

Penting untuk kenyamanan dan kesehatan payudara, mencegah nyeri punggung, bahu, leher, iritasi kulit, dan memastikan dukungan optimal untuk payudara.

4. Bagaimana cara mengukur ukuran bra yang tepat di rumah?

Ukur lingkar bawah dada (underbust) untuk band size dan lingkar payudara penuh (bust) untuk cup size. Kurangkan lingkar bawah dada dari lingkar payudara penuh untuk menentukan ukuran cup.

5. Apa saja tanda-tanda bahwa saya memakai ukuran bra yang salah?

Tanda-tandanya meliputi band bra yang naik ke punggung, tali bra melorot atau menekan bahu, payudara meluber dari cup, adanya celah di cup, kawat bra menusuk, iritasi kulit, dan ketidaknyamanan umum.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6