Liputan6.com, Jakarta - Kucing pipis di kasur sering kali menjadi masalah yang merepotkan bagi banyak pemilik hewan peliharaan. Aroma amonia yang sangat kuat dari urin kucing tidak hanya mengganggu indra penciuman, tetapi juga dapat meresap jauh ke dalam serat kain dan busa jika tidak segera ditangani dengan benar. Tanpa pembersihan yang tuntas, noda tersebut akan meninggalkan bau permanen yang membuat area tempat tidur menjadi tidak nyaman untuk digunakan beristirahat.Â
Artikel Liputan.com ini hadir untuk memberikan solusi tuntas mengenai panduan cara mengatasi pesing kucing di kasur agar aroma dan nodanya hilang sepenuhnya hingga ke akar. Selain langkah-langkah pembersihan yang efektif, tersedia pula tips mengenai cara mencegah kucing pipis di kasur di masa mendatang melalui pendekatan perilaku dan lingkungan. Simak selengkapnya di bawah ini yang Liputan6.com rangkum, Selasa (26/1/2026).
Cara Menghilangkan Pesing Kucing di Kasur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483784/original/056284200_1769403296-image_fd7e3f3.png)
1. Serap Sisa Air Pipis Sesegera Mungkin
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengambil tisu dapur atau kain kering untuk menyerap air pipis yang masih basah. Tekan-tekan area tersebut dengan kuat agar cairan yang masuk ke dalam busa bisa terangkat kembali ke permukaan. Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga selalu menyarankan pembersihan segera pada permukaan lembut untuk menjaga higienitas rumah.
Pastikan untuk tidak menggosok-gosok noda karena hal itu justru membuat air pipis semakin melebar dan meresap ke bagian dalam kasur. Lakukan proses penekanan ini berkali-kali menggunakan bagian tisu yang masih bersih sampai tidak ada lagi cairan yang tersisa. Kecepatan dalam menyerap cairan ini adalah kunci utama agar bau pesing tidak menetap selamanya di tempat tidur.
2. Gunakan Larutan Cuka Putih
Langkah yang kedua adalah mencampurkan air bersih dengan cuka putih ke dalam botol semprot menggunakan perbandingan 1:1 sebagai pembersih alami. Cuka memiliki sifat asam yang sangat ampuh untuk memecah unsur kimia pada urin kucing dan menghilangkan bau amonia yang tajam. Semprotkan cairan ini ke bekas noda sampai cukup lembap agar larutan bisa bekerja hingga ke serat kain.
Diamkan selama sekitar 10-15 menit supaya cuka memiliki waktu untuk menghancurkan sumber bau pesing secara alami. Aroma cuka yang kuat mungkin akan tercium sementara, namun bau tersebut akan hilang dengan sendirinya saat cairan menguap. Cara ini sangat efektif untuk menghilangkan bau tanpa harus menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.
3. Taburkan Baking Soda
Setelah area noda mulai mengering dari larutan cuka, taburkan bubuk baking soda secara merata di atas bekas pipis tersebut. Baking soda bertindak sebagai penyerap alami yang akan menarik sisa-sisa kelembapan dan bau tidak sedap yang masih terperangkap. Pastikan seluruh bagian yang terkena pipis tertutup rapat oleh bubuk putih ini agar hasilnya maksimal.
Biarkan bubuk baking soda menempel pada kasur selama beberapa jam atau bahkan seharian penuh jika memungkinkan. Setelah bubuk terlihat kering dan noda terserap, bersihkan sisa-sisanya menggunakan alat penghisap debu atau sapu kecil. Kasur akan kembali segar dan bebas dari aroma menyengat yang mengganggu kenyamanan tidur.
4. Gunakan Pembersih Enzimatik
Terakhir, gunakanlah cairan pembersih enzimatik khusus hewan peliharaan apabila bau pesing masing tercium. Cairan ini mengandung enzim khusus yang bertugas memakan bakteri penyebab bau urin yang sangat sulit dihilangkan oleh sabun biasa. Pembersih jenis ini sangat disarankan agar kucing tidak kembali kencing di tempat yang sama karena aromanya sudah benar-benar hilang.
Cukup semprotkan cairan tersebut pada area bekas noda dan biarkan mengering secara alami tanpa perlu dibilas kembali. Enzim akan bekerja secara otomatis menghancurkan sisa asam urat selama permukaan kasur masih dalam kondisi lembap. Penggunaan produk ini merupakan solusi akhir paling ampuh untuk menjamin kasur bersih total dari kuman dan bau.
Advertisement
Tips Mencegah Kucing Agar Tidak Pipis di Kasur Kembali
![[Bintang] 14 Desain Tempat Tidur yang Bikin Kucingmu Merasa Teristimewa](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/Euc-pBmMTyqi84Stug2REv43zJQ=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/928467/original/089207200_1436865182-1.jpg)
Rutin Menjaga Kebersihan Kotak Pasir
Kucing adalah hewan yang sangat memperhatikan kebersihan, sehingga kondisi kotak pasir yang kotor sering menjadi alasan utama untuk mencari tempat lain seperti kasur. Kotoran sebaiknya dibuang setiap hari dan seluruh pasir perlu diganti serta wadahnya dicuci secara berkala agar kucing merasa nyaman saat menggunakannya.Â
Menggunakan pasir yang memiliki daya serap bau tinggi juga sangat membantu dalam memastikan area buang air tetap segar dan menarik bagi peliharaan.
Gunakan Semprotan Aroma yang Tidak Disukai Kucing
Indra penciuman kucing yang sangat sensitif membuat hewan ini cenderung menghindari aroma menyengat seperti jeruk, lemon, atau lavender. Menyemprotkan pengharum ruangan beraroma sitrus secara rutin di sekitar area tempat tidur dapat menjadi cara alami untuk menjauhkan kucing dari kasur. Aroma ini berfungsi sebagai penghalang efektif yang membuat area tidur tidak lagi dianggap sebagai tempat yang nyaman untuk buang air kecil.
Pastikan Kondisi Kesehatan dan Psikologis Kucing Terjaga
Perubahan lingkungan yang drastis atau adanya gangguan kesehatan seperti infeksi saluran kemih sering kali memicu perilaku kucing untuk pipis sembarangan di permukaan yang empuk. Jika perilaku ini muncul secara tiba-tiba, pengamatan terhadap perubahan perilaku atau konsultasi dengan tenaga medis hewan sangat disarankan untuk mendeteksi masalah medis sejak dini.Â
Penanganan stres dan kesehatan yang tepat akan membantu menghentikan kebiasaan buruk ini sebelum menjadi pola perilaku yang sulit diubah.
Batasi Akses Kamar Tidur
Menutup pintu kamar saat sedang tidak berada di dalam ruangan merupakan langkah pencegahan yang paling sederhana namun sangat efektif. Dengan menutup akses masuk, kucing tidak akan memiliki kesempatan untuk menjadikan kasur sebagai tempat buang air alternatif saat merasa bosan atau mencari perhatian. Membiasakan kucing untuk beraktivitas hanya di area yang telah ditentukan akan membantu membentuk kedisiplinan hewan dalam jangka panjang.
Gunakan Pelapis Kasur Anti Air (Waterproof)
Melindungi tempat tidur dengan pelindung kasur atau sprei anti air adalah langkah cerdas untuk mencegah cairan meresap jika terjadi insiden di kemudian hari. Lapisan ini sangat mudah dibersihkan dan akan menahan urin tetap di permukaan sehingga busa kasur tetap aman dari bau pesing yang membandel. Penggunaan pelapis ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan serta keawetan kasur dari paparan cairan yang tidak diinginkan.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1. Mengapa bau pesing kucing sangat sulit dihilangkan dari kasur?Â
Urin kucing mengandung asam urat yang membentuk kristal dan sulit larut dalam air atau pembersih biasa. Jika tidak dibersihkan dengan benar, kristal ini akan tetap menempel di serat busa dan akan kembali mengeluarkan bau menyengat setiap kali terkena kelembapan atau udara panas. Oleh karena itu, diperlukan bahan khusus yang mampu memecah komponen kimia tersebut hingga tuntas.
2. Apakah boleh membersihkan bekas pipis kucing di kasur menggunakan pemutih (bleach)?
Sangat tidak disarankan menggunakan pemutih untuk membersihkan urin kucing. Kandungan amonia dalam urin dapat bereaksi dengan zat kimia pada pemutih dan menciptakan gas beracun yang berbahaya jika terhirup. Selain berbahaya bagi pernapasan, penggunaan pemutih juga berisiko merusak tekstur dan warna kain kasur secara permanen.
3. Berapa lama baking soda harus didiamkan di atas kasur untuk menyerap bau?
Baking soda sebaiknya didiamkan selama minimal 4-8 jam, namun hasil yang paling optimal didapatkan jika dibiarkan hingga semalaman. Semakin lama bubuk ini menempel, semakin banyak kelembapan dan molekul bau yang dapat ditarik dari dalam serat kasur. Setelah bubuk benar-benar kering dan terlihat sedikit menggumpal, sisa-sisanya bisa langsung dibersihkan menggunakan alat penghisap debu.
4. Mengapa kucing sering kembali pipis di area kasur yang sama?Â
Kucing memiliki insting untuk menandai wilayahnya menggunakan aroma urin yang mereka tinggalkan. Jika pembersihan tidak dilakukan secara total hingga ke tingkat molekuler, kucing masih bisa mencium sisa aromanya meskipun bagi manusia bau tersebut sudah hilang. Inilah alasan mengapa penggunaan pembersih enzimatik sangat penting agar jejak bau benar-benar hilang dan tidak memancing kucing untuk kembali ke tempat yang sama.
5. Apakah kasur yang terkena pipis kucing harus dijemur di bawah sinar matahari?Â
Menjemur kasur di bawah sinar matahari sangat membantu dalam proses pengeringan dan membantu membunuh bakteri melalui sinar ultraviolet. Namun, pastikan noda telah dibersihkan terlebih dahulu menggunakan larutan pembersih agar bau tidak semakin terkunci karena suhu panas. Penjemuran sebaiknya dilakukan di tempat dengan sirkulasi udara yang baik agar tidak ada kelembapan yang tertinggal di bagian dalam busa.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3923461/original/ACg8ocLAePyHM4ktNNjVGCkbzP1ayB9wVyJVCu6KhlRUjokBaJirQBUF%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5279061/original/037472500_1752127217-kucing_dan_kencingnya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484153/original/014982900_1769414700-tips_bakal_buah_duku_tidak_rontok_sebelum_matang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446768/original/019579900_1765941166-Ikan_lele_dipanen.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484378/original/047007000_1769422587-makrame_3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484249/original/070199400_1769417735-Cara_Menanam_Kelengkeng_di_Pot.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5251860/original/050631100_1749811129-Gemini_Generated_Image_u226bou226bou226.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484113/original/012404900_1769413827-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483595/original/079310200_1769399124-0456151f-dc8b-4dc8-b5e4-0f5e74494b37__1_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484092/original/062442500_1769412956-Pakan_Sapi_Tanpa_Ngarit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475641/original/083929200_1768634934-Pupuk_Kompos___Eco-Enzyme__Nutrisi_Alami_untuk_Tanaman.jpg)