Liputan6.com, Jakarta Upacara bendera 17 Agustus merupakan salah satu tradisi penting dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu rangkaian yang tidak terpisahkan dari upacara ini adalah pembacaan doa. Menurut Pedoman Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) pada 2024, doa dilaksanakan setelah amanat pembina upacara, dan dibacakan sesuai agama pembaca, sambil memberi kesempatan peserta lain untuk berdoa menurut keyakinannya.
Selain sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan, doa juga menjadi sarana memohon perlindungan dan bimbingan Tuhan agar bangsa Indonesia tetap bersatu, berdaulat, dan sejahtera. Hal ini selaras dengan pesan Menteri Sekretaris Negara RI dalam surat edaran resmi HUT Kemerdekaan ke-80 tahun 2025 yang mengajak seluruh masyarakat untuk memperingati dengan kegiatan yang membangkitkan kesadaran kolektif akan nilai-nilai luhur kebangsaan.
Agar pelaksanaan doa di upacara 17 Agustus berjalan lancar dan khidmat, penting untuk mempersiapkan teks doa terlebih dahulu. Berikut ini adalah tiga contoh teks doa upacara 17 Agustus dari Liputan6.com yang bisa digunakan di sekolah, di lingkungan warga, dan di kantor pemerintahan, Senin (11/8/2025).
Advertisement
1. Teks Doa Upacara 17 Agustus di Sekolah
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, hamdan syakirin hamdan na’imin hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi maziidah.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, dengan segala kerendahan hati kami siswa, guru, dan seluruh warga sekolah mengangkat tangan dan hati memanjatkan syukur atas nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah Engkau anugerahkan.
Ya Allah, jadikanlah kami generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Berikanlah semangat belajar dan daya juang untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan karya nyata.
Ya Allah, ampunilah dosa kami, dosa orang tua kami, serta guru-guru kami yang telah membimbing kami menuju jalan yang benar. Lindungilah bangsa kami dari perpecahan dan kemunduran.
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
2. Teks Doa Upacara 17 Agustus di Lingkungan Warga
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Pada pagi hari ini, di tengah-tengah lingkungan kami, kami bersyukur dapat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 dalam keadaan aman dan damai.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, curahkanlah rahmat dan berkah-Mu kepada para pendahulu kami, para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi tegaknya NKRI. Lipatgandakan pahala mereka, ampunilah segala dosa mereka, dan tempatkan mereka di sisi-Mu yang mulia.
Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu, eratkanlah tali persaudaraan kami sebagai warga bangsa. Hilangkanlah rasa iri, benci, dan permusuhan di antara kami. Jadikanlah lingkungan kami aman, damai, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Rabbana taqabbal minna innaka Antas Sami’ul ‘Alim, watub ‘alaina innaka Antat Tawwabur Rahim.
Advertisement
3. Teks Doa Upacara 17 Agustus di Kantor Pemerintahan
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari yang bersejarah ini kami pegawai negeri, aparatur pemerintahan, dan pelayan masyarakat, mengangkat doa syukur atas rahmat kemerdekaan yang Engkau anugerahkan kepada bangsa Indonesia.
Ya Allah, bimbinglah kami dalam menjalankan tugas negara dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Jauhkan kami dari perbuatan khianat, korupsi, dan sikap yang merugikan rakyat.
Ya Allah, berikanlah kekuatan kepada para pemimpin bangsa agar selalu memimpin dengan adil, bijaksana, dan berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Teguhkanlah persatuan Indonesia, kokohkan kedaulatannya, dan majukan bangsa ini sejajar dengan bangsa-bangsa lain.
Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Tujuan Doa dalam Upacara 17 Agustus
Doa dalam upacara bendera 17 Agustus bukan sekadar formalitas, melainkan memiliki makna mendalam. Menurut pedoman resmi Kemendikbud, doa berfungsi untuk:
- Mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas kemerdekaan yang telah diraih.
- Mendoakan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan.
- Memohon perlindungan bagi bangsa dari perpecahan, bencana, dan ancaman.
- Memohon bimbingan untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan.
- Menumbuhkan semangat persatuan dan rasa cinta tanah air di hati seluruh peserta upacara.
Doa juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus diisi dengan kerja keras, solidaritas, dan kontribusi nyata, sesuai pesan Tema HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun 2025: "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara RI.
Sumber
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI – Pedoman Peringatan HUT Kemerdekaan RI. https://bgpkaltara.kemdikbud.go.id/uploads/majalah/pedoman-peringatan-hut-ke-79-republik-indonesia/pdf/full.pdf
- Kementerian Sekretaris Negara RI – Surat Edaran HUT ke-80 Kemerdekaan RI 2025. hut80ri.setneg.go.id
Advertisement
FAQ Seputar Peringatan 17 Agustus
1. Siapa yang memimpin doa dalam upacara?
Petugas doa biasanya ditunjuk oleh panitia dan bisa berasal dari tokoh agama, guru, pegawai, atau masyarakat setempat yang dianggap mampu.
2. Apakah doa harus berbahasa Arab?
Tidak harus. Doa dapat dibacakan dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah, atau bahasa Arab sesuai kemampuan pembaca dan situasi upacara.
3. Apakah semua peserta wajib mengikuti doa sesuai agama pembaca?
Tidak. Peserta yang berbeda keyakinan dipersilakan berdoa sesuai agamanya masing-masing saat doa dibacakan.
4. Mengapa doa penting dalam peringatan kemerdekaan?
Doa menjadi wujud rasa syukur, penghormatan kepada pahlawan, dan permohonan bimbingan Tuhan untuk menjaga persatuan dan kemajuan bangsa.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3210931/original/057088600_1597627750-IMG_3659.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)