15 Jenis Pohon yang Disukai Ular, Apakah Tumbuh di Sekitarmu?

Jenis pohon dan tanaman lain ini disukai ular karena menyediakan lingkungan ideal dan sumber makanan.

Diperbarui 28 September 2025, 10:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ular sering menyelinap di kebun tanpa kita sadari, lalu berlindung di sejumlah pohon favoritnya. Selama ini, pohon mangga jadi salah satu habitat yang nyaman bagi sejumlah jenis ular, karena mereka merasa aman dan terlindungi lewat rindangnya pepohonan juga besarnya ranting yang saling terhubung. 

Namun, tahukah Anda, bahwa ada jenis pohon lainnya yang patut diwaspadai sebagai titik persembunyian ular dan hewan liar lainnya. Beberapa jenis di antaranya bahkan ditemukan di sekitar kita dan banyak tumbuh di dekat pekarangan rumah ataupun di area hutan dekat permukiman.

Untuk itu, perlu dipahami jenis-jenis pohon apa saja yang dijadikan sebagai tempat ular untuk melindungi diri secara aman dan nyaman, sebagai salah satu upaya pencegahan konflik antara ular dengan manusia. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber 15 jenis pohon dan tanaman yang memancing kehadiran ular.

1. Pohon Cemara – Cupressus: Tajuknya menarik hewan kecil hingga ular

Dikutip dari laman tips berkebun apseeds.in, cupressus, atau yang lebih dikenal dengan nama cemara, adalah pohon yang menawarkan banyak manfaat ekologis meskipun kadang diiringi dengan konsekuensi yang tidak terduga. Salah satu daya tarik utama dari pohon ini adalah bentuk daun yang rapat dan meneduhkan, sehingga menciptakan lingkungan yang lembap habitat untuk ditinggali tikus serta serangga.

Kondisi ini, pada gilirannya, menarik perhatian ular yang mencari makanan, karena tikus dan serangga merupakan bagian dari rantai makanan mereka dengan dahan yang rapat. Selain memberikan tempat persembunyian, rapatnya dahan-dahan Cupressus juga menciptakan sarang alami bagi mangsa ular.

Tikus dan serangga dapat berkembang biak dengan aman di bawah naungan pohon ini, dan tanpa disadari, mereka menciptakan efek domino dalam ekosistem tersebut. Keberadaan sarang alami ini membuat populasi mangsa ular meningkat, yang secara langsung mempengaruhi keberadaan ular di area tersebut.

Semakin banyak mangsa yang tersedia, semakin besar kemungkinan ular untuk bertahan dan berkembang biak. Tidak mengherankan jika populasi ular di sekitar area yang ditumbuhi Cupressus mengalami peningkatan.

2. Sandalwood – Santalum album: Wanginya jadi jebakan

Aroma harum dari sandalwood atau cendana ternyata mampu menarik perhatian ular. Dengan kemampuan penciumannya yang tajam, hewan melata ini bisa menjadikan pohon cendana sebagai tempat yang menenangkan sekaligus lokasi penjebak mangsa. Biasanya, ular akan nyaman hinggap di batang cendana dengan melilitkan diri ke cabang pohon yang bisa mereka jangkau, sembari serangga maupun hewan kecil lainnya yang tertarik singgah di cendana.

Pohon cendana, dengan batang dan akarnya yang kokoh, menyediakan tempat persembunyian yang ideal bagi ular. Struktur yang padat ini menjadi tempat berlindung yang sempurna, memungkinkan ular untuk menunggu dengan sabar hingga mangsa yang lengah datang mendekat. 

 

3. Semanggi – Trifolium: Tanaman kecil bikin ular betah

Di tengah daunnya yang hijau, semanggi tumbuh rendah dan rapat sehingga menjadikan area sekitar lembap dan basah. Keberadaannya yang rapat  ini ternyata memiliki peran yang tak terduga dalam ekosistem. Dengan dedaunannya yang menjalar di permukaan tanah, semanggi menjadi tempat persembunyian yang sempurna bagi ular. Mereka dengan mudah menyelinap di antara daun-daun, menunggu saat yang tepat untuk menyergap mangsanya.

Selain menjadi tempat yang ideal bagi ular, semanggi yang rimbun juga menarik perhatian penghuni kecil lainnya, salah satunya tikus. Alih-alih menemukan perlindungan di bawah naungan daun-daun semanggi dan merasa aman dari ancaman predator, namun kondisi sebaliknya malah terjadi. Jika Anda mendapati pohon semanggi, perlu selalu untuk melakukan pengecekan agar terhindar sebagai lokasi persembunyian ular.

4. Pohon Palem: Daun tebal jadi tempat bersarang

Pohon palem yang tidak sering dibersihkan ternyata menjadi tempat persembunyian yang ideal bagi hewan-hewan liar seperti ular. Menurut laman jasa penangkapan ular di Brisbane, Australia, snakecatcherbrisbane.net.au, daun-daun kering yang menggunung di sekitar pohon, menciptakan zona lembap yang nyaman bagi ular berkembang biak.

Tidak hanya itu, kehadiran tikus atau burung kecil yang sering singgah di sekitar palem menambah daya tarik kawasan ini bagi ular. Tikus-tikus kecil yang lincah dan burung-burung yang riang seolah mengundang kehadiran predator alami mereka. Ular, dengan naluri berburu yang tajam, tertarik untuk menjelajahi di sekitar pohon palem, memanfaatkan kesempatan emas untuk berburu mangsa.

5. Pohon Jeruk: Buah jatuh undang pemangsa dan ular

Di kebun jeruk yang subur, buah-buah jeruk yang jatuh berguguran menjadi daya tarik tersendiri bagi tikus-tikus yang sangat menyukai buah ini. Tikus-tikus ini, yang justru menjadi incaran hewan ular dan biasanya memanjat pohon berbuah manis tersebut.

Lapisan daun dan buah jeruk yang menumpuk di tanah menciptakan lingkungan yang lembap dan nyaman, menjadi tempat persembunyian yang ideal bagi tikus. Kondisi ini membuat kebun jeruk semakin menarik bagi tikus yang mencari tempat berlindung sekaligus sumber makanan. Biasanya, ular akan mengincar tikus dan bersembunyi di balik dedaunan yang lebat. Beberapa jenis ular juga memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa, dengan warna yang sama yakni hijau.

 

6. Pohon Cedar – Cedrus: Baunya jadi magnet ular

Di balik rimbunnya kayu cedar, ternyata pohon ini menjadi salah satu tempat yang disukai oleh hewan ular yang mencari tempat untuk beristirahat. Keharuman kayu cedar tidak hanya menenangkan, tetapi juga menawarkan perlindungan yang sempurna, membuat ular merasa nyaman dan aman di sana.

Selain itu, ketika kayu cedar tumbang atau dedaunannya berguguran, mereka secara alami membentuk sarang yang ideal bagi tikus. Tikus-tikus kecil ini menemukan tempat berlindung yang sempurna di antara sisa-sisa pohon yang jatuh sebagai santapan dari reptil ganas tersebut.

 

7. Pohon Juniper – Juniperus communis: Cabangnya mengundang datangnya ular

Juniper, dengan cabang-cabangnya yang lebat dan rimbun, menciptakan tempat persembunyian yang sempurna, terutama bagi ular. Tanaman ini menawarkan ruang yang tersembunyi, aman, dan terlindung dari terik matahari yang menyengat. Di antara dedaunan juniper yang teduh, ular menemukan perlindungan yang ideal dari ancaman mangsanya.

Keberadaan juniper yang rimbun ini tak hanya menarik perhatian ular, tetapi juga mengundang berbagai hewan kecil untuk berlindung di bawahnya. Hewan-hewan kecil ini, mencari keteduhan dan perlindungan dari panas ekstrem. Semakin rimbunnya dedaunan, semakin ideal pula pohon ini sebagai area persembunyian ular.

8. Pohon Ek – Quercus spp: Bagaimana tajuk dan kayu tua jadi rumah ular

Di hutan yang lebat, berdiri tegak pohon ek yang megah. Pohon ini tidak hanya menjadi tempat berteduh bagi berbagai makhluk, tetapi juga menjadi rumah bagi kehidupan yang lebih kecil dan tersembunyi. Lapisan ini membentuk habitat yang sempurna bagi berbagai spesies, termasuk ular yang menyelinap di antara celah-celah. Lingkungan ini memberikan perlindungan dan sumber makanan yang melimpah, menjadikannya tempat yang ideal bagi ular untuk mencari mangsa sambil bersembunyi dari predator yang lebih besar.

Keberadaan ular di sekitar pohon ek bukanlah kebetulan semata. Pohon ini menciptakan ekosistem mini di mana kehidupan saling bergantung satu sama lain. Ular yang melata di bawah dan di sekitar pohon memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengendalikan populasi mangsa. Dengan demikian, pohon ek tidak hanya menjadi simbol kekuatan alam, tetapi juga pusat dari kehidupan yang dinamis dan harmonis di hutan.

9. Hosta: Daunnya memikat ular

Tanaman hosta biasanya menjadi salah satu hiasan di kebun dengan efek dedaunan yang rimbun. Meski tidak memiliki batang ataupun ranting seperti pohon besar pada umumnya, tanaman ini ternyata biasa dijadikan sebagai tempat persembunyian yang ideal. Jika di kebun Anda memiliki pohon hosta, penting untuk selalu mengecek dan memangkasnya agar tidak menjadi spot yang nyaman bagi kembang biak hewan ular.

Ular sendiri menyukai tempat yang lembap, dan tanaman ini menyimpan air di daunnya terlebih saat terkena hujan. Ini akan menyebabkan timbulnya genangan dan membahasi area tanah di sekitar. Ular tentu sangat suka tempat yang lembap dan basah, terlebih dengan dedaunan yang rapat sehingga sulit diketahui keberadaannya oleh hewan lain yang lebih besar dan mengancam.

10. Honeysuckle – Lonicera spp: Bunganya bikin ular ngumpet

Bunga honeysuckle merupakan magnet alami bagi serangga berkat nektarnya yang manis dan menggoda. Keharuman serta rasa manis dari nektar ini menjadi daya tarik tersendiri, mengundang berbagai jenis serangga untuk datang dan menjadi bagian dari rantai makanan dari ular-ular predator.

Tumbuhan honeysuckle tidak hanya memikat serangga, tetapi juga memberikan keuntungan strategis bagi ular-ular yang menjadikannya sebagai habitat. Dengan daun yang tumbuh rapat dan lebat, honeysuckle menyediakan tempat persembunyian yang ideal bagi ular-ular untuk bersembunyi dan mengintai mangsa mereka. Struktur tumbuhan yang padat ini memungkinkan mereka untuk mendekam dengan tenang sambil menunggu saat yang tepat untuk menyerang.

11. Pakis – Nephrolepis exaltata: Rimbun dan lembap memikat ular

Pakis dikenal sebagai pohon hias yang tumbuh subur dengan daun rimbun dan hijau segar. Daun yang lebat menciptakan kelembapan alami di sekitar tanah, terutama setelah hujan atau penyiraman. Kondisi tanah yang lembap inilah yang sering menjadi daya tarik bagi berbagai hewan kecil, seperti serangga dan tikus.

Keberadaan mangsa alami seperti serangga kecil membuat area sekitar pakis menjadi incaran ular. Ular yang melata dengan tenang memanfaatkan keteduhan daun pakis untuk mendekati mangsanya. Daun pakis yang menutupi permukaan tanah juga menyulitkan orang untuk melihat pergerakan ular secara langsung.

Selain itu, bentuk pakis yang rapat menciptakan ruang persembunyian yang aman bagi ular untuk beristirahat. Ular tidak hanya merasa terlindungi dari predator yang lebih besar, tetapi juga dapat menunggu mangsa dengan sabar di antara sela-sela daun yang rapat. Inilah sebabnya mengapa tanaman pakis patut diwaspadai sebagai salah satu titik potensial kehadiran ular.

12. Pohon Merambat Philodendron: Celah daun jadi tempat persembunyian

Philodendron terkenal dengan daun besarnya yang lebar dan mengilap, serta batangnya yang merambat dengan cepat. Tanaman ini sering digunakan sebagai dekorasi dinding atau pagar rumah karena tampilannya yang hijau dan menenangkan. Namun, di balik keindahannya, philodendron menyediakan tempat persembunyian ideal bagi ular.

Daun yang lebar menciptakan celah alami yang lembap dan teduh. Kondisi ini mengundang serangga dan hewan kecil untuk berlindung, sehingga menarik perhatian ular yang mengintai mangsa. Dengan warna daun yang tebal dan gelap, keberadaan ular sering kali sulit terdeteksi.

Selain itu, philodendron biasanya tumbuh merambat di area yang jarang dijangkau manusia. Kurangnya aktivitas manusia memberi rasa aman bagi ular untuk bersembunyi. Tanaman ini menjadi salah satu contoh bahwa keindahan alam dapat menjadi tempat persembunyian hewan liar yang tak terduga.

13. Melati – Jasminum sambac: Aroma harum undang mangsa kecil

Melati dikenal sebagai pohon hias dengan bunga putih beraroma wangi yang memikat. Aroma manis dari bunga melati secara alami menarik berbagai jenis serangga seperti lebah dan kupu-kupu. Kehadiran serangga ini, secara tidak langsung, memancing hewan pemangsa seperti ular untuk datang.

Selain aromanya yang harum, melati memiliki semak yang cukup rapat. Struktur cabangnya yang saling bertaut membuat area di bawahnya menjadi tempat ideal untuk bersembunyi. Ular dapat melata di bawah rimbunan daun melati tanpa mudah terdeteksi oleh manusia atau hewan lain.

Jika melati tumbuh di pekarangan rumah tanpa pemangkasan rutin, kelembapan tanah dan rimbunnya dedaunan semakin meningkatkan peluang kehadiran ular. Oleh karena itu, meskipun melati menambah keindahan taman, pemilik rumah sebaiknya rutin memangkasnya untuk mencegah habitat potensial bagi hewan melata ini.

14. Anggur – Vitis vinifera: Ranting dan buah jatuh jadi daya tarik

Kebun anggur menawarkan pemandangan yang indah sekaligus buah manis yang disukai banyak orang. Namun, buah anggur yang jatuh ke tanah dapat menarik tikus dan hewan pengerat lainnya yang gemar memakan buah. Kehadiran tikus ini tentu menjadi magnet alami bagi ular yang memangsa hewan-hewan kecil tersebut.

Ranting anggur yang merambat juga membentuk jaringan dedaunan yang rapat. Daun-daun besar memberi keteduhan yang sempurna bagi ular untuk menyelinap dan menunggu mangsanya. Lingkungan ini membuat ular sulit terlihat, apalagi saat warna tubuhnya menyatu dengan hijau dedaunan.

Selain itu, area kebun anggur sering kali jarang dibersihkan secara rutin. Daun yang berguguran dan sisa buah yang membusuk menciptakan kelembapan yang ideal bagi ular. Karena itu, pemilik kebun anggur disarankan untuk rajin membersihkan buah yang jatuh dan memangkas ranting guna mencegah kedatangan ular.

15. Morning Glory – Ipomoea spp.: Rambatan rapat jadi sarang sempurna

Morning Glory dikenal sebagai tanaman hias yang merambat indah di pagar, dinding, atau tiang. Bunga berwarna ungu atau biru terang membuatnya jadi favorit untuk mempercantik taman rumah. Namun, di balik keindahannya, tanaman ini dapat menjadi tempat persembunyian bagi ular.

Batang dan daun Morning Glory tumbuh rapat, membentuk area teduh yang lembap. Kondisi ini sangat disukai oleh serangga dan hewan kecil yang kerap mencari tempat berlindung. Dengan banyaknya mangsa potensial, ular akan tertarik untuk tinggal dan berburu di area ini.

Selain itu, tanaman rambat ini biasanya tumbuh cepat dan menutupi pagar atau dinding dengan lebat. Jika tidak dirawat, rambatan yang tebal membuat ular sulit terlihat dan memberikan mereka tempat aman untuk beristirahat atau berkembang biak. Perawatan rutin sangat penting agar Morning Glory tetap indah sekaligus aman dari ancaman hewan melata.

People Also Ask (Google):

Q: Mengapa ular suka pohon rimbun?

A: Tanaman rimbun menciptakan kelembapan dan menarik mangsa kecil, membuat ular mudah berburu.

Q: Bagaimana cara mencegah ular bersarang di kebun?

A: Rutin memangkas tanaman, membersihkan daun kering, dan menutup celah atau lubang di sekitar kebun.

Q: Apakah pohon rambat lebih berisiko menjadi sarang ular?

A: Ya, karena batang dan daun yang merambat menciptakan ruang persembunyian yang sulit terdeteksi.

Q: Apakah bau wangi bunga menarik ular?

A: Tidak secara langsung, tapi bau bunga memikat serangga yang menjadi mangsa ular.

Q: Apa tanda-tanda ular bersembunyi di kebun?

A: Kulit ular yang terkelupas, jejak melata di tanah, atau suara desisan di balik semak.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6