Sukses

Contoh Kolase, Ketahui Pengertian dan Jenis-jenisnya

Liputan6.com, Jakarta Kolase menjadi salah satu jenis seni rupa yang unik. Kesenian ini membutuhkan imajinasi pembuatnya memanfaatkan warna dan tekstur alami yang dimiliki berbagai jenis barang untuk membuat gambar yang indah.

Umumnya gambar diwarnai dengan menggunakan pewarna berupa cat, pensil warna, atau spidol, namun berbeda dengan kolase. Proses mewarnai pada gambar kolase dilakukan dengan menempelkan berbagai jenis barang yang sesuai dengan desain yang ingin dibuat. Untuk dapat membuat kolase, biasanya pemula membutuhkan contoh kolase sebagai referensi.

Contoh kolase selain sebagai bahan referensi membuat gambar kolase juga dapat menjadi inspirasi membuat karya seni lain. Berikut contoh kolase beserta pengertian dan jenisnya dikumpulkan Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (8/12/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 6 halaman

Contoh Kolase: Pengertian

Sebelum mengetahui contoh kolase, sebaiknya terlebih dahulu mengenal apa itu kolase. Kolase menjadi salah satu teknik dalam menggambar yang cukup unik, sebab meskipun menggunakan medium, teknik, bahkan gambar yang sama, karya kolase dapat menghasilkan produk akhir yang berbeda. Kolase dibuat dengan menempelkan berbagai jenis barang yang memiliki warna atau tekstur tertentu, untuk menghasilkan suatu gambar yang unik. 

Kolase dapat dikatakan sebagai karya seni yang memadukan berbagai jenis barang. Kolase menggunakan berbagai medium seperti kertas, kaca, logam, kayu, kain, dan lain-lain uang kemudian ditempelkan pada satu permukaan gambar sebagai pewarna. 

Kolase merupakan dapat berupa seni rupa dua dimensi maupun tiga dimensi atau asemblase. Kolase memadukan berbagai jenis barang untuk menghasilkan karya yang mewakili perasaan estetis pembuatnya.

Kolase memiliki sifat yang berlawanan dengan deng seni lukis maupun, seni pahat, maupun seni cetak yang menghasilkan karya yang tidak lagi memperlihatkan bentuk asal medium yang digunakan. Misalnya pada seni pahat yang merubah kayu menjadi karya seni ukir, atau pada seni cetak yang mengubah tanah liat menjadi guci.

Kolase memanfaatkan pembentuk, tekstur, dan warna asli mediumnya untuk menghasilkan karya. Keindahan kolase justru berasal dari bentuk asli medium yang masih utuh. Sehingga, medium pada kolase dapat tetap dikenali bentuk aslinya meski telah menjadi satu kesatuan. Kolase menjadi media yang digemari kalangan seniman karna unik serta menuntut kreativitas tinggi.

Contoh kolase dapat ditemukan pada karya pelukis terkenal seperti Pablo Picasso, Georges Braque, dan Max Ernst. Para pelukis ini membuat kolase dengan memanfaatkan teknik kertas, kain, serta berbagai objek lainnya. Henri Matisse merupakan salah satu pelukis yang beralih dari seni lukis ke seni kolase setelah jari-jari tangannya terserang arthritis sehingga tidak memiliki kemampuan dalam melukis.Berdasarkan catatan sejarah, kolase pertama kali berkembang pesat di Venice, Italia, pada abad 17. Selanjutnya kemudian kian berkembang di Jerman, Inggris, Prancis, dan kota-kota lain di Eropa.

3 dari 6 halaman

Contoh Kolase: Teknik Membuat

Selain mediumnya yang beragam, kolase juga menggunakan berbagai teknik dalam pembuatannya. Teknik ini tergantung pada jenis medium yang digunakan. Teknik yang kerap digunakan diantaranya teknik gunting, teknik potong, teknik ikat, teknik rakit, teknik sobek, teknik rekat, dan teknik jahit.

Seiring berkembanganya kesenian ini, berbagai metode juga dipadukan untuk menghasilkan satu jenis karya. Metode yang digunakan dapat berupa tumpang tindih serta saling tutup atau overlapping, repetisi atau pengulangan atau repetition, penataan ruang atau spatial arrangement, juga komposisi atau kombinasi dari berbagai jenis tekstur dari berbagai material.

4 dari 6 halaman

Contoh Kolase: Jenis

Kolase dapat dibagi ke dalam beberapa jenis bradasarkan fungsi, material, matra dan corak.

1. Fungsi

Berdasarkan fungsinya kolase terbagi menjadi dua jenis, yaitu seni murni atau fine art dan seni terapan atau applied art.

Seni Murni 

Seni Murni menjadi satu karya seni yang dibuat semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan artistik. Seniman juga menciptakan karya seni murni, dengan tujuan mengekspresikan cita rasa estetis. Kebebasan berekspresi pada suatu seni murni kemudian sangat diutamakan. 

Seni Terapan 

Seni terapan merupakan karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi berbagai kebutuhan praktis. Aplikasi seni terapan sendiri umumnya lebih menampilkan komposisi dibandingkan dengan kualitas artistic yang bersifat dekoratif.

2.  Material

Jenis kolase juga dapat dibedakan berdasarkan kepada material atau bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Berbagai material kolase kemudian direkatkan pada beragam jenis permukaan, seperti kayu, plastik, gerabah, keramik, karton, kertas, kaca, dan lain sebagainya asalkan permukaannya rata atau memungkinkan untuk saling direkatkan.

Secara umum bahan baku karya seni ini kemudian dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan-bahan alam seperti daun, ranting, biji-bijian, kulit, batu-batuan bunga kering, kerang, serta bahan-bahan bekas sintesis yang berasal dari plastik, serat sintesis, logam, kertas bekas, tutup botol, bungkus permen atau cokelat, kain perca, dan lain-lain.

3. Matra

Matra atau dimensi juga dapat menjadi pembeda jenis karya kolase. Berdasarkan matra, jenis kolase kemudian dikelompokkan menjadi dua, yaitu pada permukaan bidang dua dimensi atau dwimatra dan pada permukaan bidang tiga dimensi atau trimatra.

4. Corak

Berdasarkan coraknya, seni kolasedapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu representatif dan non-representatif. 

Representatif

Kolase Representative merupakan kolase yang menggambarkan wujud asli mediumnya 

Non-representatif 

Kolase representative artinya dibuat tanpa menampilkan bentuk yang nyata, atau bersifat abstrak. Kolase ini hanya menampilkan komposisi unsur visual yang indah saja.

5 dari 6 halaman

Contoh Kolase

1. Kolase Serutan Kayu

Contoh kolase yang pertama adalah kolase menggunakan serutan kayu. Serutan yang dapat digunakan dapat berupa kayu sisa produksi mebel maupun serutan pensil kayu. Sebaiknya, sebelum digunakan sebaiknya serutan kayu dikeringkan untuk mengurangi resiko lapuk atau berjamur saat sudah menjadi kesatuan kolase.  Selain itu, agar warna serutan kayu tidak berubah maupun luntur. Dalam penggunaannya serutan kayu dapat dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan, dan siap untuk ditempel.

2. Kolase Batu

Kolase juga dapat dibuat dengan memadukan berbagai jenis baru. Batu yang dapat digunakan untuk kolase sendiri diantaranya adalah batu akik karena memiliki bermacam-macam warna. Agar warnanya lebih tajam sebaiknya batu akik dapat diasah terlebih dahulu.

3. Kolase Logam

Logam yang digunakan dalam pembuatan seni kolase biasanya adalah logam sisa industri yang mudah didapat. Logam yang kerap digunakan untuk seni kolase, diantaranya kuningan, seng, dan alumunium. Logam kemudian dapat dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan, lalu ditempelkan ke bidang dasar kolase.

4. Kolase Keramik

Contoh kolase selanjutnya adalah kolase keramik. Keramik dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kolase. Warna dan tekstur yang beragam membuat keramik banyak dipilih untuk menjadi medium kolase. Bahan keramik ini dapat dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

5. Kolase Tempurung Kelapa

Tempurung juga menjadi salah satu medium kolase yang sering digunakan. Corak alami yang dimiliki tempurung kelapa menjadikan medium ini unik dan khas. Tempurung yang digunakan untuk bahan kolase sendiri diantaranya adalah tempurung dari kelapa setengah tua hingga kelapa tua, yang kemudian dibersihkan dari serat-serat sabut dan dihaluskan dengan amplas. Setelah halus, tempurung ini kemudian sebaiknya dipotong-potong dengan gergaji besi sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

6 dari 6 halaman

Contoh Kolase

6. Kolase Biji-bijian

Biji-bijian dapat diperoleh dari tumbuh-tumbuhan. Kolase biji-bijian memanfaatkan beragam jenis, bentuk, ukuran, warna, dan teksturnya alami dari biji tersebut. Sebelum digunakan biji-bijian sebaiknya keringkan terlebih dahulu, tujuannya adalah agar warnanya tidak berubah lagi, demikian juga ukurannya yang mungkin menyusut.

7. Kolase Daun Kering

Dedaunan juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu medium seni kolase. Daun yang digunakan pada seni kolase adalah daun yang sudah dikeringkan. Pilihlah daun kering dengan variasi warna yang berbeda-beda agar dalam penyusunannya kemudian dapat difungsikan sebagai sebuah lukisan yang lebih menarik.

8. Kolase Kulit-kulitan

Contoh kolase selanjutnya adalah kolase berbagai jenis kulit-kulitan. Kulit untuk kolase dapat berasal dari kulit buah, kulit batang tumbuh-tumbuhan, mapun kulit atau cangkang telur. Semua kulit-kulitan ini sebelumnya harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan, kemudian dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.

9. Kolase Kertas 

Kolase kerta merupakan kolase yang paling sering dibuat. Baik oleh seniman profesional maupun oles siswa di sekolah. Kertas bekas menjadi opsi yang banyak dipilih untuk membuat kolase. Kertas untuk bahan kolase sebaiknya juga dipilih dengan berwarna misalnya kertas bekas sampul, majalah, poster, atau berbagai kemasan produk industri lainnya. Dalam penggunaannya, kertas berwarna tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS