Liputan6.com, Jakarta Kolase adalah teknik seni rupa yang khas menggabungkan berbagai bahan seperti kertas, kain, kayu, atau bahan alami lainnya dalam satu bingkai untuk menciptakan karya visual yang menarik dan penuh ekspresi. Aktivitas ini tidak hanya menuntut kreativitas, tetapi juga ketelitian dalam memilih, memotong, dan menempatkan elemen-elemen agar tercipta keselarasan estetis. Melalui kolase, seniman dapat mengekspresikan ide, emosi, maupun cerita personal secara unik dan orisinal.
Dalam buku Seni Rupa untuk Anak Usia Dini (2022) karya Dr. Farida Mayar, M.Pd, dijelaskan bahwa kata kolase berasal dari bahasa Prancis ‘coller’ yang berarti merekat. Pengertian kolase adalah kreasi aplikasi yang dibuat dengan menggabungkan teknik melukis (lukisan tangan) dengan cara menempelkan bahan-bahan tertentu. Kutipan ini menegaskan bahwa kolase adalah pertemuan antara lukisan tradisional dan kreativitas tempel-merekat untuk menghasilkan karya visual baru yang kaya tekstur.
Advertisement
Sementara dalam buku Keterampilan Kolase (2017) oleh Silvana Solichah dan N. Ayusari, dinyatakan bahwa kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (kain, kertas, kayu) yang ditempelkan pada permukaan gambar.
Kolase memiliki unsur-unsur seni rupa lain, yaitu unsur seni lukis yang diwujudkan melalui benda-benda sebagai pengganti garis, warna dan bidangnya. Pernyataan ini tidak hanya menjelaskan pengertian, tetapi juga menekankan fungsi kolase sebagai jembatan antara seni lukis dan kerajinan visual.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (6/6/2025).
Pengertian Kolase
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/848141/original/076389200_1428653062-Helen-Ahpornsiri-pressed-plants4-550x388.jpg)
Kolase menjadi salah satu teknik dalam menggambar yang cukup unik, sebab meskipun menggunakan medium, teknik, bahkan gambar yang sama, karya kolase dapat menghasilkan produk akhir yang berbeda. Kolase dibuat dengan menempelkan berbagai jenis barang yang memiliki warna atau tekstur tertentu, untuk menghasilkan suatu gambar yang unik.Â
Kolase dapat dikatakan sebagai karya seni yang memadukan berbagai jenis barang. Kolase menggunakan berbagai medium seperti kertas, kaca, logam, kayu, kain, dan lain-lain uang kemudian ditempelkan pada satu permukaan gambar sebagai pewarna. Kolase dapat berupa seni rupa dua dimensi maupun tiga dimensi atau asemblase. Kolase memadukan berbagai jenis barang untuk menghasilkan karya yang mewakili perasaan estetis pembuatnya.
Kolase memiliki sifat yang berlawanan dengan deng seni lukis maupun, seni pahat, maupun seni cetak yang menghasilkan karya yang tidak lagi memperlihatkan bentuk asal medium yang digunakan. Misalnya pada seni pahat yang merubah kayu menjadi karya seni ukir, atau pada seni cetak yang mengubah tanah liat menjadi guci.
Kolase memanfaatkan pembentuk, tekstur, dan warna asli mediumnya untuk menghasilkan karya. Keindahan kolase justru berasal dari bentuk asli medium yang masih utuh. Sehingga, medium pada kolase dapat tetap dikenali bentuk aslinya meski telah menjadi satu kesatuan. Kolase menjadi media yang digemari kalangan seniman karna unik serta menuntut kreativitas tinggi.
Contoh kolase dapat ditemukan pada karya pelukis terkenal seperti Pablo Picasso, Georges Braque, dan Max Ernst. Para pelukis ini membuat kolase dengan memanfaatkan teknik kertas, kain, serta berbagai objek lainnya. Henri Matisse merupakan salah satu pelukis yang beralih dari seni lukis ke seni kolase setelah jari-jari tangannya terserang arthritis sehingga tidak memiliki kemampuan dalam melukis.
Berdasarkan catatan sejarah, kolase pertama kali berkembang pesat di Venice, Italia, pada abad 17. Kemudian kian berkembang di Jerman, Inggris, Prancis, dan kota-kota lain di Eropa.
Advertisement
Teknik Membuat Kolase
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5002134/original/004651000_1731386362-teknik-kolase-adalah.jpg)
Dalam seni kolase, tidak hanya bahan yang beragam, tetapi juga teknik pembuatannya sangat bervariasi. Pemilihan teknik biasanya disesuaikan dengan jenis dan karakteristik medium yang digunakan, mulai dari kertas, kain, kayu, hingga bahan alami lainnya. Beberapa teknik dasar yang sering diterapkan antara lain:
- Teknik gunting, digunakan untuk membentuk pola atau bentuk tertentu secara presisi.
- Teknik potong, hampir serupa dengan teknik gunting, tetapi biasanya menggunakan alat pemotong seperti cutter untuk hasil lebih tajam.
- Teknik sobek, menghasilkan efek alami dan tekstur kasar yang sering digunakan untuk gaya ekspresif.
- Teknik rekat, yaitu teknik dasar dalam kolase yang menggunakan lem atau perekat untuk menempelkan bahan ke permukaan.
- Teknik jahit, digunakan terutama untuk bahan kain atau tekstil agar lebih kuat dan awet.
- Teknik ikat, biasanya diterapkan pada bahan yang lebih besar atau fleksibel seperti kain.
- Teknik rakit, menggabungkan potongan bahan menjadi bentuk struktural atau susunan tertentu.
Seiring berkembangnya seni kolase, berbagai metode visual juga mulai dipadukan untuk menghasilkan karya yang kompleks dan menarik. Beberapa metode yang sering digunakan adalah:
- Overlapping (tumpang tindih), yaitu menumpuk elemen satu di atas yang lain untuk menciptakan kedalaman visual.
- Repetition (pengulangan), yakni mengulang bentuk atau warna untuk menciptakan ritme dalam karya.
- Spatial arrangement (penataan ruang), fokus pada penyusunan elemen dalam ruang kosong agar tercipta keseimbangan visual.
- Kombinasi tekstur, menggabungkan berbagai jenis bahan dengan tekstur berbeda untuk memperkaya tampilan dan nuansa karya.
Jenis Kolase
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4186236/original/007126800_1665376338-CyBa3lmUQAESair.jpg)
Kolase dapat dibagi ke dalam beberapa jenis bradasarkan fungsi, material, matra dan corak.
1. Fungsi
Berdasarkan fungsinya kolase terbagi menjadi dua jenis, yaitu seni murni atau fine art dan seni terapan atau applied art, berikut ini penjelasannya:
a. Seni MurniÂ
Seni Murni menjadi satu karya seni yang dibuat semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan artistik. Seniman juga menciptakan karya seni murni, dengan tujuan mengekspresikan cita rasa estetis. Kebebasan berekspresi pada suatu seni murni kemudian sangat diutamakan.Â
b. Seni TerapanÂ
Seni terapan merupakan karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi berbagai kebutuhan praktis. Aplikasi seni terapan sendiri umumnya lebih menampilkan komposisi dibandingkan dengan kualitas artistic yang bersifat dekoratif.
2. Material
Jenis kolase juga dapat dibedakan berdasarkan kepada material atau bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Berbagai material kolase kemudian direkatkan pada beragam jenis permukaan, seperti kayu, plastik, gerabah, keramik, karton, kertas, kaca, dan lain sebagainya asalkan permukaannya rata atau memungkinkan untuk saling direkatkan.
Secara umum bahan baku karya seni ini kemudian dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahan-bahan alam seperti daun, ranting, biji-bijian, kulit, batu-batuan bunga kering, kerang, serta bahan-bahan bekas sintesis yang berasal dari plastik, serat sintesis, logam, kertas bekas, tutup botol, bungkus permen atau cokelat, kain perca, dan lain-lain.
3. Matra
Matra atau dimensi juga dapat menjadi pembeda jenis karya kolase. Berdasarkan matra, jenis kolase kemudian dikelompokkan menjadi dua, yaitu pada permukaan bidang dua dimensi atau dwimatra dan pada permukaan bidang tiga dimensi atau trimatra.
4. Corak
Berdasarkan coraknya, seni kolasedapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu representatif dan non-representatif. Berikut ini penjelasannya:
a. Representatif
Kolase Representative merupakan kolase yang menggambarkan wujud asli mediumnyaÂ
b. Non-representatifÂ
Kolase representative artinya dibuat tanpa menampilkan bentuk yang nyata, atau bersifat abstrak. Kolase ini hanya menampilkan komposisi unsur visual yang indah saja.
Advertisement
Contoh Kolase
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4186239/original/040936800_1665376338-contoh-gambar-kolase-alami.jpg)
1. Kolase Serutan Kayu
Contoh kolase yang pertama adalah kolase menggunakan serutan kayu. Serutan yang dapat digunakan dapat berupa kayu sisa produksi mebel maupun serutan pensil kayu. Sebaiknya, sebelum digunakan sebaiknya serutan kayu dikeringkan untuk mengurangi resiko lapuk atau berjamur saat sudah menjadi kesatuan kolase. Selain itu, agar warna serutan kayu tidak berubah maupun luntur. Dalam penggunaannya serutan kayu dapat dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan, dan siap untuk ditempel.
2. Kolase Batu
Kolase juga dapat dibuat dengan memadukan berbagai jenis baru. Batu yang dapat digunakan untuk kolase sendiri diantaranya adalah batu akik karena memiliki bermacam-macam warna. Agar warnanya lebih tajam sebaiknya batu akik dapat diasah terlebih dahulu.
3. Kolase Logam
Logam yang digunakan dalam pembuatan seni kolase biasanya adalah logam sisa industri yang mudah didapat. Logam yang kerap digunakan untuk seni kolase, diantaranya kuningan, seng, dan alumunium. Logam kemudian dapat dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan, lalu ditempelkan ke bidang dasar kolase.
4. Kolase Keramik
Contoh kolase selanjutnya adalah kolase keramik. Keramik dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kolase. Warna dan tekstur yang beragam membuat keramik banyak dipilih untuk menjadi medium kolase. Bahan keramik ini dapat dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
5. Kolase Tempurung Kelapa
Tempurung juga menjadi salah satu medium kolase yang sering digunakan. Corak alami yang dimiliki tempurung kelapa menjadikan medium ini unik dan khas. Tempurung yang digunakan untuk bahan kolase sendiri diantaranya adalah tempurung dari kelapa setengah tua hingga kelapa tua, yang kemudian dibersihkan dari serat-serat sabut dan dihaluskan dengan amplas. Setelah halus, tempurung ini kemudian sebaiknya dipotong-potong dengan gergaji besi sesuai dengan ukuran yang diinginkan.
6. Kolase Biji-bijian
Biji-bijian dapat diperoleh dari tumbuh-tumbuhan. Kolase biji-bijian memanfaatkan beragam jenis, bentuk, ukuran, warna, dan teksturnya alami dari biji tersebut. Sebelum digunakan biji-bijian sebaiknya keringkan terlebih dahulu, tujuannya adalah agar warnanya tidak berubah lagi, demikian juga ukurannya yang mungkin menyusut.
7. Kolase Daun Kering
Dedaunan juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu medium seni kolase. Daun yang digunakan pada seni kolase adalah daun yang sudah dikeringkan. Pilihlah daun kering dengan variasi warna yang berbeda-beda agar dalam penyusunannya kemudian dapat difungsikan sebagai sebuah lukisan yang lebih menarik.
8. Kolase Kulit-kulitan
Contoh kolase selanjutnya adalah kolase berbagai jenis kulit-kulitan. Kulit untuk kolase dapat berasal dari kulit buah, kulit batang tumbuh-tumbuhan, mapun kulit atau cangkang telur. Semua kulit-kulitan ini sebelumnya harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan, kemudian dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.
9. Kolase KertasÂ
Kolase kerta merupakan kolase yang paling sering dibuat. Baik oleh seniman profesional maupun oles siswa di sekolah. Kertas bekas menjadi opsi yang banyak dipilih untuk membuat kolase. Kertas untuk bahan kolase sebaiknya juga dipilih dengan berwarna misalnya kertas bekas sampul, majalah, poster, atau berbagai kemasan produk industri lainnya. Dalam penggunaannya, kertas berwarna tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.
QnA yang Umum tentang Kolase
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1376435/original/027495400_1476703747-20161017-kaca_patri-mata_hari-semarang.jpg)
Â
Q: Apa itu kolase?
A: Kolase adalah teknik seni rupa yang menggabungkan berbagai bahan seperti kertas, kain, foto, atau bahan alami dengan cara ditempelkan pada permukaan untuk menciptakan karya seni dua dimensi.
Q: Apa saja bahan yang bisa digunakan untuk membuat kolase?
A: Bahan yang digunakan bisa sangat beragam, termasuk kertas warna, koran, majalah, kain perca, potongan kayu, biji-bijian, daun kering, dan bahan daur ulang lainnya.
Q: Teknik apa saja yang umum digunakan dalam membuat kolase?
A: Teknik umum dalam kolase antara lain teknik gunting, potong, sobek, rekat (menempelkan bahan), jahit, ikat, dan rakit.
Q: Apa manfaat membuat kolase?
A: Membuat kolase dapat meningkatkan kreativitas, keterampilan motorik halus, kemampuan berkomposisi visual, serta menjadi sarana ekspresi diri dan relaksasi.
Q: Apakah kolase hanya untuk seniman profesional?
A: Tidak, kolase dapat dibuat oleh siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, karena tekniknya mudah dan bahan-bahannya mudah ditemukan.
Q: Apa perbedaan kolase dengan montase?
A: Kolase melibatkan menempel berbagai bahan berbeda di satu bidang, sedangkan montase adalah teknik menggabungkan potongan gambar atau foto untuk menciptakan gambar baru.
Q: Bagaimana cara memulai membuat kolase?
A: Mulailah dengan memilih bahan yang ingin digunakan, siapkan alas atau media seperti kertas karton, kemudian potong atau sobek bahan, dan tempelkan sesuai desain yang diinginkan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990280/original/089606400_1730714675-cara-membuat-kolase.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260724/original/073509600_1781647690-PRANCIS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482261/original/017449400_1769169646-Timnas_Yordania-Kelme.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260719/original/004737300_1781644637-000_B7BY7EB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261701/original/046985700_1781754821-000_B7GK8PT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290686/original/071046700_1782151905-000_B7WZ2B3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)