Sukses

Roleplayer Adalah Bermain Peran, Ketahui Manfaatnya untuk Anak

Liputan6.com, Jakarta Roleplayer adalah seseorang yang memainkan peran tertentu. Dalam konteks saat ini roleplayer adalah orang memainkan peran menjadi tokoh terkenal maupun tokoh fiktif di media sosial. Tren roleplayer atau lebih sering di sebut RP bermula sekitar tahun 2011 saat budaya K-pop mulai menyebar keseluruh dunia.

Roleplayer adalah tren yang bermula dari fans K-pop yang memainkan peran sebagai seorang idol yang disukai kemudian berkomunikasi dengan fans K-pop lain melalui media sosial. Dalam komunikasi lewat media sosial tersebut, pemain roleplayer akan merespons interaksi yang diberikan padanya dengan respon yang seolah-olah adalah respon dari idol yang ia mainkan.

Kini bukan hanya fans K-pop saja yang memainkan roleplayer. Peran yang dimainkan pun semakin beragam, tidak hanya sebatas idol K-pop tapi juga tokoh anime bahkan tokoh yang dibuat sendiri oleh pemain roleplayer. Berikut ulasan Liputan6.com tentang roleplayer yang dirangkum dari berbagai sumber, Selasa (29/11/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Roleplayer adalah Permainan Peran

Jika ditilik kebelakang, roleplayer adalah hal yang sering dilakukan saat masa anak-anak. Seperti saat bermain rumah-rumahan ada yang berperan sebagai ibu, ayah, dan anak, atau saat bermain pasaran ada yang berperan sebagai pedagang dan pembeli.

Permainan yang dilakukan oleh anak-anak ini merupakan hasil pengamatannya sehari-hari. Sama halnya dengan permainan roleplayer yang dilakukan melalui media sosial saat ini. Pemain roleplayer melakukan pengamatan terhadap tokoh yang ingin ia mainkan. Kemudian memerankannya semirip mungkin sampai orang-orang yang berinteraksi dengannya merasa sedang berinteraksi dengan tokoh yang dimainkan.

Tidak jarang pemain RP menjadi viral di media sosial, karena kepiawaiannya memainkan peran. Sebenarnya, roleplayer adalah permainan yang bertujuan untuk mempromosikan idola yang mereka perankan. Misalnya, seseorang menyukai seorang penyanyi, memainkan peran menjadi tokoh komik tersebut secara tak langsung menjadi sarana untuk memperkenalkan idolanya kepada pengikutnya di media sosial.

Para pemain roleplayer menggunakan akun sosial media yang khusus dibuat untuk melakukan roleplay. Dalam akun tersebut tertera nama dan biodata tokoh yang dimainkan. Sehingga, akun yang digunakan seolah-olah adalah akun yang dimiliki oleh pemain roleplayer tersebut.

Selain itu, anak juga harus melakukan tugas Fantalk dan Fanservice. Istilah Fantalk ini digunakan ketika anak bermain peran, lalu melakukan obrolan chat satu sama lain dengan akun pribadi orang lain yang “mengidolakan” tokoh yang anak sedang perankan.

Aku media sosial tersebut digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain yang disebut fantalk dan fanservice. Fantalk adalah sesi obrolan melalui fitur chat yang ada pada sosial media. Melalui sesi fantalk roleplayer menyenangkan orang yang belum pernah atau tidak memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dengan idolanya via chat. Sehingga mereka bisa berimajinasi kalau sedang chatting dengan idola aslinya.

Tidak jauh berbeda dengan Fantalk, Fanservice adalah melakukan hal-hal spesial untuk menyenangkan hati penggemar. Fanservice yang dilakukan roleplayer upaya menyenangkan hati fans seorang idol yang tidak memiliki kesempatan berinteraksi dengan idolanya. Contohnya seperti penggemar meminta idolanya berfoto dengan pose heart, maka roleplayer akan mengirimkan foto tokoh yang diperankannya sedang berpose heart.

3 dari 3 halaman

Manfaat Roleplayer adalah Mengasah Imajinasi

Meski tampak sebagai permainan yang menyenangkan saja, sebenarnya roleplayer adalah permainan yang memiliki banyak manfaat.

1. Melatih imajinasi dan Kreativitas

Roleplayer adalah permainan yang dapat mengasah kreativitas dan imajinasi. Meskipun roleplayer memainkan peran tokoh nyata yang diamati, roleplayer juga tetap membutuhkan imajinasi untuk menyusun skenario situasi dalam memainkan perannya.

Dalam perkembangan anak khususnya, permainan peran terbukti dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Melatih imajinasi dengan permainan peran dapat membuat anak memiliki banyak referensi sudut pandang yang akan membantu dalam penyelesaian masalah.

2. Melatih Keterampilan Sosial

Saat bermain roleplay seseorang akan berinteraksi dengan orang lain. Interaksi dua arah yang terjadi dapat melatih kemampuan sosial seorang anak. Dari permainan ini, anak tahu bagaimana cara menghadapi orang dengan berbagai macam latar belang.

3. Melatih Kemandirian

Manfaat roleplayer adalah membantu anak-anak untuk mandiri. Inyteraksi yang terjadi dalam permainan roleplay kerap kali membuat anak-anak melakukan tindakan spontan yang ia putuskan sendiri tanpa bimbingan orang tua, guru atau orang tua. Ini menjadi salah satu metode yang baik untuk melatih kemandirian pada anak. Latihan ini akan membantu mereka dalam banyak situasi sehari-hari dan masa depan.

4. Melatih Kemampuan Memecahkan Masalah

Roleplayer adalah sarana yang tepat bagi anak-anak untuk melatih kemampuan memecahkan berbagai macam masalah. Dalam permainan peran, seorang roleplayer memutuskan peran yang akan diambil, permainan yang akan dimainkan, siapa yang terlibat, bagaimana aturan yang berlaku, dan bagaimana mengatasi situasi negatif jika ternyata ada yang salah atau tidak pantas. Ini penting dalam perkembangan anak dan akan membantu mereka di masa depan.

5. Mengasah Rasa Empati

Roleplayer harus menempatkan diri sebagai tokoh yang ia perankan. Hal ini akan mengasah kepekaan pada anak. Rasa empati akan membantu seseorang dalam menjalin hubungan sosial yang baik dengan orang lain. Seorang yang memiliki empati yang tinggi akan dapat menghargai dan menghormati orang-orang di sekitarnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS