Cara Menghitung Payback Period dalam Bidang Ekonomi dan Bisnis

Cara menghitung payback period dalam bidang ekonomi dan bisnis berguna untuk mengetahui kapan waktu pengembalian modal

Diterbitkan 09 Agustus 2022, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menghitung payback period dalam bidang ekonomi dan bisnis tidaklah serumit yang dipikirkan oleh banyak orang. Payback Period merupakan salah satu istilah yang sering digunakan dalam bidang ekonomi dan bisnis terlebih untuk orang yang melakukan serta terlibat dalam transaksi investasi.

Istilah Payback Period merujuk pada jumlah waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan biaya investasi yang telah dikeluarkan. Sehingga cara menghitung payback period melibatkan arus kas tahunan baik keluar maupun masuknya uang yang ada.

Karena pengembalian dana investasi bisa terjadi baik dalam kurun waktu cepat atau lama. Cara menghitung payback period penting untuk kamu yang ingin mengetahui kapan perkiraan waktu yang pasti kapan modal yang ditanamkan dalam transaksi investasi dapat kembali.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (9/8/2022). Tentang cara menghitung payback period, beserta dengan pengertian kelebihan dan kelemahannya.

Cara Menghitung Payback Period

Pengertian Payback Period

Sebelum mengetahui cara menghitung payback period, ada baiknya mengetahui apa arti istilah ini. Istilah payback period mengacu pada jumlah waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya investasi. Sederhananya, itu adalah lamanya waktu suatu investasi mencapai titik impas. Orang dan perusahaan terutama menginvestasikan uang mereka untuk mendapatkan pembayaran kembali atau keuntungan.

Hal inilah yang kemudian membuat payback period modal sangat penting. Intinya, semakin pendek pengembalian investasi, maka investasi yang ditawarkan juga semakin menarik. Menentukan payback period berguna bagi siapa saja dan dapat dilakukan dengan membagi investasi awal dengan arus kas rata-rata.

1. Dian Wijayanto

Dian Wijayanto dalam buku Initial Cash Investment tahun 2012 menerangkan bahwa metode payback period ini adalah sebuah periode atau suatu masa yang kamu perlukan untuk dapat menutup pengeluaran yang pernah kamu keluarkan untuk investasi.

2. Bambang Riyanto

Menurut Bambang Riyanto dalam buku Net Cash Flows tahun 2004 menerangkan metode payback period ini adalah sebuah periode yang kamu perlukan untuk menutup pengeluaran dengan menggunakan perhitungan netto dari aliran kas.

Cara Menghitung Payback Period

Keunggulan Payback Period

Mudah Digunakan dan Mudah Dimengerti

Cara menghitung payback period membutuhkan input yang sangat sedikit dan relatif lebih mudah untuk dihitung daripada metode penganggaran modal lainnya. Yang anda butuhkan untuk menghitung payback period adalah biaya awal proyek dan arus kas tahunan.

 

Preferensi Likuiditas

Biasanya, proyek dengan payback period yang lebih pendek juga memiliki risiko yang lebih rendah. Informasi tersebut sangat penting untuk usaha kecil dengan sumber daya terbatas. Usaha kecil perlu segera memulihkan biaya mereka untuk menginvestasikannya kembali dalam peluang lain.

 

Berguna Untuk Kasus Ketidakpastian

Ketidakpastian membuat sebagian dari perusahaan merasa sulit untuk memproyeksikan arus kas tahunan masa depan. Dengan demikian, menggunakan dan menjalankan proyek dengan Payback period pendek membantu mengurangi kemungkinan kerugian.

 

Solusi Cepat

Karena payback period mudah dihitung dan membutuhkan lebih sedikit input, investor dan perusahaan dapat dengan cepat menghitung payback period proyek. Ini membantu untuk membuat keputusan cepat, sesuatu yang sangat penting bagi perusahaan dengan sumber daya terbatas.

Cara Menghitung Payback Period

Kelemahan Payback Period

Mengabaikan Nilai Waktu dari Uang

Kelemahan utama dari cara menghitung payback period adalah mengabaikan nilai waktu uang. Sesuai konsep nilai waktu uang, uang yang diterima lebih cepat dibandingkan dengan yang datang kemudian. Karena potensinya untuk mendapatkan pengembalian tambahan jika diinvestasikan kembali. Sayangnya metode payback period tidak mempertimbangkan hal seperti itu, sehingga mendistorsi nilai sebenarnya dari arus kas.

 

Tidak Realistis

Menghitung Payback period sederhana sehingga tidak mempertimbangkan skenario bisnis normal. Padahal, investasi modal bukan hanya investasi satu kali. Sebaliknya proyek-proyek semacam itu membutuhkan investasi lebih lanjut pada tahun-tahun berikutnya termasuk yang biasanya memiliki arus kas masuk yang tidak teratur.

 

Mengabaikan Profitabilitas

Payback period bisa digunakan dalam proyek. Sebuah proyek dengan payback period yang lebih pendek tidak menjamin akan menguntungkan. Ada potensi arus kas dari proyek berhenti pada payback period modal, atau berkurang setelah payback period modal.

 

Tidak Semua Arus Kas Tercakup

Metode ini hanya mempertimbangkan arus kas hanya sampai saat investasi awal dipulihkan dan mengabaikan arus kas yang datang pada tahun-tahun berikutnya. Ini memaksa anda untuk mengabaikan proyek yang dapat menghasilkan arus kas yang menguntungkan pada tahun-tahun berikutnya.

Cara Menghitung Payback Period

Rumus Payback Period

Cara menghitung payback period terbilang sangat mudah, untuk menghitungnya cukup dengan mengikuti rumus sebagai berikut ini:

PP (Payback Period) = Total dana investasi : Kas Netto

 

Kegunaan Mengetahui Payback Period

Dengan mengetahui cara menghitung payback period, maka akan didapat beberapa manfaat dan kegunaan yang nantinya berguna untuk menentukan keputusan dalam penyerahan dana investasi pada suatu perusahaan. Namun tidak hanya faktor kepercayaan, terdapat sejumlah kegunaan lainnya yang bisa didapat dengan mengetahui payback period, yaitu:

- Memperkirakan waktu yang tepat untuk mendapat keuntungan

- Menimbang risiko yang akan dihadapi selama berinvestasi pada suatu proyek

- Memilih perusahaan atau proyek yang tepat, dalam arti lain tidak merugikan investor

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6