Liputan6.com, Jakarta Asesmen adalah proses penilaian yang dilakukan untuk mengukur kinerja, kompetensi, atau pencapaian seseorang dalam suatu bidang tertentu. Dalam konteks pendidikan maupun dunia kerja, asesmen adalah alat penting yang membantu mengidentifikasi sejauh mana seseorang mampu mencapai standar yang telah ditetapkan. Proses ini tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga melibatkan evaluasi terhadap proses dan potensi perkembangan individu.
Menurut Suharsimi Arikunto dalam bukunya Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (2013), menjelaskan bahwa asesmen adalah suatu proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengambil keputusan mengenai individu, kelompok, atau program. Pernyataan ini menegaskan bahwa asesmen bukan sekadar penilaian pasif, melainkan kegiatan aktif yang bertujuan memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi subjek yang dinilai.
Advertisement
Selain itu, menurut Drs. Slameto dalam buku Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (2010), menyatakan bahwa asesmen memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan kemampuan individu secara berkelanjutan. Dengan demikian, asesmen berfungsi sebagai alat evaluasi sekaligus sarana pembelajaran yang memotivasi peningkatan kinerja secara terus-menerus.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (6/6/2025).
Pengertian Asesmen Secara Umum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3420147/original/098833600_1617614823-photo-1562564055-71e051d33c19.jpg)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian asesmen adalah penilaian. Asesmen adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data atau informasi untuk memahami individu dan lingkungannya, yang kemudian digunakan untuk pengembangan program layanan atau evaluasi.Â
Secara umum, asesmen adalah suatu proses sistematis yang dilakukan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi guna mengetahui sejauh mana pencapaian seseorang terhadap tujuan tertentu. Dalam banyak konteks, terutama pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja yang mana asesmen digunakan untuk menilai kemampuan, kinerja, pengetahuan, atau sikap individu maupun kelompok.
Asesmen tidak hanya sekadar memberikan nilai atau angka, tetapi juga bertujuan memberikan umpan balik (feedback) yang konstruktif agar seseorang dapat memperbaiki dan meningkatkan kemampuannya. Dalam dunia pendidikan, misalnya, asesmen dilakukan tidak hanya untuk menilai hasil belajar peserta didik, tetapi juga untuk memperbaiki proses pembelajaran, menyesuaikan metode pengajaran, dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.
Dengan demikian, asesmen memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan, baik itu untuk perbaikan pembelajaran, penempatan siswa, seleksi peserta, maupun evaluasi keberhasilan suatu program. Asesmen yang baik harus bersifat objektif, adil, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Advertisement
Pengertian Asesmen Menurut Para Ahli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3340633/original/045245500_1609826639-pexels-photo-5668863.jpeg)
Berikut merupakan pengertian dari asesmen yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut:
1. Suharsimi Arikunto
Menurut Suharsimi Arikunto dalam bukunya yang berjudul Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (2013), menjelaskan bahwa asesmen adalah proses pengumpulan informasi yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik.
2. M. Ngalim Purwanto
Menurut M. Ngalim Purwanto dalam bukunya yang berjudul Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran (2011), menjelaskan bahwa asesmen adalah bagian dari evaluasi yang digunakan untuk mengetahui perkembangan dan keberhasilan peserta didik secara terus-menerus.
3. Zainal ArifinÂ
Menurut Zainal Arifin dalam bukunya yang berjudul Evaluasi Pembelajaran (2012), menjelaskan bahwa asesmen merupakan suatu proses untuk memperoleh data yang dapat digunakan untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik secara objektif, sistematis, dan berkesinambungan.
4. TriantoÂ
Menurut Trianto dalam bukunya yang berjudul Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (2010), menjelaskan bahwa asesmen adalah suatu proses sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi guna mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa.
5. Nitko dan BrookhartÂ
Menurut Nitko dan Brookhart dalam bukunya yang berjudul Educational Assessment of Students (2011), menjelaskan bahwa asesmen adalah proses sistematis untuk mengumpulkan informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan mengenai siswa.
Â
Fungsi Asesmen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949357/original/089062300_1726887641-asesmen-adalah-3.jpg)
1. Fungsi Diagnostik
Asesmen membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan individu, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Dengan informasi ini, pendidik atau pelatih dapat menentukan strategi pembelajaran atau pelatihan yang tepat. Misalnya, jika seorang siswa kesulitan dalam matematika, guru dapat memberikan bimbingan tambahan di bidang tersebut.
2. Fungsi Formatif
Asesmen formatif digunakan selama proses belajar berlangsung. Tujuannya adalah memberikan umpan balik (feedback) agar peserta didik dapat memperbaiki dan meningkatkan performa mereka sebelum penilaian akhir. Ini juga membantu guru menyesuaikan metode pengajarannya agar lebih efektif.
3. Fungsi Sumatif
Fungsi sumatif dilakukan di akhir suatu program atau pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai. Hasil dari asesmen ini biasanya digunakan untuk menentukan nilai akhir, kelulusan, atau promosi ke jenjang berikutnya.
4. Fungsi Penempatan (Placement)
Asesmen digunakan untuk menempatkan seseorang dalam program, kelas, atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Contohnya adalah tes masuk sekolah atau psikotes saat melamar kerja.
5. Fungsi Seleksi
Asesmen juga berfungsi sebagai alat seleksi dalam proses penerimaan peserta didik baru, pegawai, atau peserta program pelatihan. Hasil asesmen digunakan untuk menilai siapa yang paling sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
6. Fungsi Evaluatif Program
Asesmen tidak hanya menilai individu, tetapi juga bisa digunakan untuk menilai keberhasilan program pembelajaran atau pelatihan itu sendiri. Dengan demikian, institusi bisa melakukan perbaikan terhadap kurikulum, metode, atau sistem pembelajaran.
7. Fungsi Motivasi
Dengan mengetahui hasil asesmen, peserta didik atau peserta pelatihan dapat terdorong untuk meningkatkan prestasi mereka. Asesmen yang dilakukan secara adil dan transparan dapat menjadi alat pemacu semangat belajar.
Advertisement
Tujuan Asesmen
Adapun tujuan dari asesmen adalah sebagai berikut ini, antara lain:
- Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu.
- Memperoleh data yang relevan, obyektif, akurat, dan komprehensif tentang kondisi suatu kondisi.
- Menentukan kebutuhan pembelajaran.
- Membantu dan mendorong siswa.
- Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik.
- Menentukan strategi pembelajaran.
- Akuntabilitas lembaga.
- Meningkatkan kualitas pendidikan.
- Menentukan layanan yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan khususnya serta untuk memonitor kemajuannya.
Dalam perusahaan, asesmen dimaksudkan untuk memberikan pandangan pada manajer dengan dasar untuk pengambilan keputusan. Asesmen juga harus memberikan jawaban kepada penyandang dana atas pertanyaan tentang apa yang mereka dapatkan dari uang mereka. Asesmen akan memberikan informasi kepada pemangku kepentingan lainnya tentang organisasi.
Bentuk Asesmen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3420148/original/001749800_1617614824-photo-1551836022-d5d88e9218df__1_.jpg)
Bentuk asesmen ada beragam, yaitu asesmen lisan, asesmen tertulis, dan asesmen kinerja. Berikut penjelasannya:
1. Asesmen lisan
Asesmen lisan adalah tes yang dijawab secara lisan (verbal). Penilai asesmen lisan akan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada peserta, yang kemudian akan menjawabnya dengan menggunakan kata-kata.
2. Asesmen tertulis
Asesmen tertulis adalah tes yang diberikan di atas kertas atau di komputer. Seorang peserta asesmen yang mengikuti assessment tertulis dapat menanggapi item tertentu dengan menulis atau mengetik pada formulir atau dokumen terpisah.
3. Asesmen kinerja
Asesmen kinerja adalah penilaian yang mengharuskan peserta ujian untuk benar-benar melakukan tugas atau aktivitas, daripada hanya menjawab pertanyaan yang mengacu pada bagian tertentu. Tujuannya adalah untuk memastikan kemantapan yang lebih besar terhadap apa yang sedang diuji. Contohnya adalah tes mengemudi di belakang kemudi untuk mendapatkan SIM. Daripada hanya menjawab soal-soal pilihan ganda sederhana tentang mengemudikan mobil, seorang siswa diminta untuk benar-benar mengemudikannya saat sedang dievaluasi.
Advertisement
QnA yang Sering Ditanyakan tentang Asesmen
Q: Apa itu asesmen?
A: Asesmen adalah proses sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi guna menilai kemampuan, pengetahuan, sikap, atau kinerja seseorang dalam mencapai tujuan tertentu.
Q: Apa tujuan utama dari asesmen?
A: Tujuan utama asesmen adalah untuk mengetahui sejauh mana pencapaian seseorang terhadap standar atau kompetensi yang diharapkan, serta memberikan umpan balik untuk perbaikan dan pengembangan diri.
Q: Apa perbedaan asesmen dengan evaluasi?
A: Asesmen lebih fokus pada proses pengukuran dan pengumpulan data individu, sedangkan evaluasi mencakup penilaian terhadap program, proses, atau kebijakan secara menyeluruh berdasarkan data asesmen dan faktor lainnya.
Q: Apa manfaat asesmen bagi siswa atau peserta pelatihan?
A: Asesmen membantu siswa memahami kekuatan dan kelemahannya, meningkatkan motivasi belajar, memberikan arah pengembangan diri, serta menjadi alat ukur pencapaian tujuan belajar.
Q: Apa saja teknik yang digunakan dalam asesmen?
A: Teknik asesmen dapat berupa tes tertulis, wawancara, observasi, portofolio, studi kasus, kuesioner, dan penilaian kinerja atau praktik langsung.
Q: Apakah asesmen hanya dilakukan di dunia pendidikan?
A: Tidak. Asesmen juga dilakukan dalam dunia kerja, pelatihan profesional, dan pengembangan organisasi, seperti untuk seleksi karyawan, promosi jabatan, atau evaluasi kompetensi pegawai.
Q: Apakah asesmen harus selalu menggunakan tes?
A: Tidak. Asesmen bisa dilakukan dengan berbagai metode, termasuk observasi langsung, diskusi, tugas proyek, atau penggunaan portofolio sebagai dokumentasi perkembangan peserta.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3278312/original/040921500_1603698917-pexels-anna-shvets-4225927.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)