Sukses

Mpok Atiek, Menyesal Suntik Silikon

Berbagai upaya dilakukan para wanita untuk menunjang penampilan agar terlihat sempurna. Operasi plastik seperti penanaman implan atau silikon (cair) menjadi pilihan sebagian wanita.

Iming-iming tampil cantik tidak membuat para wanita berpikir panjang terkait dampak jangka panjangnya. Seperti yang dirasakan Mpok Atiek, wanita yang berprofesi sebagai penyanyi sekaligus komedian ini mengaku menyesal suntik silikon.

Ketertarikan pemilik nama Atiek Riwayati ini terkait suntik silikon karena ajakan seorang teman untuk membuatnya tampil cantik. "Diajak teman disuruh bikin cakep, perempuan digituin sudah pengen aja, sudah gitu dibayarin, awalnya berasa keren banget bahagia. Muka kencang hidung mancung makasih banget tapi ternyata itu bahaya," kata wanita yang terkenal dengan latah dan logat betawinya.

Mpok Atiek mengatakan ada rasa penyesalan, "Salahnya waktu itu tidak tanya ke dokter bedah yang ahli dulu, malah langsung suntik deh tuh, pertama hidung, enggak pakai bius lokal terus pakai kain kasa dijepit pakai kaya jepitan jemuran, kemudian di jepit, abis itu bibir, dan sudah suntik semua," ungkapnya saat diwawancarai Tim Liputan6.com, Selasa (19/11/2013).

Setelah 15 tahun pemakaian Mpok Atiek merasakan ada hal yang aneh pada wajahnya. "Muka udah keliatan aneh pas 15 tahun pemakaian, aneh wajahnya, berat buka mata karena berat silikon udah kelihatan anehnya kemudian setelah 23 tahun barulah bengkak merah sudah amburadul," kata Mpok Atiek.

Melihat ada hal yang aneh kemudian Mpok Atiek melakukan operasi pengangkatan. "Ya kata dokter itu ternyata udah kelewat kedaluwarsa. Ini kalau didiamkan akan menjadi kanker, dan mau tidak mau dioperasi kanker itu membahayakan, wajahnya akan seperti buah mengkudu benjol gitu saat itu langsung stres dag dig dig," katanya menjelaskan.

Ahli Bedah Plastik, dr. Enrina Diah SpBP mengatakan kemungkinan besar yang digunakannya silikon cair. "Kelihatan sekali kok yang pakai silikon cair, seperti mpok Atiek. Harusnya itu tidak digunakan untuk bedah plastik karena berbahaya, dan tanda-tanda seperti kemerahan atau bolong-bolong karena ada reaksi penolakan dari jaringan dalam tubuh," kata dr. Enrina.

(Mia/Abd)