Prihati Pujowaskito Resmi Jadi Dirut BPJS Kesehatan, Cak Imin Bahas soal Reaktivasi Peserta Nonaktif

Cak Imin bahas soal peserta JKN nonaktif dan perlunya strategi reaktivasi yang lebih mudah di hadapan Dirut BPJS Kesehatan baru, Prihati Pujowaskito.

Diterbitkan 20 Februari 2026, 12:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Prihati Pujowaskito menggantikan Ali Ghufron Mukti sebagai Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan. Keduanya sudah menandatangani surat serah terima jabatan pagi ini, Jumat, 20 Februari 2026.

Penandatanganan disaksikan langsung Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar dan beberapa menteri lain seperti Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.

Dalam Penyerahan Keputusan Presiden dan Serah Terima Jabatan di Jakarta, Menko Muhaimin alias Cak Imin membahas terkait peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nonaktif.

“Cakupan JKN saat ini sudah sangat tinggi dan harus kita pertahankan. Dan peserta-peserta yang nonaktif dan tidak terdaftar harus terus kita tingkatkan keterlibatannya,” kata Cak Imin dalam pidatonya yang disiarkan langsung di Youtube Kemenko PM RI, Jumat (20/2/2026).

“Para peserta yang tidak aktif menandakan adanya masyarakat yang tidak mampu untuk membayar, (bagi) masyarakat yang tidak mampu negara harus hadir untuk membantu pembiayaan mereka,” tambahnya.

Sementara, masyarakat yang mampu bayar harus dipastikan untuk membayar dengan berbagai kemampuan yang dimiliki.

“Untuk itu, pemerataan pelayanan BPJS Kesehatan harus kita lakukan, peserta di desa harus merasakan manfaat yang sama dengan peserta di kota. BPJS Kesehatan harus berkomitmen menghadirkan pengalaman bermutu untuk para pesertanya.

Strategi Reaktivasi Peserta JKN Nonaktif Harus Terarah dan Mudah

Lebih lanjut, Cak Imin juga membahas soal strategi reaktivasi peserta BPJS Kesehatan yang nonaktif.

“Perlu perhatikan beberapa hal, yang pertama, strategi reaktivasi dan penguatan kepesertaan aktif yang terarah, mudah dan progresif.”

Kedua, pengelolaan operasional harus efisien disertai pelayanan digital yang lebih berkualitas dan tidak meninggalkan kesenjangan antar daerah.

“Ketiga, pengendalian biaya pelayanan dan kepastian klaim pembayaran tepat waktu,” ucapnya.

Ingatkan Kembali Tujuan Hadirnya BPJS Kesehatan

Cak Imin juga menitip pesan bahwa BPJS Kesehatan harus hadir sehingga masyarakat tak kehilangan dayanya.

“BPJS Kesehatan harus hadir memastikan masyarakat tidak kehilangan dayanya karena risiko kesehatan,” katanya.

Dia menambahkan, kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial alias BPJS bertujuan agar masyarakat hidup tanpa rasa khawatir.

“Jangan sampai sebaliknya, masyarakat was-was dengan pelayanan yang tidak berkualitas. Saatnya masyarakat terlindungi dari risiko-risiko itu,” ucapnya.

Layanan kesehatan bagi semua warga negara, sambungnya, adalah hak konstitusional. Tugas BPJS Kesehatan adalah memastikan bahwa setiap warga memiliki akses atas hak konstitusional tersebut.

“Tidak boleh ada satu pun masyarakat yang tercecer dan tertinggal dalam mendapatkan layanan kesehatan. Satu-satunya cara untuk memastikan hal itu adalah semangat dan kerja gotong royong,” tambahnya.

Kenalan dengan Prihati Pujowaskito

Sebelumnya, dokter Prihati Pujowaskito SpJP FIHA, M.M.R.S., ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Dirut BPJS Kesehatan periode 2026–2031.

Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah penunjukan tersebut melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan per 19 Februari 2026.

"Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata Rizzky mengutip Antara.

Prihati Pujowaskito adalah dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialisasi di bidang kardiologi intensif dan kegawatan kardiovaskular. Ia merupakan Purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.

Prihati lahir di Solo pada 29 Maret 1967. Masa kecilnya dihabiskan di Madiun dan Sukoharjo.

Pendidikan kedokteran Prihati dimulai dengan kuliah di Fakultas Kedokteran UNS Surakarta dan lulus pada 1994. Kemudian ia mengambil pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya lulus pada 2007.

Prihati Pujowaskito mendalami manajemen di bidang rumah sakit dan berhasil mendapatkan gelar magister manajemen rumah sakit pada 2015. Tak berhenti di situ, gelar Doktor di bidang hukum kesehatan diraihnya pada 2021.

 Karier kedokteran militer Prihati Pujowaskito dimulai dengan menjadi dokter komando pasukan khusus dari 1990 sampai 2000.

Kemudian ia pernah bekerja di Pusat Kesehatan Angkatan Darat di RS TNI AD Dustira Cimahi. Pada periode 2018 - 2021 ia ditunjuk menjadi Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Ia juga aktif membagikan ilmu yang dimiliki dengan menjadi dosen di Fakultas Kedokteran Unjani Cimahi Jawa Barat. Lalu, ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia periode 2023-2025.

Prihati Pujowaskito juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Kedokteran Militer (Perdokmil).