Hobi Pelihara Burung Bisa Berdampak Serius, Waspadai Penyakit Paru-Paru Ini

Hobi pelihara burung memang menyenangkan, tapi paparan kotoran dan bulu burung bisa memicu penyakit paru. Ini penjelasannya.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hobi pelihara burung bisa menimbulkan dampak negatif salah satunya terkait masalah kesehatan paru. Penyakit paru-paru yang paling umum dan signifikan yang disebabkan penularan dari burung adalah pneumonitis hipersensitivitas. Terutama masalah pernapasan yang disebut 'paru-paru penggemar burung' atau bird fancier's lung.

"Kondisi ini terjadi ketika Anda menghirup debu organik dari kotoran burung, bulu, atau bahan unggas lainnya, yang memicu reaksi alergi di paru-paru," mengutip laman The Institute for Environmental Research and Education (IERE) pada Minggu, 1 Februari 2026.

Bagi para penggemar burung, kegembiraan berteman dengan teman-teman berbulu tidak dapat disangkal. Namun, paparan yang berkepanjangan terhadap burung dan lingkungannya, sayangnya, dapat menyebabkan penyakit pernapasan.

Bird fancier’s lung adalah salah satu tipe dari pneumonitis hipersensitivitas (HP). Merupakan penyakit paru-paru inflamasi yang disebabkan oleh menghirup debu organik. Dalam kasus ini, debu berasal dari:

  • Kotoran burung: Kotoran kering merupakan sumber alergen utama
  • Bulu: Debu dan serpihan bulu dapat menjadi pemicu yang kuat
  • Bulu halus: Bulu halus dapat dengan mudah terbawa udara
  • Sangkar dan alas kandang yang terkontaminasi: Jamur dan bakteri yang tumbuh di lingkungan ini juga dapat berkontribusi.

Sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap partikel yang terhirup ini, menyebabkan peradangan pada alveoli (kantong udara kecil) paru-paru. Peradangan ini dapat menyebabkan jaringan parut dan penurunan fungsi paru-paru seiring waktu.

Gejala Bird Fancier’s Lung

Gejala bird fancier’s lung dapat bervariasi tergantung pada durasi dan intensitas paparan. Secara umum ada tiga tingkat keparahan, yakni:

Akut

Gejala berkembang dalam beberapa jam setelah paparan dan meliputi:

  • Batuk (seringkali kering)
  • Sesak napas
  • Demam
  • Menggigil
  • Nyeri otot.

Subakut

Gejala berkembang lebih bertahap selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan meliputi:

  • Sesak napas progresif
  • Batuk terus-menerus
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan.

Kronis

Paparan jangka panjang menyebabkan kerusakan paru-paru permanen. Gejalanya meliputi:

  • Sesak napas parah
  • Batuk kronis
  • Fibrosis paru (pembentukan jaringan parut pada paru-paru)
  • Clubbing jari (pelebaran dan pembulatan ujung jari).

Diagnosis dan Pengobatan Bird Fancier’s Lung

Mendiagnosis bird fancier’s lung bisa jadi sulit. Dokter biasanya menggunakan kombinasi metode:

  • Riwayat medis: Detail tentang paparan burung sangat penting
  • Pemeriksaan fisik: Mendengarkan suara paru-paru untuk bunyi krepitasi atau mengi
  • Tes fungsi paru: Untuk menilai kapasitas paru dan aliran udara
  • Rontgen dada atau CT scan: Untuk memvisualisasikan peradangan dan jaringan parut pada paru-paru
  • Bronchoalveolar lavage (BAL): Prosedur untuk mengumpulkan sel dari paru-paru untuk dianalisis
  • Tes antibodi IgE spesifik: Tes darah untuk memeriksa antibodi terhadap antigen burung.

Pengobatan utama untuk penyakit paru-paru pencinta burung adalah menghindari paparan. Ini berarti:

  • Mengeluarkan burung dari rumah: Ini seringkali merupakan solusi yang paling efektif
  • Meningkatkan ventilasi: Menggunakan pembersih udara dan memastikan aliran udara yang baik
  • Memakai masker: Masker HEPA (High-Efficiency Particulate Air) saat membersihkan kandang
  • Obat-obatan: Kortikosteroid (seperti prednison) untuk mengurangi peradangan dan imunosupresan dalam kasus yang parah.

Pencegahan adalah Kunci

Mencegah penyakit paru-paru akibat paparan burung jauh lebih mudah daripada mengobatinya. Berikut cara meminimalkan risiko:

  • Jaga kebersihan lingkungan: Bersihkan kandang burung secara teratur, ganti alas kandang sesering mungkin
  • Gunakan ventilasi yang tepat: Pastikan aliran udara yang baik di ruang hidup burung
  • Kenakan masker: Lindungi diri dengan masker HEPA saat membersihkan atau menangani burung
  • Pertimbangkan pembersih udara: Gunakan pembersih udara dengan filter HEPA untuk menghilangkan partikel di udara
  • Lakukan pemeriksaan medis secara teratur: Jika khawatir tentang gejala pernapasan, konsultasikan dengan dokter.