Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah yang sudah terbuka atau digigit kelelawar. Lantaran virus Nipah dapat berpindah ke manusia melalui air liur kelelawar yang menempel pada buah.Â
"Nah, penyakit ini penularannya lewat buah yang sudah dimakan oleh kelalawar, digigit kelelawar, karena ludahnya kan masuk ke sana," kata Budi saat berada di RS Kardiologi Emirates-Indonesia Solo, Jawa Tengah pada Kamis, 29 Januari 2026.Â
Maka, ia mengingatkan kepada masyarakat Indonesia yang pergi ke wilayah berisiko seperti India untuk memilih makan buah yang utuh. "Kalau bisa, jangan makan buah yang terbuka. Kalau bisa ya makan jeruk, jeruknya tertutup, dikupas sendiri, jadi kita bisa lihat," kata Budi.
Advertisement
Virus Nipah Belum Terdeteksi di Indonesia
Di kesempatan itu Budi juga mengatakan bahwa belum terdeteksi kasus infeksi virus Nipah di Indonesia. Namun, skrining sudah disiapkan termasuk menyiap reagen PCR untuk virus Nipah.Â
"Kita sidah siapkan reagen-reagennya. Jadi kalau ada yang dicurigai, batuk enggak sembuh-sembuh kan ini (virus Nipah) juga batuk, kita screening. Jadi tahu itu batuknya apa, karena virus influenza, virus COVID atau virus Nipah," tutur Budi.
Saat ini reagen untuk pemeriksaan tes Nipah berada di Kementerian Kesehatan yang bakal didistribusikan di laboratorium milik Kemenkes di seluruh Indonesia.Â
"Jadi kalau ada yang dicurigai, kita bisa langsung distribusikan ke lab daerah," tuturnya.Â
Angka Kematian Tinggi
Budi mengatakan hingga saat ini kasus manusia terinfeksi virus Nipah masih sedikit. Dari data dari 1998 hingga saat ini sekitar 800 kasus virus Nipah yang terdata.
Meski begitu, Budi mengingatkan bahwa angka kematian bila terinfeksi virus Nipah tinggi. "Memang catatannya fatality rate tinggi. Kalau orang kena, ini kemungkinan meninggalnya tinggi," kata Budi.
Di kesempatan berbeda, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof Dr dr Dominicus Husada SpA Subsp IPT mengatakan kasus kematian infeksi virus Nipah 40-75 persen. Ditambah lagi belum ada antivirus maupun pengobatan khusus untuk mengatasi penyakit ini.
"Virus Nipah ditakuti karena angka kematian tinggi 40-75 persen. Bandingkan dengan COVID-19 yang sekitar 1 persen angka kematiannya," tutur Domi dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Â
Advertisement
Apa Itu Virus Nipah?
Jauh sebelum kasus di India ini, virus Nipah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada sebuah peternakan babi di Sungai Nipah. Pada tahun 1998-1999 kasus virus Nipah di Negeri Jiran berdampak hingga Singapura. Dari wabah tersebut, dilaporkan 276 kasus konfirmasi dengan 106 kematian seperti mengutip laman Infeksi Emerging Kemenkes RI.
Penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah yang termasuk ke dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan, baik hewan liar atau domestik, dengan kelelawar buah yang termasuk ke dalam famili Pteropodidae sebagai host alamiahnya.
Waktu timbul gejala umumnya 4-14 hari setelah terpapar virus Nipah. Akan tetapi, pernah dilaporkan kasus dengan masa inkubasi hingga 45 hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488544/original/050048900_1769756140-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_12.09.48_PM.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185248/original/087119600_1744370189-medium-shot-sick-woman-with-fever_23-2149247989.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3030536/original/025901800_1579772464-048838900_1568532795-Bendera_Bangladesh__Pixabay_.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 5 Hal tentang Kematian Pertama Pasien Virus Nipah di 2026](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/J9kzY3Fqja9v9oHGu9_BZwo22Ak=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5355880/original/064059000_1758366884-WhatsApp_Image_2025-09-20_at_10.28.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5079611/original/075660400_1736152693-1735888251296_ciri-ciri-flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4993874/original/056837800_1730895197-fotor-ai-2024110619038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334428/original/084075100_1756715756-asian-researcher-in-laboratory-from-back.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493534/original/049743600_1770258315-Gemini_Generated_Image_8yw0xi8yw0xi8yw0.png)