Liputan6.com, Jakarta - Kasus bullying PPDS Unsri kembali mengguncang dunia pendidikan kedokteran di Indonesia. Dugaan perundungan dan pemerasan yang terjadi di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, disebut membuat seorang residen junior mengundurkan diri hingga melakukan percobaan bunuh diri.
Isu ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Dia, mengatakan, kasus serupa bukan kali pertama terjadi di lingkungan PPDS, sehingga diperlukan langkah tegas untuk mencegah kejadian berulang.
"Ini terjadi bukan yang pertama kalinya. Yang kemarin di Undip juga seperti itu. Dan, kita sudah sama Kementerian Dikti sudah keras bilang bahwa ini jangan terjadi. Terjadi lagi kan ini yang di Palembang," kata Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Depok, Jawa Barat pada Rabu, 14 Januari 2026.
Advertisement
Sebagai bentuk respons, Kemenkes RI memutuskan menghentikan sementara program studi terkait. Langkah ini diambil karena praktik perundungan dinilai sudah bersifat sistemik.
"Karena ini sudah sistemik terjadi, kita hentiin dulu prodinya. Kita minta diperbaiki agar ini tidak terjadi lagi," ujar Budi.
Menkes Budi menegaskan bahwa komitmen dari fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan menjadi kunci utama untuk menghapus budaya bullying di lingkungan PPDS. Menurutnya, praktik senioritas yang menyimpang tak boleh lagi ditoleransi.
"Harus ada komitmen dari fakultas kedokterannya dan rumah sakitnya untuk memastikan praktik-praktik ini enggak terjadi,"Â tambahnya.
Sanksi bagi Terduga Pelaku
Lantas apakah terduga pelaku dapat dijerat hukum? "Kalau yang di Undip itu kan sampai meninggal, jadi dipidana. Kalau yang ini kita sampai sanksi administratif," ucap Budi.
Sebelumnya, viral aksi perundungan dan pemerasan terjadi di lingkungan PPDS Unsri oleh seniornya. Korban bahkan sampai mundur dan melakukan percobaan bunuh diri.
Kasus itu terungkap dari unggahan akun Instagram @medicstory.id. Akun itu dengan lantang menceritakan informasi dari seorang residen junior yang tak tahan dengan perlakuan dari seniornya.
Advertisement
Bentuk Perundungan yang Dilakukan Senior
Perundungan dialami korban berupa pemaksaan untuk membiayai hidup mewah pribadi seniornya, mulai dari uang semesteran, clubbing dan party, alat olahraga, sewa padel, sepeda dan club bola senior, membeli skincare, hingga harus menanggung makan dan minum senior.
Tidak hanya itu, peserta PPDS juga harus membelikan tiket pesawat dan tiket konser untuk senior, biaya sewa rumah dan indekos, biaya penelitian ilmiah dan seminar senior, antar jemput anak senior, membelikan alat kesehatan, dan harus memenuhi kebutuhan mewah lainnya.
"Dilakukan secara rapi, sembunyi-sembunyi, dan disertai dengan intimidasi dan ancaman, jika tidak menuruti maka junior akan dirundung, dikucilkan dan dipersulit selama masa pendidikannya oleh para oknum senior PPDS Unsri," tulis @medicstory.id seperti dilihat merdeka.com pada Rabu, 14 Januari 2026.
Akun itu menilai, pihak kampus dan tenaga pendidik atau dokter terkesan menutupi bahkan melakukan pembiaran terhadap fenomena itu. Tak tahan dengan perlakuan itu, junior PPDS sampai mengundurkan diri dan melakukan percobaan bunuh diri.
Dalam tulisan itu, pengirim pesan memiliki bukti kuat pemerasan dan perundungan. Hal ini menandakan informasi tersebut bukan fitnah melainkan benar adanya.
"Berupa rekening koran korban pemerasan, rekaman telepon dan chat pemerasan oleh senior," tulisnya.
Tindakan Unsri
Para korban berharap kasus ini menjadi perhatian karena sangat meresahkan dan mengancam nyawa calon dokter spesialis. Dalam pesan itu disebut PPDS Unsri memiliki database mahasiswa yang mengundurkan diri akibat kasus tersebut.
"Setelah pesan ini tersebar, para junior akan dituduh dan diintimidasi, tapi kami tidak akan tinggal diam," tulisnya.
Kepala Humas Unsri Nurly Meilinda menyebut pihaknya telah mengambil langkah-langkah berupa membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Satgas ini membantu dan berkoordinasi dalam proses investigasi.
"Kami juga telah melakukan tahap klarifikasi dengan meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk senior dan sejawat yang berada dalam lingkup akademik yang sama," kata dia.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5472775/original/047508900_1768375632-budi_perundungan.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8517974/original/022232100_1782444133-kecap.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8465383/original/050312900_1782366651-Menteri_Kesehatan_Budi_Gunadi_Sadikin__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314560/original/008283300_1755091693-1000013598.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479339/original/009842300_1768974917-Menteri_Kesehatan_Republik_Indonesia__Budi_Gunadi_Sadikin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8401089/original/081975000_1782282916-1000795322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8395787/original/052169900_1782276692-Budi_Gunadi_Sadikin__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8395135/original/024630100_1782275861-Menteri_Kesehatan_Budi_Gunadi_Sadikin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256877/original/039098200_1781173307-Screenshot_2026-06-11_172051.jpg)