Penanganan Kanker Hati Lewat Teknologi Microwave Ablation, Terapi Minimal Invasif dengan Pemulihan Lebih Cepat

Makin canggih, penanganan kanker hati bisa dilakukan tanpa pembedahan yakni lewat microwave ablation.

Diterbitkan 14 Desember 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dulu penanganan kanker hati dilakukan dengan pembedahan, bahkan pada stadium awal memerlukan pembedahan. Namun, kini di era teknologi yang makin canggih penanganan kanker hati bisa secara minimal invasif.

Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi Profesor Rino Alvani Gani mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada teknologi microwave ablation, sebuah teknik ablasi modern untuk membunuh sel ganas pada organ hati. Dengan teknik ini, sel-sel kanker hati dihancurkan dengan menggunakan energi gelombang mikro.

Microvawe ablation dilakukan dengan memasukkan jarum yang mengantarkan gelombang elektromagnetik langsung ke lokasi tumor dengan bantuan teknologi USG.

"Penanganan keganasan dengan teknik ablasi modern memungkinkan terapi yang lebih terarah, aman dan efektif," kata Rino di sela-sela RS Pondok Indah Clinical Excellence Forum 2025 di Jakarta, Minggu, 14 Desember 2025.

Guru Besar FKUI ini mengungkapkan bahwa metode ablasi modern ini diperuntukan pada kanker hati dengan kriteria tertentu. Termasuk bisa digunakan untuk melakukan terapi pada kanker hati stadium awal.

"Tentu ada batasnya, untuk kanker hati dengan ukuran kurang dari 5 cm," tutur Rino kepada awak wartawan.

Lewat teknologi tersebut, maka kualitas hidup pasien bisa lebih baik karena mengalami trauma yang lebih minim dan masa pemulihan yang lebih cepat. Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan dengan pasien yang menjalani operasi untuk mengangkat sel kanker.

"Jika mesti dioperasi itu kan memberikan banyak trauma, seperti trauma jaringan, trauma terhadap sistem tubuh pasien, kemudian pemulihannya juga menjadi lebih lama. Sementara pada ablasi modern, bukan hanya besarnya sayat tap juga terhadap ketahanan hidup pasien, quality life dari pasien," katanya.

 

Durasi Pengerjaan Minimal Ablation

Rino mengungkapkan tindakan ablasi modern cukup cepat yakni sekitar lima menit. Namun, yang butuh waktu lebih lama ada presisi.

"Ablasinya sebentar, barangkali hanya 5-7 menit. Yang lama itu presisinya, itu yang sulit. Kadang sulit, kadang enggak. Ini tergantung kondisinya ya," jelas Rino.

Rino mengatakan pada kanker hati dengan ukuran 1 cm untuk menentukan presisi dalam menentukan ablasi bisa satu jam. Sementara itu, pada kanker berukuran 3 cm, itu jauh lebih mudah untuk presisi karena ukurannya lebih besar.

"Namun, sekali lagi, itu bisa dilakukan, sangat bermanfaat untuk pasien. Dengan dihilangkan kankernya maka kemungkinan terjadi metastasis jauh lebih kecil," tutur Rino.

Dalam RS Pondok Indah Clinical Excellence Forum 2025, Rino juga melakukan live demo dari ruang bedah RSPI - Pondok menggunakan teknologi microwave ablation. Para tenaga medis yang ikut dalam forum ilmiah bisa melihat secara langsung prosedur tersebut. 

Perbarui Wawasan Tenaga Medis di Indonesia.

Forum RS Pondok Indah Clinical Excellence Forum digelar sebagai sarana pembaruan ilmiah dan kolaborasi lintas disiplin. Chief Executive Officer RS Pondok Indah Group, dokter Yanwar Hadiyanto, MARS mengungkapkan lewat ajang ini wawasan dan keterampilan para tenaga medis diperbarui dengan teknologi terbaru.

“Penyakit saluran cerna dan hati berkembang cepat dalam aspek diagnosis maupun terapi, sehingga adaptasi dan pembaruan kompetensi menjadi kebutuhan yang mendesak bagi praktisi medis. Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, kami ingin memfasilitasi para tenaga medis Indonesia untuk dapat memperbarui wawasan dan keterampilannya seiring dengan kemajuan ilmu terkini,” jelas Yanwar.

Selain itu, forum ilmiah ini juga diharapkan bisa memberikan gambaran pada masyarakat Indonesia bahwa kualitas tenaga medis Indonesia serta teknologi yang digunakan tak kalah dari luar negeri.