Menguasai Banyak Bahasa seperti Fiki Naki, Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Otak

Kemampuan Fiki Naki menguasai banyak bahasa menunjukkan bagaimana latihan bahasa dapat menguatkan fungsi otak dan memberi berbagai manfaat kognitif.

Diterbitkan 24 November 2025, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Muhammad Fiqih Ayatullah atau Fiki Naki dikenal sebagai YouTuber muda yang menguasai banyak bahasa dan sering membuat kagum orang asing yang ditemuinya, termasuk para gadis luar negeri. Namanya semakin populer setelah konten-kontennya viral di media sosial. Kini, ia memiliki 3 juta followers di Instagram dan 6,5 juta subscribers di YouTube.

Perjalanannya bermula dari kebiasaannya berinteraksi dengan orang asing melalui aplikasi OmeTV. Dari situ, Fiki mulai tertarik mempelajari bahasa asing dan menekuninya secara otodidak. Berkat latihan yang konsisten, kini ia mampu berbicara dalam lima bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Rusia, Spanyol, dan Romania.

Kemampuan bahasanya yang menarik perhatian ini sejalan dengan berbagai penjelasan tentang bagaimana belajar bahasa dapat membawa banyak manfaat bagi otak.

Melansir dari laman The British School of Barcelona pada Senin, 24 November 2025, belajar bahasa tidak hanya tentang menghafal kosakata atau memahami tata bahasa. Proses ini membuat berbagai area otak aktif dan semakin kuat. 

Ketika mempelajari bahasa baru, bagian otak yang berperan mengatur produksi dan pemahaman bahasa, seperti area Broca dan Wernicke, menjadi lebih aktif. Aktivitas yang terus terjadi selama latihan bahasa membuat bagian-bagian tersebut semakin efisien dalam memproses informasi.

Selain itu, otak perlu mengenali suara yang belum familiar, memahami pola kalimat baru, dan mengikuti cara komunikasi yang berbeda. Hal ini membuat otak lebih mudah beradaptasi dan menjadi lebih luwes dalam menghadapi berbagai jenis informasi.

Manfaat Menguasai Banyak Bahasa Bagi Kesehatan Otak

Kemampuan seperti yang dimiliki Fiki menunjukkan manfaat yang bisa dirasakan otak ketika seseorang aktif menggunakan beberapa bahasa dalam kesehariannya.

1. Meningkatkan Fungsi Kognitif

Belajar bahasa melatih otak untuk fokus, mengingat, dan berpikir secara teratur. Menghafal kosakata dan memahami struktur bahasa membuat otak terbiasa bekerja lebih intens. Aktivitas ini membantu meningkatkan kemampuan otak dalam memproses informasi lain di luar konteks bahasa.

2. Memperlambat Penuaan Otak

Penelitian menunjukkan, menggunakan dua atau lebih bahasa menjaga otak tetap aktif. Aktivitas mental yang terus berlangsung ini dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia dan dapat memperlambat munculnya gejala penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan demensia.

3. Meningkatkan Kemampuan Multitasking

Berpindah dari satu bahasa ke bahasa lain membuat otak terbiasa mengatur beberapa proses sekaligus. Otak harus menahan satu bahasa sambil mengaktifkan bahasa lain, dan hal ini melatih kemampuan multitasking secara alami.

4. Membantu Proses Pengambilan Keputusan

Setiap bahasa membawa cara pandang yang berbeda. Ketika seseorang memahami lebih dari satu bahasa, ia dapat melihat suatu situasi dari berbagai sisi. Kondisi ini membantu membuat penilaian lebih lengkap sehingga keputusan menjadi lebih tenang dan tidak terburu-buru.

5. Mendorong Kreativitas

Melihat berbagai cara berpikir dan pola bahasa membuat otak lebih terbuka pada ide baru. Hal ini mendorong munculnya cara pandang berbeda dan membantu menemukan solusi yang lebih beragam dan kreatif.