Liputan6.com, Jakarta Kaki diabetes (diabetic foot) adalah istilah umum yang merujuk pada segala kelainan atau gangguan yang terjadi pada kaki akibat komplikasi diabetes yang tidak terkontrol.
Dokter spesialis penyakit dalam Jimmy Tandradynata, dari Eka Hospital BSD menjelaskan bahwa kondisi ini mencakup infeksi, luka terbuka (ulkus), kerusakan jaringan, hingga perubahan bentuk kaki.
Kondisi ini umumnya dipicu oleh dua masalah utama yang disebabkan oleh diabetes, yakni:
Advertisement
Neuropati Perifer
Neuropati perifer atau kerusakan saraf membuat pengidapnya kehilangan sensasi nyeri, panas, atau dingin pada kaki. Akibatnya, luka, lecet, atau benda asing yang menusuk tidak terasa.
Penyakit Vaskular Perifer
Penyakit vaskular perifer atau kerusakan pembuluh darah membuat aliran darah ke kaki berkurang. Sehingga, oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka tidak tercukupi.
Sedangkan, penyebab utama luka pada kaki diabetes (ulkus diabetik) seringkali bermula dari hal-hal yang sangat sepele, tapi menjadi parah karena komplikasi. Beberapa penyebab utamanya meliputi:
- Cedera tak terasa: Luka kecil karena menginjak benda tajam, lecet akibat sepatu yang terlalu sempit, atau kapalan yang dibiarkan tanpa penanganan.
- Sirkulasi buruk: Rendahnya suplai darah akibat kerusakan pembuluh darah membuat luka sulit sembuh, memicu kematian jaringan (nekrosis), dan rentan terhadap infeksi.
- Menurunnya imun: Gula darah tinggi mengganggu fungsi sel darah putih, melemahkan kemampuan tubuh melawan bakteri, sehingga infeksi mudah menyebar dan menjadi fatal.
Cara Tangani Luka Kaki Diabetes
Penanganan luka kaki diabetes harus dilakukan secara, rutin, disiplin dan intensif, seringkali melibatkan tim dokter spesialis.
“Perawatan bertujuan untuk menghilangkan infeksi, mempercepat penyembuhan, dan menghindari amputasi,” kata Jimmy dalam keterangan resmi dikutip pada Jumat (7/11/2025).
Beberapa cara tangani luka diabetes yang dapat dilakukan adalah:
- Menjaga kadar gula darah: Luka tidak akan sembuh jika kadar gula darah tetap tinggi. Konsumsi obat, diet (pola makan), dan gaya hidup harus dikelola ketat.
- Perawatan luka harian: Bersihkan luka setiap hari dengan cairan steril (misalnya NaCl 0,9 persen) dan tutup dengan pembalut luka modern (dressing) yang menjaga kelembapan optimal. Hindari merendam luka.
- Menghilangkan jaringan mati (debridement): Dokter akan membersihkan jaringan yang terinfeksi dan mati untuk memicu pertumbuhan jaringan baru.
- Mengurangi tekanan (offloading): Pasien harus menghindari tekanan pada area luka. Hal ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu, sepatu khusus diabetes, atau kruk, hingga luka sembuh total.
- Mengatasi infeksi: Jika ada tanda infeksi, dokter akan memberikan antibiotik (oral atau intravena), seringkali setelah melakukan kultur bakteri pada luka.
Advertisement
Cara Cegah Luka Kaki Diabetes Kambuh
Pencegahan adalah kunci utama bagi pasien dengan kaki diabetes, beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah:
- Periksa kaki setiap hari: Gunakan cermin untuk memeriksa seluruh bagian kaki dan sela jari, cari adanya lecet, luka, kemerahan, atau bengkak.
- Jaga kebersihan kaki: Cuci kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun lembut, lalu keringkan secara menyeluruh, terutama di sela-sela jari.
- Gunakan alas kaki yang tepat: Selalu gunakan sepatu yang nyaman, tertutup, dan memiliki bantalan yang baik (sebaiknya sepatu khusus diabetes). Jangan pernah bertelanjang kaki, bahkan di dalam rumah.
- Potong kuku dengan hati-hati: Potong kuku lurus dan jangan terlalu pendek untuk menghindari kuku tumbuh ke dalam.
- Kendalikan gula darah: Disiplin dalam diet, olahraga, dan pengobatan yang diresepkan oleh dokter untuk menjaga kadar gula darah dalam batas normal.
Kapan Harus ke Dokter?
Jimmy menyarankan, segera kunjungi dokter jika pasien diabetes menemukan salah satu kondisi berikut pada kaki:
- Luka atau lecet yang tidak kunjung membaik dalam waktu 24–48 jam.
- Munculnya tanda infeksi: demam, bengkak, kemerahan yang meluas, nyeri hebat, atau keluarnya nanah/cairan berbau dari luka.
- Kaki terasa dingin, pucat, atau mulai menghitam (gangrene).
Perawatan diabetes yang tepat dan pencegahan komplikasi seperti kaki diabetes membutuhkan bimbingan ahli. Dokter spesialis penyakit dalam adalah konsultan yang tepat untuk membantu.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405599/original/095260800_1762489265-kaki_diabetes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287292/original/040577200_1783207898-000_B9AE3Q6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088769/original/054146300_1736499225-000_36T66N4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298432/original/055199800_1784170649-ka2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298238/original/090944000_1784161387-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297075/original/063178900_1784075232-barton.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300760/original/045825200_1784376937-WhatsApp_Image_2026-07-18_at_2.46.04_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9280563/original/023003600_1783176378-1000463244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300006/original/015885500_1784283359-000_C2DB2ZQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288377/original/037473300_1783315734-Prof._dr._Dante_Saksono_Harbuwono__Sp.PD-KEMD__Ph.D.__Ketua_Himpunan_Studi_Obesitas_Indonesia__HISOBI___3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288493/original/024813600_1783322938-Ketua_Umum_Perkumpulan_Endokrinologi_Indonesia__PERKENI___Prof._Dr._dr._Em_Yunir__SpPD-KEMD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288433/original/030467000_1783320482-Ketua_Umum_Perkumpulan_Endokrinologi_Indonesia__PERKENI___Prof._Dr._dr._Em_Yunir__SpPD-KEMD___1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7819898/original/018958300_1780638389-WhatsApp_Image_2026-06-05_at_11.47.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316397/original/020807400_1755234533-chang-duong-nDi4YTMKP-g-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287182/original/043176500_1783183770-Taruna_Ikrar_Kepala_BPOM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287181/original/025176300_1783183769-Kepala_BPOM_RI_Taruna_Ikrar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4530706/original/009647400_1691500098-diana-polekhina-k8lvbvqCc6w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420123/original/084579900_1763722576-Em_Yunir.jpeg)