Liputan6.com, Jakarta - Tuberkulosis (TBC) selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Namun, ternyata TBC juga bisa menyerang organ lain, termasuk mata.
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh TBC adalah uveitis, yaitu peradangan pada uvea, lapisan bagian tengah dalam mata yang meliputi iris, badan siliaris, hingga koroid.
"Jangan mengira TBC hanya menyerang paru-paru. Faktanya, TBC bisa menimbulkan lesi di retina yang berujung pada uveitis," kata Dokter Sub Spesialis Ocular Infection and Immunology JEC Eye Hospitals and Clinics, Eka Octaviani Budiningtyas atau Vani.
Advertisement
Vani, menyebut, banyak pasien dengan TBC tidak terdiagnosis karena tidak menunjukkan gejala batuk maupun penurunan berat badan. Ternyata, infeksi tersebut mengenai mata pasien dan menyebabkan penyakit uveitis.
Penyakit uveitis sendiri disebabkan oleh berbagai hal, termasuk infeksi virus atau bakteri, yang salah satunya adalah bakteri tuberkulosis. Jika terus dibiarkan, penyakit uveitis bisa menyebabkan komplikasi, yang terparah adalah kebutaan.
Sayangnya, gejala awal penyakit tersebut sering disamakan dengan iritasi ringan, sehingga banyak pasien yang datang dalam kondisi yang telah parah.
1. Mata Merah
Ketika mata mengalami peradangan, beberapa tanda bisa muncul di mata. Vani, mengatakan, salah satu tanda yang paling sering disadari munculnya adalah mata merah.
Lebih lanjut, Vani menjelaskan bahwa mata merah sendiri hanya sebuah sinyal bahwa telah terjadi peradangan di mata. Untuk mengetahui letak peradangannya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Ketika peradangan mengenai retina, ini yang menyebabkan hilangnya penglihatan, karena jika peradangan parah, pendarahan bisa terjadi, lebih parah bisa menyebabkan retina lepas.
"Jadi, kalau matanya merah kita jangan sok tahu nih. Oh, mata saya merah nih karena kelilipan misalnya. Tentu bisa saja dia uveitis," ujarnya.
2. Sensitif Cahaya atau Fotofobia
Selain mata merah, uveitis juga sering ditandai dengan sensitivitas terhadap cahaya atau yang disebut juga dengan fotofobia. Fotofobia adalah suatu kondisi di mana terjadi nyeri yang hebat di bagian mata ketika terkena cahaya.
"Yang paling khas lagi adalah fotofobia atau light sensitivity. Jadi, kalau lihat cahaya, sakit banget," ujar Vani.
3. Floaters
Gejala lain yang muncul akibat penyakit uveitis adalah munculnya bayangan hitam kecil yang bergerak di lapang pandang, yang dikenal sebagai floaters. Umumnya berlangsung secara berulang.
"Di uveitis juga bisa ada floaters. Jadi kita lihat bayangan hitam terbang-terbang gitu ke sana kemari, nah itu biasanya di dalamnya bisa terjadi ada peradangan," kata Vani.
4. Penglihatan Buram
Selain itu, ada pula kasus uveitis tanpa mata merah. Yang terjadi adalah pandangan seketika menjadi kabur.
"Kalau misalnya uveitis itu tidak selalu merah. Kadang-kadang pasien datang dengan penglihatan buram, tapi tidak ada merahnya," kata Vani.
Advertisement
Pentingnya Deteksi Dini
Deteksi dini menjadi kunci utama mencegah kebutaan akibat uveitis. Pemeriksaan mata tidak cukup dilakukan dengan pengamatan kasat mata, melainkan membutuhkan alat diagnostik khusus seperti foto retina, OCT, dan tes laboratorium.
"Kalau pasien datang dengan keluhan mata merah atau penglihatan kabur, jangan ditunda. Uveitis harus dipastikan penyebabnya sejak awal," ujar dr. Vani.
Di kesempatan yang sama, Direktur RS Mata JEC @ Menteng, Referano Agustiawan, mengingatkan, masih banyak orang yang mencoba pengobatan alternatif alih-alih memeriksakan langsung ke ahlinya. Padahal, banyak pengobatan alternatif justru malah membahayakan.
"Pernah pasien saya merah, ditetesin pakai air ASI lah, pakai madu ya, darah ayam, sama kencingnya bapaknya. Pernah sampai kayak gitu, sampai dia buta gara-gara itu, karena ternyata bapaknya sifilis," ujar Referano.
Pengobatan Uveitis
Setelah didiagnosis dengan tepat, diketahui letak peradangan serta penyebabnya, pengobatan bisa dilakukan. Referano, menyebut, penanganan kasus ini disesuaikan dengan penyebab penyakitnya. Prosedur pengobatan yang bisa dilakukan yaitu prosedur non-bedah maupun prosedur bedah.
"Non-bedah sendiri bisa hanya dengan obat-obatan tetes, obat-obatan minum, kemudian infus sampai dengan operasi. Operasi bisa dilakukan dengan tindakan vitrektomi untuk membersihkan radang atau mengatasi komplikasi yang bisa terjadi akibat uveitis," kata Referano.
Pasien disarankan untuk tidak menunda mencari pertolongan begitu mengalami gejala uveitis. Referano mengingatkan untuk berhati-hati menggunakan obat-obatan alternatif yang malah bisa memperparah kondisi.
"Jadi, pengobatan alternatif sering kali membutuhkan biaya yang lebih besar daripada pengobatan di dokter. Itu tantangan paling besar," ujarnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3882770/original/ACg8ocLbv7jla1PF_pi9eZ1BFXtQePWMmKXxkFDYi_MhcbTaTwECPA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5352788/original/023713500_1758114548-jeec_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)