Liputan6.com, Jakarta Mendengkur, atau yang akrab disebut ngorok, adalah suara kasar yang muncul saat tidur akibat terhalang atau menyempitnya saluran pernapasan. Kondisi ini terjadi karena getaran jaringan pada saluran udara bagian atas, seperti langit-langit lunak, uvula, dan tenggorokan, ketika udara melewatinya. Meskipun umum terjadi, mendengkur yang kronis dan keras bisa menjadi indikasi gangguan kesehatan yang lebih serius, termasuk sleep apnea.
Mengutip dari Alodokter.com, Rabu (6/8/2025) mendengkur adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan suara kasar saat tidur yang merupakan dampak dari terhalang atau menyempitnya saluran pernapasan. Penyempitan saluran napas tersebut bahkan bisa disebabkan oleh kondisi medis yang serius.
Mendengkur keras tidak hanya mengganggu kualitas tidur orang di sekitar, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Memahami akar penyebab dengkuran adalah langkah pertama untuk menemukan solusi yang tepat dan menjaga kesehatan secara menyeluruh. Simak informasi berikut ini:
Advertisement
Penyebab Medis Seseorang Bisa Mendengkur Keras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2129518/original/040535500_1525154756-iStock-177251397.jpg)
Mendengkur keras terjadi ketika aliran udara mengalami turbulensi dan penyempitan jalan napas melalui saluran yang longgar. Semakin sempit saluran napas, semakin kuat aliran udara, dan semakin keras suara dengkuran yang dihasilkan. Mengutip dari Yale Medicine, terdapat beberapa penyebab medis dan faktor risiko yang berkontribusi terhadap mendengkur keras meliputi:
Anatomi Mulut dan Tenggorokan
Saat tidur, otot-otot di langit-langit mulut (palatum molle), anak tekak (uvula), lidah, dan tenggorokan menjadi rileks. Relaksasi ini dapat menyebabkan jaringan tersebut menghalangi sebagian aliran udara, memicu getaran dan suara dengkuran.Â
Otot dan jaringan yang sedang rileks inilah yang menyebabkan terhalangnya aliran udara yang lewat, sehingga terjadilah getaran atau dengkur.
Selain itu, memiliki langit-langit mulut yang rendah atau tebal juga dapat mempersempit saluran napas. Jika uvula (jaringan yang menggantung di belakang mulut) memanjang, dapat menghalangi aliran udara dan meningkatkan getaran. Pembengkakan amandel atau kelenjar adenoid, serta pangkal lidah yang besar, juga bisa menghalangi saluran pernapasan.
Masalah Hidung dan Saluran Napas
Kondisi seperti pilek (rinitis), sinusitis, atau alergi dapat menyebabkan hidung tersumbat, memaksa seseorang bernapas melalui mulut dan menghalangi jalan napas, sehingga memicu dengkuran. Alodokter.com menyebutkan hidung atau saluran napas tersumbat karena pilek atau sinusitis sebagai salah satu penyebab mendengkur.
Sekat lubang hidung yang bengkok (septum deviasi) atau kelainan bentuk tulang hidung juga dapat menghalangi aliran udara. Polip hidung, yang merupakan pertumbuhan jaringan non-kanker di dalam hidung, juga dapat menghalangi saluran pernapasan dan menyebabkan dengkuran keras.
Kondisi Medis Serius: Obstructive Sleep Apnea (OSA)
Mengutip dari Cleveland Clinic, Mendengkur keras, terutama yang disertai dengan henti napas sesaat, tersedak, atau terengah-engah saat tidur, adalah gejala utama dari Obstructive Sleep Apnea (OSA).Â
Pada OSA, jaringan di tenggorokan menghalangi sebagian atau seluruh aliran udara, menyebabkan pernapasan terhenti sementara selama beberapa detik dan penurunan kadar oksigen dalam darah. Akibatnya dengkuran menjadi sangat keras ketika saluran terbuka kembali Risiko kesehatan jangka panjang termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan diabetes
Houston Methodist juga menyebut mendengkur terkadang bisa menjadi gejala obstructive sleep apnea (OSA), suatu kondisi di mana pernapasan berhenti dan mulai berulang kali saat tidur. OSA merupakan kondisi serius yang dapat meningkatkan risiko hipertensi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, dan bahkan kematian mendadak.
Faktor Lain yang Berkontribusi
- Berat Badan Berlebih (Obesitas): Kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di sekitar leher dan tenggorokan, dapat menekan saluran napas dan mempersempitnya, sehingga menyebabkan dengkuran. Halodoc.com menggarisbawahi bahwa kegemukan atau obesitas menyebabkan banyak lemak tertimbun di sekitar tenggorokan yang membuat jalan napas menyempit.
- Konsumsi Alkohol dan Obat Penenang: Alkohol dan obat-obatan yang menyebabkan kantuk (sedatif) dapat merelaksasi otot-otot tenggorokan secara berlebihan, memperlambat pernapasan, dan meningkatkan risiko mendengkur.
- Posisi Tidur: Tidur telentang memungkinkan pangkal lidah dan langit-langit lunak jatuh ke belakang tenggorokan, menyempitkan saluran napas dan menghalangi aliran udara, yang seringkali membuat dengkuran lebih keras.
- Usia: Seiring bertambahnya usia, mendengkur menjadi lebih umum karena penurunan tonus otot, yang menyebabkan saluran napas menyempit, seperti yang dijelaskan oleh Cleveland Clinic.
- Kurang Tidur: Kurang tidur dapat menyebabkan otot tenggorokan menjadi lebih rileks, memperburuk dengkuran.
- Merokok: Merokok dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada dinding saluran napas, menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan aliran udara.
Advertisement
Cara Mengatasi Mendengkur Keras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3293681/original/070648500_1605093228-man-sleeping-bed_53876-23715.jpg)
Penanganan mendengkur disesuaikan dengan penyebabnya. National Heart, Lung, and Blood Institute memberikan beberapa pendekatan untuk mengatasi mendengkur keras yaitu:
Menurunkan Berat Badan dan Berhenti Merokok
Menurunkan berat badan sangat dianjurkan jika memiliki kelebihan lemak di area leher, karena dapat mempersempit saluran napas dan memicu dengkuran. Tidur menyamping, meninggikan posisi kepala sekitar 10 cm, serta menghindari konsumsi alkohol atau obat penenang sebelum tidur juga membantu menjaga aliran udara tetap lancar saat tidur.
Selain itu, penting juga untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan. Berhenti merokok bisa mengurangi iritasi dan peradangan di tenggorokan. Jika hidung tersumbat, penggunaan semprotan, dekongestan, atau strip hidung bisa membantu melancarkan pernapasan. Pastikan tubuh tetap terhidrasi, dan pertimbangkan latihan otot mulut serta tenggorokan (myofunctional therapy) untuk memperkuat otot-otot yang mendukung saluran napas agar tetap terbuka saat tidur.
Â
Alat Bantu Tidur
Beberapa alat bantu dapat digunakan untuk mengurangi dengkuran. Strip hidung atau dilator hidung yang ditempelkan di luar hidung atau dimasukkan ke dalam lubang hidung dapat membantu menjaga saluran hidung tetap terbuka. Cleveland Clinic menyebutkan bahwa strip hidung dapat membantu menjaga saluran hidung tetap terbuka.
Alat oral, yang menyerupai pelindung mulut atlet, membantu menjaga rahang atau lidah tetap pada posisi yang benar untuk membuka jalan napas. Terapi CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) adalah pengobatan lini pertama untuk OSA dan sangat efektif untuk mendengkur. Mesin CPAP memberikan tekanan udara melalui masker, menjaga saluran napap tetap terbuka.
Intervensi Medis dan Bedah
Jika perubahan gaya hidup dan alat bantu tidak efektif, atau jika mendengkur disebabkan oleh masalah struktural atau OSA yang parah, dokter mungkin merekomendasikan prosedur medis atau bedah. Obat antialergi dapat diresepkan jika mendengkur disebabkan oleh alergi.
Prosedur bedah seperti septoplasti (untuk septum deviasi), tonsilektomi atau adenoidektomi (pengangkatan amandel/adenoid), dan uvulopalatofaringoplasti (UPPP) dapat dilakukan untuk mengatasi masalah struktural. Terapi ablasi menggunakan energi frekuensi radio untuk mengecilkan jaringan berlebih, sementara implan palatal dapat membuat langit-langit lunak lebih kaku.
Cara Mencegah Mendengkur Keras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3927253/original/045577700_1644301612-shutterstock_398208937.jpg)
Pencegahan mendengkur melibatkan pengelolaan faktor-faktor risiko dan adopsi kebiasaan tidur yang sehat. Ketahui cara mencegahnya lewat cara ini:
- Mempertahankan berat badan ideal adalah kunci untuk mencegah penumpukan jaringan lemak di sekitar tenggorokan.Â
- Hindari alkohol dan sedatif sebelum tidur untuk mencegah relaksasi otot tenggorokan yang berlebihan.
- Biasakan tidur dengan posisi miring untuk menjaga saluran napas tetap terbuka. Tinggikan kepala saat tidur menggunakan bantal tambahan atau naikkan sedikit bagian kepala tempat tidur untuk membantu aliran udara.Â
- Berhenti merokok karena asap rokok dapat mengiritasi dan menyebabkan peradangan pada saluran napas.
- Atasi masalah hidung dan alergi dengan obat-obatan yang direkomendasikan dokter atau menggunakan nasal strip. Cukupi waktu tidur (7-9 jam untuk orang dewasa) untuk mencegah otot tenggorokan terlalu rileks akibat kelelahan.Â
- Olahraga teratur juga dapat membantu menjaga berat badan sehat dan meningkatkan fungsi paru-paru, yang semuanya berkontribusi pada pengurangan dengkuran.
- Penting untuk diingat, jika mendengkur sangat keras, sering terjadi, atau disertai gejala lain seperti henti napas, tersedak, atau kelelahan berlebihan di siang hari, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.Â
Sara Bakhtiar, dokter dari Houston Methodist menyatakan bahwa sebagian besar pasien dengan gejala mendengkur pada akhirnya memerlukan studi tidur untuk diagnosis. Dokter dapat melakukan evaluasi, termasuk studi tidur (polisomnografi), untuk mendiagnosis penyebab pasti dan merekomendasikan penanganan yang tepat.
Advertisement
People Also Ask
1.Apa penyebab utama seseorang mendengkur keras?
Jawaban: Penyebab utama mendengkur keras adalah terhalang atau menyempitnya saluran pernapasan akibat relaksasi jaringan lunak di tenggorokan, masalah anatomi, hidung tersumbat, obesitas, konsumsi alkohol, atau posisi tidur.
2. Apakah mendengkur keras selalu berbahaya?
Jawaban: Tidak selalu, namun mendengkur keras dan kronis bisa menjadi tanda Obstructive Sleep Apnea (OSA), kondisi serius yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Konsultasi dokter jika disertai henti napas atau kelelahan berlebihan.
3. Bagaimana cara mengatasi mendengkur keras secara alami?
Jawaban: Cara alami meliputi menurunkan berat badan, tidur menyamping, meninggikan kepala saat tidur, menghindari alkohol sebelum tidur, berhenti merokok, dan mengatasi hidung tersumbat.
4. Kapan seseorang harus berkonsultasi dengan dokter terkait mendengkur?
Jawaban: Segera konsultasi dokter jika mendengkur sangat keras, sering terjadi, atau disertai gejala seperti henti napas, tersedak, terengah-engah saat tidur, atau kelelahan berlebihan di siang hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885022/original/ACg8ocIrZvMVl-u2I-JBNMPhL9S2NJ0dYRjczRX5JQS5QFyq5vvmT_M%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4276864/original/036590200_1672361754-snoring.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891677/original/000043600_1721008752-10_AP24196756280349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/934935/original/034536700_1437647124-AP_173328494831.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264147/original/086220300_1782096373-063_2282523599.jpg)