Cuma Modal Rp2.000 Perak, Bekal Makan Siang Anak Bisa Sehat dan Bergizi

Enggak perlu mahal, bekal makan siang anak bisa sehat cuma dengan telur Rp2.000! Yuk, intip tips gizi seimbang dari dr. Nadhira yang super praktis.

Diterbitkan 16 Juli 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang tua mengira bahwa bekal makan siang yang sehat untuk anak harus mahal. Padahal, dengan modal Rp2.000 perak saja, anak sudah bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup, asal tahu pilihan makanannya.

Dokter Nadhira Nuraini Afifa, MPH, mengatakan bahwa protein hewani merupakan komponen penting dalam bekal anak sekolah. Menariknya, kebutuhan ini bisa dipenuhi dari bahan sederhana seperti telur.

"Telur itu satu butir sekitar dua ribu rupiah. Jadi, paling enggak protein hewaninya bisa dari telur itu tiga kali sehari juga enggak masalah," ujar dr. Nadhira dalam sebuah diskusi media pada Selasa, 15 Juli 2025.

Dokter lulusan Harvard University ini mengatakan bahwa masih banyak orang tua yang berpikir protein hewani harus berasal dari makanan mahal seperti salmon atau daging sapi impor. Padahal, sumber lokal seperti telur dan ayam sudah sangat cukup untuk menunjang tumbuh kembang anak.

"Kalau anak sekolah yang masih istirahat siang aja, bisa pakai sandwich isi ayam atau nasi dengan telur. Itu sudah cukup baik untuk memenuhi kebutuhan gizinya," ujarnya.

 

Bekali Anak dengan Susu

Selain protein, dr. Nadhira juga menyarankan agar bekal anak diselingi dengan susu atau makanan lain yang kaya gizi agar anak tetap bertenaga sepanjang hari.

Namun, dia menyoroti bahwa kesadaran masyarakat terhadap gizi anak masih rendah, terutama di daerah. Banyak keluarga yang masih mengandalkan nasi dan mie sebagai menu utama tanpa memperhatikan kandungan protein dan lemak sehat.

"Mindset-nya masih nasi dan mie. Padahal, anak-anak butuh lebih dari sekadar karbohidrat. Mereka juga butuh protein dan lemak sehat untuk tumbuh optimal," katanya.

Dia juga mengkritik anggapan bahwa anak gemuk berarti sehat. Menurutnya, baik gizi buruk maupun obesitas sama-sama menjadi masalah di Indonesia.

"Status gizi anak itu harus ditentukan oleh tenaga medis. Jangan biasakan menyebut anak gemuk itu pasti sehat. Enggak," ujar dr. Nadhira.

 

Pola Makan Anak Dipengaruhi Kebiasaan Orang Tua

Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa pola makan anak sangat dipengaruhi oleh kebiasaan makan orang tua. Maka, penting bagi orang tua untuk ikut menerapkan pola makan sehat di rumah.

"Orang tuanya juga harus punya habit yang sehat. Kalau orang tua makan sehat, anak akan ikut. Perilaku sehat itu harus diterapkan satu keluarga," katanya.

Untuk melengkapi kebiasaan makan sehat, anak juga sebaiknya dibiasakan aktif bergerak, misalnya dengan berjalan kaki ke sekolah, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.

Dengan modal kecil dan pemahaman gizi yang benar, bekal makan siang anak bisa sehat, bergizi, dan ramah di kantong.