Pandangan Kabur Gegara Bekerja Depan Layar? Ketahui Gejala Computer Vision Syndrome dan Cara Mencegahnya

Kondisi ini semakin sering dialami oleh anak muda dan pekerja digital, terutama di era kerja hybrid dan kuliah daring.

Diterbitkan 15 Juli 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Computer vision syndrome atau sindrom penglihatan komputer adalah masalah mata akibat terlalu lama menatap layar tanpa jeda.

Dokter spesialis mata di RS EMC Pekayon, Marjasa Dharmawan Dicky Newton, mengatakan bahwa setidaknya ada enam gejala terkait sindrom ini, yakni:

  1. Mata lelah dan kering.
  2. Pandangan kabur atau berbayang.
  3. Sakit kepala.
  4. Nyeri leher dan bahu.
  5. Mata terasa panas atau seperti berpasir.
  6. Sulit fokus setelah menatap layar lama.

“Kondisi ini semakin sering dialami oleh anak muda dan pekerja digital, terutama di era kerja hybrid dan kuliah daring,” kata Marjasa mengutip laman EMC, Selasa (15/7/2025).

Lebih lanjut dia menjelaskan, sindrom penglihatan komputer adalah kumpulan gejala yang muncul akibat penggunaan perangkat digital seperti ponsel, tablet, laptop dalam waktu lama tanpa istirahat yang cukup.

Sindrom penglihatan komputer bisa terjadi  akibat lebih jarang berkedip saat menatap layar. Normalnya, mata berkedip 15–20 kali/menit. Saat menatap layar, mata hanya berkedip 5–7 kali/menit).

Paparan cahaya biru (blue light) berlebihan, menatap layar terlalu dekat, tidak memerhatikan pencahayaan ruangan juga membuat mata bekerja lebih keras dari seharusnya.

 

Dampak Sindrom Penglihatan Komputer

Jika dibiarkan, sindrom penglihatan komputer bisa berdampak pada:

  • Menurunnya kualitas penglihatan secara bertahap.
  • Menurunnya produktivitas dan fokus belajar/kerja.
  • Meningkatnya risiko gangguan mata jangka panjang, seperti mata kering kronis atau bahkan kelelahan visual berlebih.

 

Bagaimana Cara Cegah Sindrom Penglihatan Komputer?

Guna mencegah sindrom penglihatan komputer, beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

Gunakan Aturan 20-20-20

Setiap 20 menit, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

Berkediplah Lebih Sering

Sadari kebiasaan berkedip untuk menjaga kelembaban mata.

Atur Pencahayaan Layar dan Ruangan

Jangan terlalu terang atau terlalu gelap. Gunakan mode “night shift” atau “dark mode” jika perlu.

Posisi Layar yang Tepat

Posisikan layar sekitar 40–70 cm dari mata dan sedikit di bawah garis pandang.

Gunakan Air Mata Buatan

Jika mata terasa sangat kering, bisa gunakan tetes mata sesuai anjuran dokter.

Lakukan Pemeriksaan Mata Rutin

Terutama jika sering mengalami keluhan mata saat bekerja atau belajar.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter jika mengalami:

  • Pandangan kabur yang berlangsung lebih dari beberapa hari.
  • Mata terasa nyeri, merah, atau seperti terbakar.
  • Sakit kepala yang disertai keluhan mata.
  • Mata mudah lelah meski sudah beristirahat.

Sindrom penglihatan komputer bukan penyakit serius, tapi bisa sangat mengganggu dan menurunkan kualitas hidup jika diabaikan. Anak muda harus mulai sadar bahwa mata adalah aset penting yang tak tergantikan.