Daftar Makanan yang Bantu Turunkan Kolesterol

Memperbanyak asupan serat serta beberapa sumber makanan berikut membantu menurunkan kolesterol.

Diperbarui 09 Juni 2025, 06:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Usai hari Idul Adha salah satu hal yang dikhawatirkan adalah kenaikan kadar kolesterol. Untuk membantu menurunkan kolesterol dalam darah bisa dilakukan lewat mengonsumsi makanan yang tepat dan perubahan pola makan tinggi serat dapat membantu.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan Faisal Parlindungan mengungkapkan oat dan gandum utuh terbukti secara ilmiah bisa membantu menurunkan kolesterol karena tinggi serat larut yang dapat mengikat kolesterol dalam usus.

"Kacang-kacangan seperti almond yang mengandung lemak sehat, juga minyak zaitun dan alpukat sumber lemak tak jenuh tunggal yang sehat," katanya.

Selain itu, ikan seperti salmon dan sarden merupakan protein hewani yang kaya omega-3 sehingga baik untuk menekan kolesterol jahat.

Faisal juga menyarankan makanan tinggi serat lainnya seperti apel, pir, wortel, dan brokoli, serta kedelai dan produk olahannya seperti tempe dan tahu yang bisa menurunkan LDL (kolesterol jahat) seperti mengutip Antara.

Batasi Lemak Jenuh

Berdasarkan American Heart Association, batasi lemak jenuh yang bisa dikonsumsi sehari adalah kurang 10 persen dari total kalori harian.

"Batasi konsumsi kolesterol makanan sekitar 200–300 miligram per hari, terutama jika ada risiko kardiovaskular," sarannya.

Makanan yang Perlu Dibatasi dan Dihindari

Ia pun memberikan tips dalam mengatur konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti membatasi makan kuning telur maksimal 3-4 butir per minggu.

Faisal mengingatkan untuk menghindari makanan seperti jeroan dan kulit ayam. Lalu, kurangi makanan laut tinggi kolesterol seperti udang dan cumi. Selain itu, imbangi juga dengan makanan tinggi serat. Pastikan juga berolahraga secara teratur.​​​​​​​

 

Jaga Batas Kolesterol Aman Sejak Muda

Faisal mengatakan sebaiknya menjaga kadar kolesterol dalam darah dalam batas aman sejak muda karena kolesterol tinggi yang dibiarkan dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis) yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

“Penumpukan plak juga bisa menyebabkan gangguan aliran darah ke organ tubuh, memicu penyakit ginjal kronis, terutama jika disertai hipertensi atau diabetes, dan bahkan dapat mempercepat proses penuaan pembuluh darah sejak usia muda,” kata Faisal Parlindungan.